
Soekarno–Hatta International Airport
"Mama, papa, hati-hati. Jaga kesehatan." ucap Bayu memeluk kedua orang tuanya bergantian.
"Mama Sekar, Tiara akan sangat merindukan mama dan papa." ucap Tiara memeluk mertuanya.
"Sayang, mama titip anak dan cucu mama ya!"
"Tentu. Itu sudah pasti Tiara lakukan, ma. Mama tidak perlu khawatir."
"Mbak Mila, mas Ali, kami berdua pamit pergi dulu. Tolong jaga meraka untuk kami." ucap mama Sekar yang kemudian masuk untuk check in, tak lupa ia menengok kebelakang dan melihat orang yang mereka sangat sayang telah menghilang dari pandangan matanya.
_____
Dimobil, Mutiara sedari tadi terus saja menangis, membuat Bayu tidak konsentrasi menyetir.
"Tiara, ada apa dengannya? Kenapa tidak berhenti menangis sedari tadi?" tanya Bayu cemas.
"Kak Bayu fokus menyetir saja! Mutiara hanya akan tidur makanya rewel begini."
"Ra, coba dikasih susu ini mungkin dia haus juga." saran mama Mila sembari memberikan botol susu milik Mutiara. Tiara memberikan susu itu dan membuatnya sedikit tenang.
"Kamu haus ya, nak? Atau sedih ditinggal opa sama oma pergi?" ucap Tiara.
"Nak Bayu, kita turun didepan saja ya!"
"Loh kok gitu, ma? Kenapa, ma?" tanya Bayu.
"Nak Bayu, Mutiara mungkin lelah jadi kalian langsung pulang kerumah saja tidak perlu mengantar kami berdua." jawab mama Mila.
"Tidak ma, kami akan mengantar mama dan papa sampai rumah. Lihat, Mutiara sudah lebih tenang sekarang malah sampai tertidur lagi." tutur Bayu melirik pada buah hatinya dan istri.
"Baik, nak Bayu."
Setibanya dirumah papa Ali dan mama Mila, mereka pun turun. Bayu mengeluarkan koper dan beberapa box oleh-oleh kemarin dibantu papa Ali. Sementara mama Mila tengah sibuk membukakan pintu.
"Papa, mama, Tiara dan kak Bayu langsung pamit pulang ya?" ucap Tiara.
__ADS_1
"Kenapa buru-buru, sayang? Tidurkan dulu Mutiara disini, kasihan dia kelamaan dimobil." Tiara memandang kearah Bayu sebentar.
"Lain kali saja ma, pa, kalian pasti juga perlu istirahat." ucap Bayu.
"Ya sudah, kalau begitu. Kalian hati-hati dijalan! Jangan ngebut ya, nak Bayu!" titah papa Ali.
"Iya pa, ma, kami permisi pulang." ucap Bayu menjabat dan mencium punggung tangan kedua mertuanya.
_____
Selama diperjalanan keduanya hanya saling diam dan curi pandang antara satu sama lain. "Kenapa menatapku seperti itu?" tanya Bayu yang menangkap basah Tiara sedang memanginya.
"Tidak! Aku tidak sedang menatapmu." elak Tiara.
"Kenapa? Marah sama aku?" Tiara enggan menjawab dan lebih memilih memandang luar jendela yang membuatnya seketika merasa pusing karena Bayu tiba-tiba menambah laju kecepatan mobilnya.
"Kak Bayu, jangan bertikah seperti anak kecil! Ingat kalau Mutiara semobil denganmu saat ini!" Bayu yang tersadar segera memperlambat laju mobilnya, seketika suasana kembali hening.
_____
Sesampainya dirumah, Tiara langsung masuk tanpa menunggu Bayu yang masih setia tinggal didalam mobil.
"Selamat sore!" ucap seseorang.
"Sore. Anda siapa dan ada perlu apa datang kemari?" tanya Tiara pada orang asing yang belum pernah dilihatnya sama sekali.
"Anda pasti istrinya Bayu." jawabnya dengan yakin. Tiara hanya membalas dengan anggukan pelan.
"Rendy? Kamu sudah datang?" ucap Bayu yang telah sampai diruang tamu. "Apa sudah dari tadi?" imbuhnya.
"Baru saja, bos bro Bay." jawab Rendy santai.
"Baiklah. Ayo ikut keruang kerjaku!" ucapnya menarik kerah kemeja belakang Rendy.
'Orang ini! Terus saja menatap wajah Tiara!' gumam Bayu dalam hati.
"Tiara, suruh mbok Sumi antarkan minuman keruang kerja!" perintah Bayu sebelum berlalu. Rendy terus saja menengokkan kepalanya, terus berusaha untuk tetap bisa melihat wajah Tiara.
__ADS_1
_____
"Hey! Pak bos bro Bay, apa yang kau lakukan padaku? Kau pikir aku ini kucing peliharaanmu? Seenaknya saja menarik bajuku." ucap Rendy setelah terduduk disofa ruang kerja Bayu.
"Aku tidak sudi memelihara kucing sepertimu! Dasar pria mata kranjang!" ledek Bayu.
"Apa katamu? Dia sangat cantik Bay. Aku langsung jatuh hati pada pandangan pertama."
"Tutup mulutmu! Ingat, Tiara adalah istriku! Jangan berani menatapnya seperti tadi apalagi macam-macam padanya!" tegas Bayu.
"Aku juga tahu dia istrimu. Tapi Bay, kenapa wajahnya kayak mirip sama mantan istri kamu ya?" ucapnya terlihat bodoh menurut Bayu. Tentu, meski mereka telah berteman lama tapi dia tidak pernah melihat atau bertemu secara langsung dengan Mutia mantan istri Bayu. Bahkan pada hari pernikahan Bayu setahun yang lalu, dia tidak hadir karena harus menghandle pekerjaan Kantor selama beberapa hari diluar negeri menggantikan Bayu. Dan dipernikahan yang kedua pun ia lagi-lagi tak bisa hadir kembali dengan alasan yang sama pula.
"Lupakan masalah Tiara! Mana berkas yang aku minta tadi?" Rendy menyodorkan beberapa berkas pada bos nya itu dan melupakan tentang nyonya Bayu. Tak lama kemudia mbok Sumi datang dengan dua cangkir kopi dan beberapa potong kue.
_____
Malam harinya dikamar, terlihat Tiara baru saja keluar dari kamar mandi. Ia menyisir rambut kemudian mendekat pada Mutiara yang telah tertidur disamping Bayu.
"Mau kamu bawa kemana Mutiara?" ucap Bayu saat melihat Tiara mengendong tubuh mungil putri kecilnya yang sedang tidur nyenyak.
"Kamar tamu. Papa Surya dan mama Sekar sudah tidak tinggal disini lagi dan aku tidak perlu sekamar lagi dengan kak Bayu! Drama berakhir!" Bayu yang mendengar pernyataan Tiara begitu terkejut.
"Drama? Jadi selama ini? Tiara, apa maksudmu? Kita ini suami istri sah menurut hukum dan juga agama. Ayo cepat tidur! Ini sudah larut!" Tiara masih saja diam tanpa kata. Bayu merasa kesal mengambil alih Mutiara dari tangannya.
"Jika kamu memang sangat ingin tidur dibawah, maka pergilah sendiri!" ucap Bayu murka. Tiara melangkahkan kaki hendak keluar kamar.
"Jika sudah keluar, maka jangan pernah berani sesekalipun masuk kamar ini lagi! Mbok Sumi yang akan membereskan dan mengantar semua barangmu besok pagi!" ucapan itu membuat nyali Tiara menciut dan ia harus mengurungkan niatnya.
Tiara mengunci pintu dan berbaring disamping Mutiara. Namun, ia memilih untuk membelakangi Mutiara dan Bayu.
.
.
.
.
__ADS_1
Ini harusnya sudah dari kemarin mau author up, tapi karena belum direvisi ya terpaksa tertahan dulu
Happy reading all