
Selesai dengan urusan dapur, aku segera pergi kekamar untuk istirahat, tapi saat sampai didepan pintu aku berhenti.
"Apa kak Bayu sudah tidur? Apa aku harus tidur disisinya? Seranjang dengannya? Dengan es balok? Oh, kakak!" ucapku lalu membuka pintu sedikit mengintip keadaan didalam.
"Syukurlah dia sudah tertidur." ucapku lega, aku mulai melangkah dan menutup pintu kembali lalu mengambil posisi tidurku miring menghadap Mutiara.
"Dia terlihat lebih tampan kalau sedang tidur." ucapku terpesona saat melihat wajah damai kak Bayu yang juga menghadap Mutiara.
_____
"Selamat pagi putri kecil mama! Pinternya anak mama, bangun tidur tidak nangis, ya?" ucapku menciumi pipi gembulnya.
"Sudah bangun? Telponlah mama, dia sangat merindukanmu dan Mutiara!" ucap kak Bayu memgagetkanku.
'Kak Bayu sudah rapi, apa dia akan pergi kekantor?' batinku melihatnya rapi dengan kemeja dan celana panjang yang melekat ditubuhnya.
Kak Bayu mendudukan tubuhnya disisi ranjang dan mendangku. "Iya, aku lupa menelpon mama! Dia pasti sangat kecewa denganku sekarang." ucapku mengambil ponsel yang ada diatas nakas tanpa tahu arti senyuman kak Bayu beberapa detik lalu.
__ADS_1
"What? Perasaan aku tidak pernah mengambil foto ini." ucapku mengerutkan dahi saat melihat layar ponsel yang telah menyala, aku menatap tajam kak Bayu yang tersenyum padaku.
"Kenapa? Bukankah foto itu lebih indah daripada foto mantan pacarmu itu?" ucapnya dengan menyisir rambut, memperhatikanku melalui pantulan cermin.
Flasback On [Bayu POV]
Drttttt
Drttttt
"Ponsel Tiara, siapa yang menelponnya tengah malam begini?" kesalku merasa terganggu.
"Tiara sudah tertidur, aku tidak mungkin membangunkannya, dia terlihat tidur sangat nyenyak sekali." ucapku melihat Tiara, lalu menggeser kesamping icon berwarna hijau pada layar ponsel.
"Tiara sayang, kamu sampai larut belum menelpon mama, nak. Mama sangat merindukanmu dan juga Mutiara." ucap mama, saat ponsel telah menempel ditelingaku.
"Ma, ini Bayu. Tiara sudah tidur mungkin dia kelelahan, sampai lupa untuk menelpon mama."
"Ya sudah, tidak apa nak Bayu, maaf sudah mengganggu tengah malam begini."
__ADS_1
"Iya ma, tidak apa-apa. Besok pagi Bayu suruh Tiara untuk segera telpon mama. Sekarang mama istirahat dulu! Salam untuk papa, ma."
"Baiklah, terimakasih nak." ucap mama lalu memutuskan panggilan.
Baru saja Bayu akan meletakan kembali ponselnya, tapi ia melihat layar ponsel yang membuatnya kalut.
"Aku tahu kamu mencintainya. Ya, aku tahu itu. Tapi, kamu harus ingat Ra, kamu milikku dan Mutiara sekarang." ucapku memandang Tiara yang tertidur pulas lalu kembali menatap layar ponsel. Aku baru menyadari tangannya menggenggam tanganku yang satu diatas kepala Mutiara aku memperhatikannya kembali.
"Ini akan menjadi wallpapper yang sangat indah bukan?" ucapku lalu mengambil beberapa foto kami bertiga lalu menjadikan salah satunya wallpapper diponsel Tiara. Aku melepas tangannya perlahan, bangkit dari ranjang, berjalan menuju sisi ranjang tempat dimana Tiara tidur, lalu menaruh ponselnya diatas nakas dan kembali tidur ditempatku tadi.
"Setidaknya dia akan melihat wajah Mutiara dilayar ponselnya." ucapku lalu lelap kembali menuju alam mimpi.
Flashback Off
"Kakak menyentuhnya? Kenapa bisa menggantinya?" ucapku tak percaya pada kebodohanku sendiri. Tentu, kak Bayu mengetahui sandinya dengan sangat mudah, tanggal lahir aku dan kak Mutia kan sama.
"Jika kamu tidak menyukainya hapus saja! Tapi, kamu harus belajar menerima bahwa aku suamimu sekarang dan Mutiara putrimu, dan pernikahan kita sah!" katanya sukses membungkam mulutku.
Aku berniat untuk menelpon mama namun aku mendengar bel rumah berbunyi. Belum sempat aku bertanya pada kak Bayu, dia sudah keluar dengan terburu-buru.
__ADS_1
"Siapa yang bertamu sepagi ini? Tidak sopan! Bukankah ini rumah baru?" gerutuku mulai berjalan masuk kamar mandi.