
Happy reading πππ
Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih satu setengah jam, pesawat yang membawa Andrea dan Cantika mendarat di Bandara Soekarno--Hata dengan selamat.
Sang Raja Siang menyambut mereka dengan senyuman yang menyentuhkan rasa hangat, menyibak selimut dingin yang tadi memeluk erat selama berada di dalam pesawat.
Andrea dan Cantika mengayun langkah dengan saling menautkan tangan. Saat tiba di area penjemputan, atensi mereka tertuju pada seorang pemuda yang membawa papan bertuliskan 'Welcome, Andrea & Cantika'.
Keduanya lantas berjalan menghampiri pemuda itu dan menyapanya. Si pemuda pun membalas sapaan Andrea dan Cantika dengan tersenyum ramah.
"Saya Anggit, driver yang ditugaskan oleh Nyonya Nasari untuk menjemput Anda berdua, Tuan Muda Andrea dan Nyonya Cantika." Pemuda itu memperkenalkan diri dengan tutur katanya yang terdengar halus dan sikapnya yang sopan, sembari menjabat tangan Andrea.
"Jangan memberi embel-embel Tuan Muda dan Nyonya di depan nama kami! Saya kurang suka mendengarnya," ucap Andrea berterus terang.
"Tapi --"
"Nggak ada kata tapi! Panggil saya Andrea dan istri saya ini ... Cantika!" Andrea memangkas ucapan Anggit dengan melontarkan titah yang tidak bisa dibantah.
"Mm ... tapi bolehkah saya nego sedikit?"
"Wani piro?" (Berani berapa?)
"Wani gangsal ewu, Mas." (Berani, lima ribu, Mas).
Andrea tersenyum lebar saat Anggit menjawab pertanyaannya. Niat hati ingin melontarkan candaan, eh malah dibalas oleh Anggit dengan bahasa yang tidak ia mengerti.
"Jiaaa, gue kaga ngarti bahasa lu, Bang," ujar Andrea dengan logat Betawi-nya.
__ADS_1
"Yailah, pan elu duluan yang mulai, Bang!" Anggit menimpali ucapan Andrea dan turut menirukan logat Betawi.
"Gue cuma niru ucapan Ayu, mantan gu--" Andrea urung meneruskan ucapannya saat tersadar bahwa ia tak semestinya menyebut nama Ayu lagi di depan Cantika.
Dari mimik wajah Cantika, Andrea tahu bahwa Cantika kurang nyaman jika ia menyebut nama sang mantan walau istrinya itu tidak mengungkapkan dengan lisan.
"Kenapa digantung, Bang? Maksud Abang, Ayu itu mantan Bang Andrea ya?"
"Eng, kaga usah dibahas lagi!"
"Emangnya kenapa, Bang?" Anggit kembali melontarkan tanya.
"Kamu nanya? Kamu bertanya-tanya?" sahut seseorang yang lewat di depan mereka dengan menirukan logat Dylan KW dan sukses membuat Anggit tercengang.
"Noh, apa yang mo gue omongin udah diwakilin ama ntu orang. Makanya kaga usah banyak tanya! Buruan gih anter gue ama bini gue ke hotel!"
Ucapan Andrea mengalihkan atensi dan menyadarkan Anggit dari mode tercengang.
Anggit lantas mengayun langkah, disusul oleh Andrea dan Cantika yang berjalan di belakangnya.
Ayunan kaki mereka terhenti tepat di samping mobil A-vanza berwarna silver.
Anggit membuka pintu, lalu mempersilahkan Andrea dan Cantika untuk masuk ke dalam mobil.
Kemudian ia berjalan memutari kendaraan besinya itu setelah Andrea dan Cantika mendaratkan bobot tubuh di jok bagian belakang dan menutup pintu mobil.
Anggit bergegas membuka pintu mobil bagian depan dan mendaratkan bobot tubuhnya di depan kemudi. Lalu ia mulai melajukan kendaraan besinya--meninggalkan area parkir bandara.
Sesekali Anggit mencuri pandang melalui spion mobil. Ia menghela nafas panjang saat menyaksikan keromantisan yang ditunjukkan oleh Andrea dan Cantika.
__ADS_1
Beuh, si bocil bikin nganan. Gue jadi kangen si Imah. Anggit bergumam di dalam hati.
Tanpa segan, Andrea merangkul bahu Cantika dan menghujani pucuk kepala kekasih halalnya itu dengan kecupan.
Cantika tak kuasa menolak perlakuan Andrea yang membuatnya merasa nyaman. Ia pun membalasnya dengan menyandarkan kepala di bahu dan melingkarkan tangannya di tubuh Andrea.
Setengah jam telah berlalu. Mobil yang dikendarai oleh Anggit tiba di hotel Kenzie. Salah satu hotel bernuansa romantis yang berada di ibu kota.
Setelah keluar dari dalam mobil, Anggit memandu Andrea dan Cantika untuk masuk ke dalam hotel. Kemudian ia menyerahkan kunci kamar yang telah dipesan oleh Nasari pada Andrea.
Rupanya Nasari telah mempersiapkan kejutan untuk Andrea dan Cantika sebagai hadiah pernikahan yang teramat spesial. Tentu saja ia dibantu oleh Akbar--suaminya.
Entah, kejutan apa yang yang telah dipersiapkan oleh Nasari dan Akbar untuk sepasang pengantin baru itu?
Next episode akan terjawab ... π
πΉπΉπΉπΉ
Bersambung ....
UP nya segini dulu ya Kakak-kakak ter love. Insya Allah lanjut nanti malam atau besok. βΊπ
Mohon maaf jika ada salah kata dan bertebaran typo.
Jangan lupa, beri semangat author dengan meninggalkan jejak like dan komentar π
tabok β€ untuk favoritkan karya
bijaksanalah memberi bintang β
__ADS_1
beri gift atau vote jika berkenan
Terima kasih Kakak-kakak terkasih ππ