Muridku, Suamiku

Muridku, Suamiku
Mencetak Gol


__ADS_3


Warning!!!! Mengandung adegan 21++++ Bagi Kakak-kakak yang masih di bawah umur, harap bijak memilih bacaan β˜ΊπŸ™


Happy reading 😘😘😘


Seusai melafazkan doa sebelum berseng-gama, Andrea meminta ijin pada Cantika untuk membuka mukena yang dikenakan oleh istrinya itu. Cantika pun mengijinkan dan mempersilahkan Andrea untuk membukanya.


Dengan tangan gemetar, Andrea membuka mukena yang membalut tubuh Cantika.


Degup jantungnya kembali berdentum saat tersuguh keindahan yang tidak bisa dinafikan. Rikma panjang terurai menambah nilai kecantikan wanita yang duduk di hadapannya itu.


Benak Andrea tak henti-hentinya memuji maha karya Illahi yang begitu cantik dan sempurna tanpa cela, Cantika Maharani.


Setelah membuka mukena yang membalut tubuh Cantika, Andrea memandu wanita yang telah halal disentuhnya itu untuk duduk di atas ranjang.


Andrea berusaha melawan rasa gugup yang meraja. Diulurkan tangannya untuk menyentuh pipi mulus Cantika sebelum melabuhkan kecupan di bibir.


Berulang kali Andrea melabuhkan kecupan di bibir ranum Cantika dan mempraktikkan teori cara berciu-man bagi pemula yang ia baca di goo-gle.


Refleks Cantika melingkarkan tangan di leher Andrea dan membalas kecupan yang dilabuhkan oleh suami brondongnya itu.


Kecupan-kecupan kecil yang mereka labuhkan, mendorong keduanya untuk memperdalam ciu-man dengan saling bertukar saliva.


Sepasang Adam dan Hawa itu semakin tenggelam, seolah tak ingin menyudahi pertukaran saliva yang membuat candu.


Sesekali mereka mengambil nafas di antara ciu-man dan saling menatap dengan tatapan mendamba, kemudian kembali memagutkan bibir.


Puas memagutkan bibir dan saling bertukar saliva, Andrea memandu tangan Cantika untuk membuka kancing baju koko yang dikenakannya.

__ADS_1


Namun Andrea tidak hanya diam menunggu. Ia mengulurkan tangannya untuk membuka gaun tidur yang dikenakan oleh Cantika.


Kecupan-kecupan kecil ia labuhkan di punggung yang terbuka sembari berusaha membuka pengait pakaian da-lam yang membungkus dua harta terindah milik Cantika.


Entah karena terlalu gugup atau karena sudah tidak sabar untuk menjelajah hutan dan menaklukan gunung, Andrea kesulitan membuka pengait pakaian da-lam Cantika.


Cantika yang mengerti jika suaminya itu kesulitan membuka pengait, berinisiatif untuk membukanya sendiri. Kemudian ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang, memasrahkan raganya untuk dijamah oleh Andrea--lelaki yang halal menyentuhnya.


Netra Andrea berkabut gai-rah saat tersuguh pemandangan yang teramat indah dan belum pernah ia lihat sebelumnya. Dua harta terindah yang menjulang dan menantang untuk ditaklukan.


Andrea mulai menja-mah dan melabuhkan sentuhan-sentuhan lembut, hingga membuat Cantika terlena dan terbuai.


Nada-nada cinta terlantun dari bibir Cantika saat Andrea mereguk madunya, menyesap dua harta terindah yang selama ini ia jaga kesuciannya.


"Sayang, bolehkah?" Andrea bertanya pada Cantika sebelum membuka kain yang masih membungkus sela-put marwah.


Cantika mengangguk pelan dan berucap dengan suaranya yang terdengar lirih. "Iya, Mas. Boleh."


Berulang kali Andrea berusaha membenamkan bagian tubuhnya dan berulang kali juga ia mengusap peluh yang membingkai wajah.


Andrea mengalami kesulitan. Ia belum juga berhasil mendobrak lubang yang masih tertutup rapat.


Rileks, Andrea! Jangan tegang, okey! Lu pasti berhasil mencetak gol malam ini. Batin Andrea bermonolog--menyemangati dirinya sendiri, lalu ia pun kembali melanjutkan perjuangan.


"Arghhhh." Cantika berteriak saat Andrea berhasil mendobrak lubang dan mencetak satu gol.


Gol yang dicetak oleh Andrea menciptakan sensasi rasa sakit yang luar biasa di bagian sela-put marwah Cantika.


Andrea yang tidak tega melihat Cantika meringis kesakitan, berniat untuk mencabut bagian tubuhnya yang terbenam. Namun Cantika mencegah. Ia meminta Andrea untuk melanjutkan ritual mereka hingga kli-maks.

__ADS_1


Andrea pun tak kuasa menolak permintaan Cantika dan kembali melanjutkan ritual dengan membenamkan bagian tubuhnya semakin dalam.


Disaat Cantika merasakan tubuhnya bagai melayang ke tanah surgawi, tiba-tiba Andrea merasa sesuatu akan keluar dari batangnya. Ia pun berniat untuk segera mencabut bagian tubuhnya yang terbenam dan menyudahi ritual mereka.


"Yang, aku pi-pis dulu ya? Udah kebelet banget," ucap Andrea sambil tersenyum nyengir.


"Pi-pis di dalam saja, Mas!" balas Cantika dengan suaranya yang terdengar pa-rau.


"Tapi 'kan nggak boleh pi-pis di dalam, Yang. Pi-pisku bau --"


"Justru itu yang bisa menyempurnakan adonan kita, Mas. Itu-mu bisa menjadi anak," sahut Cantika seraya memangkas ucapan Andrea.


"Pffttt ... masa air kencing bisa jadi anak, Yang? Ada-ada aja!" Andrea tersenyum lebar dan berucap dengan polos.


Ya Allah, kenapa polos sekali Mas Andrea? Bagaimana aku harus menjelaskan padanya? keluh Cantika yang hanya terlisan di dalam hati.


Selanjutnya, apa yang akan terjadi pada mereka? Othornya cari wangsit dulu ya, Kak 😁✌✌


🌹🌹🌹


Bersambung ....


Mohon maaf jika ada salah kata dan bertebaran typo.


Jangan lupa, beri semangat author dengan meninggalkan jejak like dan komentar πŸ‘


tabok ❀ untuk favoritkan karya


bijaksanalah memberi bintang ⭐

__ADS_1


beri gift atau vote jika berkenan


Terima kasih Kakak-kakak pembaca terkasih😘😘😘


__ADS_2