Muridku, Suamiku

Muridku, Suamiku
Suami Posesif


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


"Ck ... Ck, dari tadi aku cari-cari, ternyata kamu ada di sini, Tik!" ujar Mita sembari keluar dari tempat persembunyiannya, disusul oleh Erland--dokter muda berparas tampan, calon suaminya.


Suara Mita sukses membuat Andrea dan Cantika sangat terkejut.


Sontak Andrea mengurai dekapan, lalu menggeser posisi duduknya sedikit menjauh dari Cantika. Sementara Cantika, ia melongo dan menatap Mita dengan tatapan tak percaya.


Cantika tidak menyangka, Mita dan Erland tiba-tiba muncul dari balik pohon tabebuya. Padahal ia mengira, tidak ada satu orang pun di taman itu selain dirinya dan Andrea.


Untung Mita dan Erland yang muncul. Andai Afri dan kawan-kawan atau Pak Johan--si guru killer yang muncul, entah bagaimana nasib kalian--batin si othor sambil kriyip-kriyip memandangi layar gawai yang lama-kelamaan terlihat bruwet.


"Mi-ta? Sejak kapan kalian berada di sini?" cecar Cantika tanpa mengalihkan tatapan netranya dari Mita.


"Sejak kamu dan Andrea beradegan mesra. Kalian sadar nggak sih? Kalian berdua masih berada di lingkungan sekolah lho. Untung cuma aku dan Mas Erland yang mergoki. Kalau yang lain bagaimana coba? Mereka pasti akan berpikiran negatif tentang kamu dan Andrea, Tik. Bahkan mungkin, mereka akan mencari tahu hubungan kalian yang sebenarnya. Jika hubungan kalian diketahui oleh semua rekan guru dan para siswa, kemungkinan terburuknya Andrea akan dikeluarkan dari yayasan atau kamu yang diminta untuk mengundurkan diri dari yayasan, terkecuali jika Andrea mau mengakui bahwa dia adalah putra pemilik yayasan ini. Mungkin kepala sekolah tidak akan berani mengeluarkan Andrea atau meminta kamu untuk mundur dari yayasan," tutur Mita dengan melirihkan suara, seraya menanggapi pertanyaan yang dilontarkan oleh Cantika.


Cantika sejenak bergeming kala mendengar rangkaian kata yang mengalir deras dari bibir Mita. Begitu juga Andrea. Ia tampak bergeming dan berusaha menelaah ucapan Mita.


"Seandainya hubungan kami yang sebenarnya diketahui oleh semua orang yang bernaung di yayasan ini, aku yang akan resign, Mit," ucap Cantika tanpa ragu--memecah keheningan yang sesaat menyelimuti mereka.


"Nggak, Yang. Aku nggak bakal ngebiarin kamu resign dari yayasan," tandas Andrea seraya menyahut ucapan Cantika.


"Tapi, Mas. Kalau aku tidak resign dari yayasan, bagaimana study-mu? Jangan sampai kamu putus sekolah hanya karena hubungan kita."


"Aku nggak bakal putus sekolah, Yang. Masih banyak SMA di kota ini yang mau menampungku jika aku keluar dari yayasan. Bila perlu, aku akan mengaku bahwa aku adalah putra Ayah Airlangga--pemilik yayasan ini."


"Tapi, Mas --"

__ADS_1


"Stop berdebatnya! Yang terpenting kalian jaga jarak dulu. Jangan mempertontonkan kemesraan di depan publik, apalagi jika kalian sedang berada di lingkungan sekolah!" sahut Mita menginterupsi.


"Iya, Mit. Kami akan jaga jarak dan tidak mempertontonkan kemesraan di depan publik. Tapi mulai besok pagi, jemput aku ya, Mit! Kita berangkat ke sekolah bareng. Dan pulangnya, aku akan memesan GS-Car --"


"Nggak! Besok pagi Sayang berangkat ke sekolah bareng aku! Pulangnya juga bareng! Sayang nggak boleh naik GS-Car, apalagi kalau drivernya cowo," ujar Andrea--memangkas ucapan Cantika.


"Allahumma, posesif amat suami kamu, Tik." Mita terkikik geli kala mendengar ucapan Andrea yang sukses menggelitik indera pendengaran. Sementara Erland, dokter muda itu berusaha menahan tawa yang hampir mengudara dengan mengulum bibir.


Berbeda dengan Mita dan Erland. Cantika hanya bisa mengelus dada--menghadapi suami brondongnya yang teramat posesif.


"Oya, Mit. Kita jadi mampir ke Kafe K & R 'kan?" tanya Cantika sekedar mengalihkan pembicaraan.


"Jadi donk. Tadi aku menunggu kamu di parkiran sampai lumutan. Untung Pangeran Berjas Putihku datang di waktu yang tepat."


"Maaf, Mit. Tadi aku lupa kalau ada janji sama kamu. Btw, pasti kamu yang meminta Dokter Erland untuk datang ke sekolah, ya 'kan?"


"Cieee, Pak Dokter pasti kangen ya?" Cantika menggoda Mita sembari menaik turunkan sepasang alisnya.


"Ya, saya akui. Saya memang kangen banget sama Mita. Seandainya Mita bersedia, saya ingin memajukan tanggal pernikahan kami." Erland menyahut ucapan Cantika diiringi sebaris senyum yang teramat manis dan membuat sepasang jendela hati Mita berlove-love.


"Masya Allah, pucuk dicinta ulam pun tiba. Rencananya, Mita yang akan meminta Dokter Erland untuk memajukan tanggal pernikahan. Tak disangka, malah Dokter Erland yang memintanya terlebih dahulu." Netra Cantika berbinar seiring senyum yang terbit menghiasi wajah cantiknya.


Karena teramat bahagia mendengar ucapan yang terlisan dari bibir Erland, Mita tak mampu berkata-kata. Ia hanya bisa meneteskan air mata untuk meluapkan rasa bahagia yang tengah memenuhi relung kalbu.


"Selamat ya, Mit. Semoga Allah meridhoi niat kalian." Cantika beranjak dari posisi duduk, lalu merengkuh tubuh Mita dan membawa sahabatnya itu ke dalam pelukan.


"Aamiin ya Allah, makasih, Tik." Mita mengangkat kedua tangannya yang semula menjuntai dan membalas pelukan Cantika.


Sepasang sahabat itu saling berpeluk diiringi air mata bahagia.

__ADS_1


Atmosfer haru menyelimuti seisi hati dan memaksa titik-titik embun yang bergelayut di kelopak mata Erland dan Andrea seketika lolos begitu saja.


Kedua Adam itu segera menyeka wajah mereka yang basah dengan jemari tangan sebelum Cantika dan Mita melihatnya.


Andrea dan Erland teramat malu pada Mita dan Cantika jika kedua wanita itu mendapati mereka terlihat cengeng.


"Bu Can, Bu Mit, apa yang sedang Anda berdua lakukan?" Suara bariton yang sangat familier mengalihkan perhatian.


Cantika dan Mita sontak mengurai pelukan, lalu menoleh ke arah asal suara bersamaan dengan Andrea dan Erland yang juga menoleh ke arah objek yang sama.


Manik mata keempat orang itu seketika berotasi sempurna tatkala melihat si pemilik suara yang tak lain adalah Johan--si guru killer.


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Mohon maaf Kakak-kakak terlove jika UP 'Muridku, Imamku' akan sering terlambat, karena per tanggal 1 September author mulai masuk kerja lagi. 🙏


Mohon maaf juga jika ada salah kata dan bertebaran typo.


Jangan lupa, beri semangat author dengan meninggalkan jejak like dan komentar 👍


tabok ❤ untuk favoritkan karya


bijaksanalah memberi bintang ⭐


beri gift atau vote jika berkenan


Terima kasih dan love-love sekebon teruntuk Kakak semua 😘🙏

__ADS_1


__ADS_2