
Tiara keluar dari kamar mandi dan meletakkan putrinya diatas ranjang.
"Kemana dia?" ucap Tiara saat tak menemukan Bayu dikamarnya.
"Kenapa tidak ada disini?"
"Papamu memang sangat menyebalkan sekali! Tapi, kamu tidak boleh membencinya, cukup hanya mama saja yang membencinya, ya?" ucap Tiara mencium kening Mutiara setelah selesai mendandaninya.
"Mutiara main sama grandma and grandpa dulu, ya?" Tiara hendak keluar kamar, namun ia melihat sepasang sepatu dimatanya. Ia pun segera melihat siapa orang itu.
"Kamu disini? Sedang apa? Dan sejak kapan? Kenapa tidak masuk?" ucap Tiara penuh penekanan.
"Kenapa? Aku menyebalkan? Dan kamu membenciku?" Tiara terus saja melangkah mundur karena Bayu terus melangkah maju, hingga membuat istri dan putrinya terduduk disofa.
"Kak Bayu berhenti! Aku tadi hanya sedang bercanda dengan Mutiara. Aku akan menitipkan Mutiara kepada mama dan papa. Kakak menyingkirlah!" Bayu terus saja mendekat membuat Tiara merasa tidak nyaman. Bayu meletakkan kedua tangannya pada sandaran sofa dan berbisik tepat ditelinganya membuat istrinya itu memejamkan kedua bola matanya.
"Apa kamu pikir aku tidak merindukannya?" tanya Bayu membuat Tiara merasa geli karenanya. Bayu tersenyum getir melihat reaksi istrinya yang demikian.
"Cepat pergilah mandi! Lihat Mutiara, mamamu kucel dan bau asem! Mutiara ikut papa dulu, ya?" Bayu membawa putrinya diteras balkon menikmati keindahan sore Bali.
_____
Kini, Tiara sudah rapi dan telah bersiap untuk pergi. Entahlah, Bayu akan membawa seluruh keluarganya pergi kemana lagi.
"Kak Bayu, jadi kita pergi sekarang?"
"Iya. Kamu panggil mama dan papa gih!" perintah Bayu pada istri.
"Apa harus aku? Kita akan pergi kemana?" Bayu segera menuju kereta dorong Mutiara dan membaringkannya disana kemudian mendorong kereta putrinya perlahan kekamar oma dan opanya.
"Ish! Sungguh suami yang sangat menyebalkan! Tinggal jawab saja apa susahnya coba?" gerutu Tiara menyambar tasnya dan segera keluar kamar menyusul suami dan putrinya.
Kini mereka telah berada dimobil dan bersiap untuk melakukan perjalanan. Tiara mendudukan diri disamping Bayu yang mengemudi, sembari memangku Mutiara. Sedangkan di kursi belakang ada para tetua mereka.
"Bay? Kita mau kemana, nak?"
"Nanti papa juga akan tahu."
"Sudahlah, mas Surya ikuti mau anak saja." ucap papa Ali.
"Mbak Mila, kalau besok kita pergi spa saja bagaimana? Kan, hari terakhir di Bali, pasti capek habis jalan-jalan terus, mending pergi perawatan dan memanjakan tubuh. Setuju?" tanya mama Sekar pada mama Mila.
__ADS_1
"Boleh. Ide bagus itu mbak Sekar."
"Lhah, kok malah pada mau pergi spa? Terus kita para lelaki mau apa?" protes papa Surya.
"Biarkan saja, pa! Nanti kita para lelaki juga akan buat acara sendiri." ujar Bayu yang memperhatikan melalui kaca spion depan mobilnya.
"Lihat mbak! Lelaki jaman sekarang tidak mau kalah dari istri." celoteh mama Sekar. "Memang kalian para lelaki mau pergi kemana? Awas ya kalau berani macem-macem dibelakang mama, pa." imbuh mama Sekar.
"Macam-macam gimana, ma? Mama ada-ada saja. Berfikiran yang positif dong, ma! Lagipula, Bayu tidak akan menyesatkan kedua papa Bayu kok." ucap Bayu.
Mereka terus saja berdebat dan bercanda ria didalam mobil. Namun, tidak dengan Tiara yang sedari tadi terus saja diam, Bayu hanya meliriknya saja beberapa kali. Hingga ia mengerem mobil secara tiba-tiba dan hal itu sukses membuat semua orang yang didalamnya berteriak cukup keras, bahkan membuat Mutiara sampai terbangun dan menangis.
"Kak Bayu ada apa? tanya Tiara dengan suara gemetar pasalnya dia sendiri masih syok. "Tenang Mutiara sayang, papa tidak sengaja mengagetkanmu." ucap Tiara mencoba menenangkan putrinya dan menciumnya berulang kali penuh rasa kasih sayang tulus.
"Maaf. Apa Mutiara baik-baik saja?" tanya Bayu cemas melihat putrinya menangis tak henti-hentinya.
"Iya kak. Apa kak Bayu lelah? Biarkan Tiara atau papa saja yang membawa mobil."
"Tidak-tidak. Tadi, aku hanya melihat kucing yang melintas dan aku juga kaget, makanya jadi ngerem mendadak."
"Nak Bayu, Pelan-pelan saja! Yang penting kita semua selamat sampai tujuan." ucap papa Ali mengingatkan.
"Iya pa. Kita lanjut jalan lagi." ujar Bayu.
_____
Mereka telah sampai tempat tujuan. Ya, kini mereka telah berada di The St Regis Bali Resort, Nusa Dua. Mereka semua masuk dalam restaurant bergaya Eropa masa lalu, King Cole Bar.
Disana, mereka dibuat seperti Ratu dan Raja, sebab mereka disuguhi jamuan high tea oleh pelayan-pelayan bersarung tangan putih, sembari mendengarkan alunan musik nan syahdu dari piano klasik.
High tea sendiri merupakan tradisi khas masyarakat Inggris. Tak hanya disuguhi teh, Bayu juga memesan segelas cocktail andalan St. Regis, Bloody Mary, yang membuat setiap langkahnya akan terasa lebih ringan, tak lupa juga ia mengambil beberapa aneka makanan kecil buatan pastry chef kelas dunia yang disajikan secara prasmanan.
"Kak Bayu, aku ingin minum yang ini!" Tiara menyaut cocktail milik Bayu dan meminumnya.
"Minuman apa ini? Kenapa rasanya sangat aneh?" Tiara memberikan minuman itu kembali pada suami yang malah tersenyum licik melihat ekspresinya.
__ADS_1
"Siapa yang menyuruhmu meminumnya, sayang?" tanya Bayu mengelus pelan rambut istrinya.
'Hello? Kak Bayu baru saja memanggilku sayang? Benar-benar pria sulit ditebak!' ucap Tiara bertanya dalam hati lalu memberi senyuman termanisnya pada semua orang yang ada dimejanya. 'Menyebalkan!' batin Tiara kembali mengumpat sembari menatap Bayu, sang suami.
"Mama, papa, kalau kalian mau yang lain boleh ambil sendiri lagi ya!" tutur Bayu agar orang tuanya tak perlu sungkan.
"Oh. Siap nak Bayu." jawab papa Ali.
"Nak Bayu, memang disini ada apa? Kenapa mengajak kita kemari? Kalau hanya mau menikmati secangkir teh saja kita bisa meminumnya dirumah." tanya mama Mila.
"Iya. Menantu mama ini . . .." Belum selesai Tiara bicara, Bayu langsung menatap sangar Tiara yang membuatnya bungkam seketika.
"Kita akan pergi setelah selesai makan. Lagipula, kita kemari untuk liburan bukan? Apa salahnya sekalian mampir kemari?" Bayu dan yang lain menikmati kembali teh dan kuenya.
"Kemana lagi?" tanya Tiara menatapnya lelah.
"Nonton!"
"Bioskop?" saut Tiara.
"Tentu bukan, sayang!"
"Lalu?" Kali ini mama Sekar yang dibuatnya penasaran.
"Mama kepo nih, pa!" ucap Bayu mengadu pada sang ayah tercinta.
"Dari dulu, Bay!" jawab papa Surya sok cuek.
"Tapi, papa cinta juga kan ya?" ledek mama Sekar mempertanyakan.
"Jika tidak cinta, bagaimana Bayu bisa hadir dikehidupan kita?" lagi-lagi mereka tertawa tanpa mengetahui diamnya Tiara.
Mereka telah kembali berada dimobil dan siap melakukan perjalanan. Ya, setelah merasa cukup puas menikmati sajian di The St Regis Bali dan bercanda ria serta mengobrol bersama keluarga, Bayu mengajak seluruh keluarganya menuju tempat berikutnya.
.
.
.
.
__ADS_1
Author tiada henti meminta dukungan readers semua. Jangan lupa like, komen dan vote. Buatlah author rajin up karena komen positif dari kalian. Thx all
Happy reading