Mutiara Untuk Bayu

Mutiara Untuk Bayu
Tak Memberi Kabar


__ADS_3


"Pagi mama! Pagi papa!" sapaku dimeja makan.


"Pagi sayang!" jawab keduanya bersamaan aku hanya tersenyum untuk kekompakan mereka berdua.


"Apa kak Bayu tidak ke Kantor? Kenapa tidak ikut sarapan bersama?" gumamku yang didengar papa.


"Bayu keluar kota untuk urusan bisnis beberapa hari kedepan, Ra. Dia sudah berangkat sangat pagi sekali tadi." jawab papa membuat raut wajahku berubah seketika.


"Kenapa? Apa dia tidak mengatakannya padamu? Apa dia juga tidak bicara saat keluar semalam bersamamu?" tanya mama yang melihat perubahan mimik wajahku.


'Siapa dia hingga harus melapor padaku? Dia akan kemana dan untuk apa? Itu urusannya, aku hanyalah calon ibu penerus untuk Mutiara dan tidak lebih dari itu.' kataku dalam hati.


"Kamu jangan khawatir dan berburuk sangka padanya, Bayu mungkin saja lupa memberitahumu karena dia sangat sibuk akhir-akhir ini." jelas papa. Aku hanya diam tanpa kata lalu pamit berangkat ke Klinik.


_____


Di Klinik, aku disibukkan dengan beberapa pasien, memeriksa pasien rawat inap ataupun rawat jalan. Jam menunjukan pukul 12.00 WIB waktunya untuk makan siang dan aku pun pergi ke Kantin Klinik.


'Dia bahkan tak memberitahuku kesibukannya padaku.' gerutuku dalam hati.


"Dia memutuskan menikah denganku dan beberapa hari lagi kita akan menikah, tapi aku merasa dia tidak serius untuk pernikahan itu. Aku yakin dia terpaksa menikahiku, karena ini merupakan permintaan dari kakak. Arghhhh! Aku bingung (author juga binggung readers)!" ucapku monolog. Aku memutuskan untuk kembali melanjutkan pekerjaanku.


"Selamat siang!" ucapku saat memasuki ruang rawat inap dengan senyum ramah.

__ADS_1


"Bagaimana nak? Sudah merasa lebih baik atau masih sering muntah-muntah?" tanyaku pada pasien.


"Sudah mendingan Dokter, tidak lagi muntah-muntah dan sudah mau makan rangsumnya, Dok." kata si ibu.


"Bagus, anak pinter jangan lupa diminum obatnya teratur dan rangsum harus dimakan, ya nak!" ucapku sambil memeriksa si anak.


"terimakasih kakak Dokter cantik." ucapnya tiba-tiba. Aku tersenyum dan mengelus rambutnya lalu melanjutkan pekerjaanku kembali. Aku menuju pasien yang kemarin datang padaku saat aku kemakam kakak kemarin.


"Hallo cantik, demamnya sudah turun ya, bu." ucapku memberitahu sang ibu.


"Iya Dok, apa hasilnya sudah ada Dok?" tanya ibu. Ya, memang tadi kita sudah melakukan cek darah untuk mengetahui penyakit yang dideritanya.


"Ibu tidak perlu khawatir, putri kecil ibu baik-baik saja, dia akan segera pulih kembali." ucapku memberi ketenangan.


"Terimakasih bu Dokter." ucapnya. Aku tersenyum sambil berlalu.


_____


"Ra, baru pulang?" tanya mama yang membuat susu untuk Mutiara.


"Iya ma, Tiara laper." ucapku manja pada mama. Mama langsung mengambilkanku makanan yang sudah disimpan dilemari makan karena mereka sudah makan malam.


"Terimakasih mama." ucapku saat mama menaruhnya dimeja makan.


"Ya sudah, kamu makan yang banyak terus mandi dan tidur." ucap mama yang berlalu kekamar.

__ADS_1


Selesai makan malam, aku melakukan apa kata mama mandi lalu tidur, tapi aku tidak bisa tidur. Pikiranku saat ini kenapa dia tak menghubungiku untuk sekerdar basa-basi mungkin.


"Dia tak memberi kabar sama sekali." ucapku lirih.


_____


Di kamar, mama Mila terlihat melamun mendudukkan diri sambil memangku Mutiara dan memberinya susu formula yang sempat dia buat tadi.


"Mama kenapa melamun?" tanya papa Ali.


"Mama khawatir sama hubungan Tiara dan Bayu, pa." jelas mama Mila.


"Memangnya ada apa dengan mereka berdua? Kan mereka sudah bersedia untuk menikah untuk beberapa hari kedepan, lha mikirin apalagi mama ini?" tanya papa Ali.


"Mereka masih sama-sama belum menerima satu sama lain pa, mama takut Tiara tidak bahagia bersama Bayu."


"Ya, kan mama tau sendiri mereka masih mencintai orang yang berbeda, pelan-pelan mereka pasti bisa saling mencintai satu sama. Lagi pula Bayu itu orangnya baik dan tanggung jawab, jadi mama tidak perlu khawatir mengenai keduanya." ucap papa Ali yang memberi jawaban memuaskan untuk mama Mila, kemudian mereka kembali tidur dengan Mutiara diantaranya dan sang istri.


,


,


,


,

__ADS_1


Dukung author selalu ya readers.


__ADS_2