Mutiara Untuk Bayu

Mutiara Untuk Bayu
Sorot Mata


__ADS_3

Setelah memandikan Mutiara dan mendandaninya aku membawanya kekamar kami. Ya, kamar aku, Mutiara, dan kak Bayu.


Saat aku membuka pintu, aku melihat kak Bayu sedang duduk disisi ranjang sibuk dengan memangku laptopnya. Aku menidurkan Mutiara disamping kak Bayu lalu pergi kekamar mandi.


"Oeee. Oeee. Oeee!" tangis Mutiara terdengar sangat keras.


"Mutiara sayang, kenapa nak? Gak mau ditinggal mama, ya? Mutiara ikut papa dulu, ya? Sssttttt!" ucap kak Bayu mencoba menenangkan Mutiara namun masih saja tetap menangis meski telah digendongnya juga.


"Tiara, buruan mandinya! Mutiara nangis terus ini gak mau diam!" teriak kak Bayu sambil menggedor pintu kamar mandi.


"Mutiara sayang, putri cantiknya papa Bayu yang ganteng. Sssttttt, cup sayang. Anak papa kan pinter, ya?" ucapnya yang bingung melihat Mutiara masih menangis.


"Tiara keluarlah dulu! Aku tidak tega melihatnya menangis terus seperti ini!" teriaknya lagi didepan pintu kamar mandi. Aku keluar hanya dengan memakai handuk yang melilit ditubuhku karena saat masuk kamar mandi tadi memang tidak membawa baju ganti.


"Kak Bayu, apa tidak bisa membuatnya tenang sebentar saja?" ucapku hendak mengambil alih Mutiara, namun kak Bayu melihatku dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Kenapa melihatku seperti itu? Tunggu, aku akan memakai bajuku dulu!" ucapku setelah menyadari keadaanku yang setengah telanjang.

__ADS_1


"Tenangkan dia dulu! Aku akan pergi keruang kerjaku!" ucap kak Bayu menyerahkan Mutiara kepadaku dan keluar kamar.


_____


Diruang kerja, Bayu mendudukan tubuhnya dikursi kerja dengan sangat kasar.


"Aku lelaki normal, naif jika aku tak tergoda melihatnya." teriaknya yang tak mungkin terdengar dari luar.


"Kalian berdua kembar identik, bagaimana aku akan bisa melupakanmu, Mutia? Aku takut melukai hati adikmu. Setiap aku dekat dengannya aku merasakan kehadiranmu, tapi sikapnya tidak akan bisa sama sepertimu. Mungkin aku tak akan pernah merindukan wajahmu, karena aku selalu melihatmu pada diri Mutiara dan Tiara yang setiap saat bersamaku, tapi sosokmu yang sangat aku rindukan Mutia, cintamu, kasih dan sayangmu, perhatianmu, tingkah konyolmu, tawamu, semuanya yang ada pada dirimu aku sangat merindukannya, dan tidak mungkin bisa aku dapatkan dari Tiara." jerit hati kecil Bayu memandangi foto kedua gadis yang menjadi istrinya itu.



_____


'Aku bisa melihat kesedihan dari sorot matamu, kak Bayu.' gumamku dalam hati.


"Tuan, nyonya, makan malam sudah siap." ucap mbok Sumi, memaksa kami untuk saling memutuskan pandangan satu sama lain.

__ADS_1


"Baik." ucap kak Bayu datar, mbok Sumi segera kembali dengan tugasnya.


Kak Bayu mulai melangkahkan kaki tanpa menatapku apalagi mengajakku. Aku dengan kesal mengekor dibelakangnya dan mulai menuruni anak tangga.


"Lihatlah sayang, papamu kembali beku bak es balok, bersikap dingin pada mamamu." bisikku pada Mutiara yang jelas tak akan memberiku respon.


_____


Dimeja makan telah tersaji beberapa menu makan malam, aku meletakkan Mutiara dikereta dorongnya lalu mendudukkan diriku dihadapan kak Bayu yang terdiam menatapku, aku sadar akan hal itu dan mengambilkan nasi serta lauk pauk dipiringnya lalu menaruh piring itu dihadapannya dengan pelan, aku pun melakukan hal yang sama untuk diriku sendiri lalu kami mulai menikmatinya.



'Kenapa rumah mendadak sepi? Kemana semua pelayan? Mengapa aku tidak bisa melihat salah satu dari mereka, bahkan mbok Sumi yang tadi baru saja memanggil kami sudah tidak terlihat lagi batang hidungnya.' batinku memperhatikan tiap sudut rumah.


"Kak, kemana para pelayan? Kenapa tidak ada yang terlihat satupun disini!" tanyaku memberanikan diri, setelah sekian lama hening.


"Aku selesai makan, kamu lakukan tugasmu sebagai istri! Aku akan membawanya kekamar." ucapnya yang telah menggendong Mutiara berjalan menuju tangga.

__ADS_1


"Dasar es balok! Selalu saja berbuat semaunya, membuatku ingin menggigitnya saja! Heh, menggigitnya? Stupid! Sadarlah Tiara! Lakukan tugasmu sebagai istri yang baik, dan segeralah tidur!" umpatku kesal, lalu aku mulai membereskan meja makan dan mencuci piring kotor bekas kami makan baru saja.


__ADS_2