Muridku, Suamiku

Muridku, Suamiku
Mencari Cantika


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


Dengan menanggalkan rasa malu, Andrea masuk ke dalam toilet wanita untuk mencari keberadaan Cantika.


Para pengunjung wanita yang berada di toilet itu seketika berteriak saat Andrea masuk ke dalam. Bahkan ada yang memukul Andrea dengan tas jinjing.


Beruntung bukan sepatu high heels yang mereka gunakan untuk memukul Andrea.


Tak terbayang bagaimana jadinya wajah Andrea jika ada yang memukulnya dengan sepatu high heels. Bisa dipastikan, ketampanan seorang Andrea Winata bakal memudar dan membuat para fansnya berpindah ke lain hati.


"Dasar ca-bu*! Kau mau mengintip kami ya?" tukas salah seorang dari mereka sambil melotot, hingga sepasang bola matanya menyerupai bola mata Suzanti kala memerankan kunti bolong di salah satu film horor yang terkenal pada zamannya.


"Maaf, saya nggak bermaksud mengintip. Saya hanya ingin mencari istri saya --"


"Halah, alibi! Bocah seusia-mu, mana mungkin sudah punya istri," sahut yang lain seraya memangkas ucapan Andrea.


Suasana di toilet terdengar riuh, hingga mengalihkan atensi seorang wanita yang tengah khusyu' berzikir di dalam mushola. Wanita itu adalah Cantika Maharani--istri Andrea Winata.

__ADS_1


Ya, di saat Andrea dan Dafa tengah berbincang, Cantika memilih untuk meredam segala rasa yang bergejolak di dalam jiwa dan menenangkan hati serta pikirannya dengan berzikir di mushola yang berada di dalam kafe K & R.


Karena letak mushola tersebut bersebelahan dengan toilet wanita, suara riuh di dalam toilet terdengar jelas olehnya.


Cantika segera beranjak dari posisi duduk, lalu membawa langkahnya keluar dari mushola. Kemudian ia berjalan menuju toilet untuk menghampiri sumber keriuhan.


"Ayo kita laporkan bocah badung ini pada pemilik kafe! Biar dia dibawa ke kantor polisi dan diberi hukuman su-nat."


"Iya, ayo kita bawa sekarang! Bocah seperti ini harus diberi pelajaran biar kapok!"


Ucapan para wanita itu sama sekali tidak membuat Andrea dihinggapi oleh rasa takut. Ia malah menantang mereka agar segera melaporkannya pada si pemilik kafe.


"Silahkan laporkan saya pada Om Keanu! Beliau tahu bahwa saya sudah mempunyai istri," ujar Andrea bernada santai.


Ucapan dan tatapan yang dilayangkan oleh Andrea membuat waria itu terkesiap dan dihinggapi oleh rasa takut. Ia teramat takut jika wujud aslinya terbongkar dan diketahui oleh semua orang yang tengah berada di toilet, terutama para wanita tulen.


"Eng, lebih baik kita lepasin aja tuch si bocah! Mungkin dia nggak berbohong," ucap si waria sambil menutupi setengah wajahnya dengan syal seraya menyembunyikan rasa takut yang terlihat jelas dari perubahan mimik wajah. Sebut saja dia ... Marina alias Marijo.


"Loh, kenapa saya dilepas? Bukannya Om yang paling bersemangat ingin melaporkan saya pada pemilik kafe? Om juga yang paling bersemangat memukuli saya dengan tas jinjing." Andrea menarik satu sudut bibirnya dan melipat kedua tangan di depan dada.

__ADS_1


Perkataan Andrea sukses membuat semua wanita tulen yang berada di toilet itu seketika melongo. Mereka heran bin penasaran, kenapa Andrea menyebut salah satu dari mereka 'Om'.


"Om?" tanya para wanita itu kompak.


Andrea kembali menarik satu sudut bibirnya dan mengulurkan tangan untuk melepas wig (rambut palsu) yang menutupi kepala botak Marina.


"Astogeh, botak enyong ketahuan!" Marina memekik saat rambut palsu yang dikenakan untuk menutupi kepala botaknya terlepas. Ia pun bergegas melarikan diri sebelum dihajar oleh segerombolan wanita tulen yang sempat terkena provokasinya.


"Woi, jangan lari!" teriak para wanita itu sembari mengejar Marina.


Andrea tergelak saat menyaksikan adegan menggelikan yang tersuguh di hadapannya. Ia tidak menyadari, seseorang yang sedari tadi dicari sudah berdiri di belakangnya sambil tersenyum.


"Mas --"


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Mohon maaf, UP nya pelan-pelan ya, Kak 😊🙏

__ADS_1


Mohon maaf juga jika ada salah kata dan bertebaran typo.


Terima kasih dan love-love sekebon teruntuk Kakak-kakak yang masih setia mengawal kisah 'Muridku, Imamku' 😘🙏


__ADS_2