
Happy reading 😘😘😘
Sepersekian detik Cantika hanya terdiam tanpa melakukan apa yang dititahkan oleh Andrea, sehingga membuat Andrea bertanya heran.
"Yang, kenapa kamu malah diam?"
Bukannya menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Andrea, Cantika malah memejamkan mata dan mendengkur halus.
"Ya Allah, Yang. Kamu ngegemesin banget. Bisa-bisanya tidur di saat kita sedang bercin-ta." Andrea mengulas senyum dan perlahan membaringkan Cantika di ranjang, lalu menutup tubuh polos istri tercintanya itu dengan selimut tebal.
Atensi Andrea tiba-tiba teralihkan pada gawai yang tergeletak di atas nakas. Entah mengapa, ia berkeinginan sekali untuk membaca artikel yang mengulas gaya hubungan suami istri sesuai tuntunan dan yang dilarang oleh agama. Salah satunya adalah posisi woman-on-top atau posisi istri di atas suami.
Artikel tersebut menyatakan bahwa di dalam dunia medis, posisi istri di atas suami merupakan posisi paling berbahaya bagi pe-ni* laki-laki karena bisa menyebabkan senjata pamungkas kaum Adam itu patah.
Bahkan, sebuah jurnal dari Advances in Urology menyebutkan bahwa kasus cedera akibat women-on-top mencapai 50% dari total 28 kasus.
Sungguh memedenkan (mengerikan) sekali. Tak terbayang jika senjata pamungkas suami kita patah hanya karena menuruti naf-su sesaat demi kepuasan dalam berhubungan.
Jadi, bagi para pasangan suami istri yang ingin menunaikan sunah Rasul atau membuat adonan kue Susan dan kue Boboho, lebih baik menghindari posisi tersebut untuk menyelamatkan senjata pamungkas para suami, agar keturunan Eyang Adam dan Uti Hawa tidak punah hingga tiba waktunya seluruh insan di dunia ini kembali pada Sang Penggenggam Kehidupan.
Seusai membaca artikel, Andrea kembali meletakkan gawainya di atas nakas, lalu mengecup dalam kening Cantika.
Andrea melafazkan rasa syukur di dalam hati karena Cantika tertidur di saat ia memandu istri tercintanya itu untuk berganti mengendalikan permainan dengan posisi Cantika berada di atas, sehingga mereka urung melanjutkan ritual yang mungkin saja bisa mematahkan senjata pamungkas bila tidak berhati-hati melakukannya.
"Yang, aku mandi dulu ya," pamitnya seraya berbisik diiringi usapan lembut yang ia labuhkan di pipi Cantika.
Andrea lantas beranjak dari ranjang dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dengan mandi ju-nub.
Selesai mandi ju-nub, Andrea menghampiri Cantika yang masih memejamkan netra, lalu mendaratkan bobot tubuhnya di tepi ranjang.
__ADS_1
"Yang, bangun! Mandi dulu yuk!" Andrea berbisik lembut dan menghujani wajah Cantika dengan kecupan agar wanita yang teramat dicintainya itu segera terbangun dari tidur lelapnya.
Cantika menggeliat dan perlahan membuka kelopak netra.
"Mas --" ucap Cantika lirih.
"Hemm. Akhirnya Si Putri Tidur terbangun juga." Andrea menarik kedua sudut bibirnya dan menoel hidung mancung Cantika.
"Maaf, aku ketiduran, Mas."
"Nggak pa-pa, Yang. Aku ngerti, Sayang tertidur karena keenakan 'kan?"
"Bukan keenakan, tapi kelelahan, Mas."
"Masa'?"
"Heem."
"Eng, sebenarnya karena itu juga, Mas." Cantika tertunduk malu dan menarik selimut hingga menutupi wajahnya yang terhias rona merah.
"Sayang mau lagi?" tanya Andrea seraya menggoda istrinya.
Cantika menggeleng, meski inginnya menjawab iya.
Ya, Cantika ketagihan. Ingin rasanya ia mengulang ritual penyatuan cinta yang membuatnya candu. Namun badannya yang serasa lelah, memberi sinyal bahwa ia harus mampu menahan ha-srat untuk selalu bercum-bu.
"Beneran Sayang nggak mau?" Andrea kembali bertanya dan menarik selimut yang menutupi wajah Cantika, sehingga wajah cantik Sang Bidadari hati memenuhi ruang pandang.
"Eng, sebenarnya ... aku mau lagi, Mas. Tapi nanti malam saja," ucap Cantika malu-malu.
"Ya udah, sekarang kamu mandi dulu, Yang!"
__ADS_1
"Heem, Mas."
"Mau aku mandiin?"
"Emoh, Mas."
"Emoh? Bahasa apa itu?" Andrea bertanya heran diikuti kerutan yang tercetak jelas di antara kedua pangkal alisnya.
"Emoh itu Bahasa Jawa, Mas. Bahasa-nya mantan kamu, Si Ayu. Artinya nggak mau," terang Cantika sambil memanyunkan bibir.
Andrea terkekeh lalu menyambar bibir Cantika yang manyun.
"Eump, Mas --"
Ck ... Ck ... Ck ... Andrea Winata bin Penulis Jelata mah gitu orangnya. Paling hobi menyambar bibir Bu Guru Cantika Maharani. Persis banget dengan Andrea di dunia nyata--othor said sambil menggeleng-gelengkan jari dan bukan menggelengkan kepala karena kepalanya sedang puyeng memikirkan kelanjutan kisah para tokoh yang ia cipta.
🌹🌹🌹🌹
Bersambung ....
Mohon maaf jika ada salah kata dan bertebaran typo. 🙏
Jangan lupa, beri semangat author dengan meninggalkan jejak like dan komentar 👍
tabok ❤ untuk favoritkan karya
bijaksanalah memberi bintang ⭐
beri gift atau vote jika berkenan
Terima kasih dan love-love sekebon 😘🙏
__ADS_1