Mutiara Untuk Bayu

Mutiara Untuk Bayu
Tak Menuntut untuk Mencintaiku


__ADS_3

Hari sudah sangat larut, aku masih berdiri didepan pintu menunggu kak Bayu. Entah bagaimana pandangannya terhadap pernikahan ini, tapi biar bagaimanapun juga dia suamiku sekarang.


"Kak Bayu dimana, ya? Kenapa dia belum kembali juga? Apa dia marah padaku karena masalah kak Panji tadi yang melamarku dihadapannya?" gerutuku sambil kesana-kemari layaknya setrikaan baju.


"Berulang kali aku mencoba menelponnya, tapi tidak ada yang dia jawab. Aku akan menunggunya didalam saja disini sangat dingin." gumamku, baru saja aku akan melangkah masuk sebuah taxi berhenti didepan gerbang.


"Apa itu kak Bayu? Kemana mobilnya? Kenapa pulang dengan naik taxi?" ucapku segera berlari ke arah gerbang.


"Mbak maaf, apa benar ini rumah tuan yang naik taxi saya?" tanya pak sopir.


"Iya benar pak. Dia suami saya pak, terimakasih bapak sudah mengantarnya." ucapku tak lupa memberinya ongkos taxi.


"Kak Bayu, apa yang kakak lakukan? Menyebalkan sekali!" gumamku sembari memapah kak Bayu yang benar-benar sudah kacau bahkan bau alkohol dapat tercium sangat kuat.


"Bukankah dia tidak pernah minum-minuman sialan ini, kenapa dia meminumnya sekarang?" ucapku membawa kekamarnya.


"Mutia! Kamu tahu mereka saling mencintai satu sama lain! Aku tidak bisa bila harus melukai hati keduanya! Mutia katakan padaku apa yang harus aku lakukan?" gumamnya saat aku mencoba membaringkannya diranjang, melepas jaket dan sepatunya, menyelimutinya, mematikan lampu utama kamar dan segera bergegas pergi, namun tangan kekarnya menahan lenganku sangat kuat.


"Jangan pergi! Jangan tinggalkan aku dan putri kecil kita! aku mencintaimu! aku mencintaimu!" ucapnya mulai tenang namun masih menahan kuat tanganku dan menariknya dipelukannya.


"Kak Bayu, apa yang kakak sedang pikirkan? Aku tidak akan pernah meninggalkan kalian berdua, meski aku tahu kak Bayu tidak mencintaiku dan begitupun aku, tapi Tiara janji akan membuat kak Bayu menerimaku sebagai istri kakak. Aku ingin kak Bayu jadi suamiku untuk seterusnya sampai kita bertemu kak Mutia kembali." ucapku sebelum terlelap.


______

__ADS_1


Bayu membuka mata ia merasakan sakit dikepalanya. Bayu hendak turun dari ranjang tapi ia melihat sosok Tiara tertidur dilantai.


"Apa yang terjadi? Kenapa Tiara tidur dibawah?" ucap Bayu melepas tangan Tiara yang menggenggamnya erat.


"Kak Bayu sudah bangun? Kenapa tidak membangunkanku? Aku pasti kesiangan? Jam berapa sekarang?" oceh Tiara mencoba untuk berdiri.


"Awawawww!" pekik Tiara.


"Kenapa, Ra?"


"Kak Bayu, kakiku kesemutan." keluh Tiara, Baya dengan sigap bangkit dari ranjang dan membopong tubuh Tiara lalu membawanya keranjangnya.


"Apa yang kakak lakukan? Aku harus turun untuk membantu mama!"


"Harusnya aku yang marah pada kak Bayu!"


"Kenapa begitu?"


"Kak Bayu lupa kejadian semalam?"


"Kejadian semalam? Kejadian apa? Apa aku melakukan sesuatu padamu? Apa aku menyakitimu?"


"Tentu kakak menyakiti hatiku. Kak Bayu semalam pulang larut, dan yang lebih parah kak Bayu mabuk padahal selama ini yang Tiara tahu kakak tidak pernah minum minuman sialan itu."

__ADS_1


"Maafkan aku, Ra! Aku akan membersihkan tubuhku terlebih dulu!"


"Kak Bayu, kita telah menikah bukan? Bisakah kak Bayu sedikit terbuka padaku? Aku hanya ingin kakak mengatakan apa yang kakak rasakan, aku tidak menuntut kakak untuk mencintaiku karena aku tahu kakak hanya mencintai kak Mutia."


"Ok. maafkan aku telah membuatmu khawatir, Tiara."


"Kak tunggu! Katakan padaku apa yang membuatmu sampai harus meneguk barang haram itu?"


"Ra, aku tidak sadar jika semalam aku pergi ketempat itu dan terlalu banyak minum, aku akan membersihkan diriku dulu, kamu turunlah jika ingin membantu mama."


_____


"Anak mama baru bangun."


"Dimana Mutiara, ma?"


"Dikamar sama papa kamu. Ra, apa kamu habis nangis? Kenapa nak? Apa nak Bayu menyakitimu?"


"Tidak mama, tadi Tiara hanya kelilipan saat beresin kamar kak Bayu." jawabku bohong.


"Benar begitu?" tanya mama ragu.


"Iya mama." ucapku lalu membantu mama memotong beberapa sayuran dan mencucinya lalu menggoreng ayam dan ikan juga memasak nasi. Lalu, aku pamit kekamarku untuk mandi.

__ADS_1


__ADS_2