
5 Years Later,
Tiara terlihat sedang sibuk menata beberapa menu makanan di meja makan. Setiap hari libur, Tiara yang akan menyiapkan makanan untuk keluarga kecilnya seperti yang dilakukannya pagi ini.
"Muti! Kemari sayang kita sarapan dulu." ucap Tiara yang baru melihat putrinya turun dari tangga.
"Selamat pagi, mommy." ucapnya sambil memeluk erat perut Tiara.
"Anak pintar sudah bangun, dimana daddy? Muti tidak membangunkan daddy?"
". . .." tidak ada jawaban.
"Lhoh, kok diam saja anak mommy ditanya? Kenapa sayang? Lagi berantem ya, sama daddy?"
"Daddy nyebelin mommy. Muti sebel sama daddy!"
"Sayang, Muti tidak boleh berkata begitu pada daddy, itu tidak baik sayang. Muti mau kan baikan sama daddy dan janji gak pake ngambek-ngambekan lagi kayak sekarang?" Mutiara hanya menganggukkan kepala saja.
"Pinter, sekarang Muti panggil daddy dan kita sarapan bersama."
"Ok mom." Mutiara berlalu ke Kamar Bayu. Tiara bahagia melihat putrinya tumbuh menjadi anak yang pandai. Tahun ini ia duduk dibangku SD karena memang Mutiara tidak mau masuk TK. Tiara sangat bahagia melihat keluarga kecilnya sekarang. Ditambah lagi hubungannya dengan Bayu yang semakin hari semakin baik dan dekat.
"Daddy bangun!" ucap Mutiara saat mencoba membangunkan daddynya.
"Daddy bangun! Mommy sudah menunggu di meja makan. Ayo bangun daddy, kita sarapan! Daddy!" Mutiara berteriak ditelinga Bayu sontak membuat Bayu mendudukan tubuhnya sambil mengucek mata. Mutiara yang melihat segera berlari keluar menuju Tiara dan memeluknya begitu erat.
"Ada apa sayang?" tanya Tiara.
"Selamat pagi, sayang?" Bayu mendekat, mencium kening dan bibir Tiara setelah rapi keluar dari kamarnya.
"Pagi juga, daddy." jawab Tiara dengan senyuman manisnya.
"Daddy tidak ingin mencium Muti seperti mencium mommy tadi?" tanya Mutiara yang kini telah melepaskan pelukannya pada Tiara.
"Tiara sayang, lihatlah! Putri kita ini sangat menggemaskan, bahkan dia cemburu padamu. Sayang dia mommy-mu. Dan, apa yang kamu lakukan pada daddy barusan?" Bayu seketika menggendong putrinya dan menciumnya berulang kali. Hingga membuat putrinya merasa geli dan meronta.
"Daddy! Muti masih marah karena semalam daddy tidak membacakan dongeng untuk Muti!"
"Kamu seperti mommy saat sedang marah, sayang." ucap Bayu.
Tiara Melotot.
"Ehm, jadi ini alasan anak mommy ngambek sama daddy?" saut Tiara menarik hidung Mutiara yang masih berada digendongan Bayu.
"Iya mommy, Muti menunggunya hingga tertidur larut dan tanpa mendengarkan dongeng." Mutiara menjawab sembari mengelus hidungnya yang memerah.
"Maafkan daddy. Daddy sedang banyak pekerjaan di Kantor, sayang. Ini juga untuk masa depan Mutiara nantinya."
__ADS_1
"Baiklah. Muti maafkan. Tapi, hari ini Muti ingin jalan-jalan, daddy." pinta Mutiara manja.
"Kemana? Mommy and daddy janji pasti bakal antar kemana saja Muti ingin pergi hari ini." ucap Bayu bertanya.
"Grandma and grandpa's house. Tapi, Muti ingin jalan-jalan ke Mall dulu dan menginap untuk beberapa hari di rumah grandpa and grandma." jawab Mutiara dengan penuh semangat. Ya, meski baru usia lima tahun lebih sedikit ia sudah fasih berbicara bahasa inggris.
"Baik, kita akan pergi. Tapi, sekarang kita harus sarapan dan mandi dulu. Ayo!" ucap Tiara yang telah menyiapkan makanan dipiring masing-masing dan mereka duduk.
"Mommy, lusa nanti Muti ada lomba baca puisi jadi Mommy and Daddy harus datang!"
"Jadi, anak daddy akan tampil diatas panggung?"
"Tentu daddy, Muti akan buat bangga mommy and daddy nanti."
"Anak pintar, sekarang habiskan makanannya dulu sayang! Daddy juga cepat habiskan makanannya!"
"Mommy, mommy, nanti kalau Muti sudah besar kayak mommy, Muti juga mau jadi Dokter kayak mommy."
"Tentu, sayang. Asal, Muti mau belajar dengan giat dan bersungguh-sungguh."
"Siap mommy."
_____
Bayu membawa mobilnya menuju salah satu Mall yang searah dengan rumah papa Ali. Mereka berencana bermalam disana, karena putri kecilnya sangat merindukan grandpa and grandmanya.
"Yey! Mommy, ayo cepat kita masuk!"
"Sayang, jangan terburu-buru, nak." Muti telah berlari masuk Mall. Meninggalkan Bayu dan Tiara dibelakang.
"Muti jangan berlari, sayang. Nanti kalau jatuh atau sampai terpisah dari mommy dan daddy bagaimana?" ucap Tiara saat berhasil mengejar Mutiara.
"Ok mommy." Muti menggandeng tangan Bayu dan Tiara. Mereka berjalan santai sambil memutar mata mengamati setiap barang yang tersedia didalamnya.
"Mommy, daddy, Muti mau boneka."
"Muti mau yang mana?"
"Muti lihat-lihat dulu ya, mom?"
"Jangan jauh-jauh sayang!" teriak Tiara.
"Kak, Kak Bayu tolong awasi Muti aku ingin pergi sebentar." pamit Tiara.
"Kemana sayang?"
"Kakak pasti lupa."
__ADS_1
"Apa?"
"Mom and dad's wedding anniversary. Aku akan mencari kado untuk mereka berdua."
"Tunggu Muti kembali, sayang. Kita carikan mereka kado bersama."
"Kak Bayu, Muti pasti lama, kita juga harus mampir toko kue nanti. Ini sudah sangat siang."
"Ya sudah. Aku dan Muti akan segera menyusulmu nanti."
"Jangan sampai hilang anaknya!" ucap Tiara membuat Bayu mencium kening istrinya lalu mengangguk pelan. Tiara mulai melangkahkan kaki menjauh dari tempatnya.
Mutiara terlihat akan mengambil boneka yang terletak diatas. Ia tidak cukup terlalu tinggi untuk bisa meraihnya. Tiba-tiba seseorang mengangkat tubuhnya. Ia segera mengambil boneka yang dia ingin.
"Thank you, uncle." ucap Mutiara saat telah kembali diposisi awalnya.
"Sama-sama cantik." ucap lelaki itu mengelus rambut Mutiara.
"Kak, aku sudah membayarnya! Ayo kita pergi sekarang!" ucap seseorang wanita yang pasti datang bersama lelaki itu.
"Ok. Cantik, uncle pergi dulu, cantik kembalilah pada orang tuamu!" Muti menatap keduanya yang telah melangkah pergi.
"Muti sayang sudah dapat boneka yang diingin? Sayang, kamu lagi lihat apa?" tanya Bayu pada putrinya yang tengah melamun.
"Daddy, tidak. Mana mommy, dad? Ayo kita bayar boneka ini, daddy!" mereka pergi kekasir dan membayar bonekanya. Bayu menghubungi Tiara yang kini berada dilantai tiga dan segera menyusulnya bersama Mutiara. Namun karena tak menemukannya mereka hanya memutari lantai 3 tersebut.
"Daddy, dimana mommy? Muti lelah terus berputar disini lagi. Ayo pulang daddy, Muti sangat lelah!" keluh Mutiara.
"Anak daddy lelah? Sini biar Daddy gendong. Kita pulang jika sudah menemukan mommy."
"Kak Bayu!"
"Kamu dari mana saja, sayang? Aku mencarimu, bahkan Muti sampai kelelahan karena tak kunjung menemukanmu dan terus saja berjalan."
"Maaf kak Bayu, tapi aku sudah membeli kado untuk mama dan papa, jadi ayo kita pulang sekarang!" ucap Tiara bergelayut manja di lengan Bayu.
'Ada apa denganmu, Tiara? Tidak biasanya kamu bersikap seperti ini.' gumam Bayu dalam hati.
.
.
.
.
Nah readers, kenapa tuh si Tiara tumben manja sama Bayu?
__ADS_1