Muridku, Suamiku

Muridku, Suamiku
Pernikahan


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


Sejak Arya membuka tabir yang menyamarkan wajah rupawan-nya dan mengumumkan bahwa ia adalah putra pemilik Restoran Luxurious, Raymon mendukung Afri--adik perempuannya untuk menjalin hubungan dengan Arya. Begitu juga Brawijaya dan Darawati. Kedua paruh baya itu mendukung putri mereka untuk menerima cinta tulus dari Arya. Bahkan mereka bertiga meminta Arya dan Afri untuk segera bertunangan. Dan menautkan cinta dengan ikatan yang halal setelah keduanya lulus dari SMA.


Karena gengsi, Afri menolak permintaan kakak dan kedua orang tuanya. Meski sebenarnya, ia sangat ingin menerima Arya sebagai kekasih dan segera bertunangan dengan lelaki yang tulus mencintainya itu.


Afri gengsi karena dulu sering menolak Arya sebelum lelaki berparas rupawan itu membuka tabir tentang jati dirinya dan malah mengejar cinta Andrea demi menuruti ambisi.


Afri tidak ingin Arya dan semua orang mengira bahwa ia menerima Arya sebagai kekasih karena ketampanan dan kekayaan, bukan karena ketulusan hati. Ia juga tidak ingin semua orang menjust-nya sebagai perempuan matre. Yang bersedia bertunangan dan menikah dengan Arya, hanya untuk menikmati harta kedua orang tua Arya.


Seburuk apapun sifat atau karakter Afri, ia juga memiliki sisi positif. Dan sisi positif Afri itulah yang membuat Arya jatuh hati.


Arya menghargai apapun keputusan yang dicetuskan oleh Afri. Ia tidak ingin memaksa Afri untuk segera menerimanya sebagai kekasih.


Sampai kapan pun Arya akan bersabar menanti balasan cinta dari bidadari hatinya itu.


Lantas, bagaimana kabar Dafa dan Pinka? Hari ini mereka berdua telah resmi menjadi sepasang kekasih halal. Sama seperti Erland dan Mita.

__ADS_1


Pesta pernikahan Dafa dan Pinka, digelar bersamaan dengan pesta pernikahan Erland dan Mita, sehingga suasana di aula Hotel Birru tampak sangat meriah.


Semua tamu undangan yang didominasi oleh para pembaca setia kisah 'Muridku, Suamiku' berbaris rapi untuk memberi ucapan selamat dan mempersembahkan doa terbaik pada ke-empat mempelai.


Usai memberi ucapan selamat dan mempersembahkan untaian doa, mereka berjalan menuruni panggung, lalu membaur dengan para tokoh dan penulis kisah ini untuk foto bersama.


Andrea tampak kepayahan menghadapi emak-emak pembaca yang berebut untuk berfoto dengannya. Sementara Cantika, ia hanya bisa mengusap dada dan berusaha menghempaskan rasa cemburu saat menyaksikan suami berondong-nya menjadi rebutan.


"Mbak, tolong fotokan saya sama Mas Andrea ya!" pinta salah seorang pembaca setia yang bernama Alfachsan sambil menyodorkan gawainya pada Cantika.


"Eitsss, aku dulu yang difoto bareng Babang Tamfan! Kamu dan yang lain mending jauh-jauh gih dari Bang Andrea!" Elviraaprillia Vira menyahut ucapan Alfachsan, lalu turut menyodorkan gawainya pada Cantika.


Vayyet, Dinda Khabibah, Sehune, Riska Fathicia, Arthi Yuniar, Uni Rasyid, Lulu, Mezuke Holee, Khotim Cewe 'Ndeso, Ratu Nasiroh, Mutia, Ardyan, dan semua pembaca setia kisah 'Muridku, Suamiku' yang tidak bisa penulis sebutkan karena saking banyaknya pun turut berebut. Mereka ingin foto bersama dengan si tokoh utama 'Andrea Winata'.


Berbeda dengan pembaca yang lain, Hermawan Subagijo malah meminta foto bersama dengan Cantika--istri tercinta Andrea.


Dengan senang hati, Cantika pun mengabulkan permintaan Hermawan Subagijo.


Andrea mengepalkan tangan dan melayangkan tatapan tajam ke arah dua insan yang tengah berpose di depan kamera. Ia sangat tidak suka melihat istri tercintanya foto bersama dengan pria lain, apalagi si pria masih single.

__ADS_1


Tanpa memedulikan emak-emak yang masih memperebutkannya, Andrea menggamit lengan Cantika lalu menariknya pelan.


"Yang, aku mual lagi. Anter aku ke toilet!" ujar Andrea dengan suaranya yang terdengar datar disertai raut wajah dingin, hingga membuat Hermawan Subagijo bergidik ngeri dan mundur alon-alon.


Cantika mengangguk pelan dan menuruti permintaan Andrea. Ia faham jika suami berondong-nya itu tengah terbakar oleh api cemburu.


Keduanya lantas mengayun langkah beriringan sambil menautkan tangan. Bukan mengayun langkah menuju toilet yang berada di pojok ruangan, melainkan menuju kamar yang sudah dipesan oleh Andrea.


Bisa ditebak apa yang bakal Andrea lakukan di kamar itu meski penulis kisah ini tidak menjelaskannya melalui rangkaian kata ataupun narasi.


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Mohon maaf author baru sempat melanjutkan kisah 'Muridku, Suamiku', karena author belum bisa membagi waktu antara pekerjaan utama dan menuangkan hobi menulis. 🙏


Mohon maaf juga jika ada salah kata dan bertebaran typo.


Terima kasih dan banyak cinta untuk Kakak-kakak terkasih 😘🙏

__ADS_1


__ADS_2