
Teman-teman bantu vote MuB ya biar author semangat nulisnya, syukur-syukur dapat Rangking deh :)
Terimakasih dan happy reading
_____________________________________
Aku membuka mataku, melihat jam, lalu segera bangkit dari kasur menuju kamar mandi.
"Kak Bayu didalam? Buruan kak! Tiara sudah kesiangan ini!" teriakku menggetuk pintu kamar mandi.
Ceklek! suara pintu terbuka.
"Kak Bayu kenapa tidak bangunin Tiara? Kak Bayu kan tahu, Tiara harus pergi ke Klinik mulai pagi ini!"
"Tadi tidurmu sangat nyenyak." jawabnya. Aku langsung menerobos pintu kamar mandi dan menguncinya.
Setelah selesai mandi, aku dandan dan bersiap pergi berangkat ke Klinik.
"Tunggu! Bagaimana aku akan pergi ke Klinik?" ucapku saat sadar kalau mobilku masih dirumah papa Ali.
"Berangkatlah bersamaku, Ra!" ucap kak Bayu yang sedang memakai sepatu fantofel-nya.
"Tapi, kan kak Bayu tidak searah denganku! Lagi pula kakak hampir telat juga kan?" balasku sambil menyisir rambut.
"Ya sudah, biar diantar pak Somad saja! Tapi, nanti pulangnya aku yang jemput!" ucapnya melingkarkan kedua tangannya dileherku dan memandang wajahku dari pantulan cermin, membuatku tidak nyaman, karena mendadak wajahku terasa panas dan pipiku merah.
"Kak Bayu tidak perlu repot-repot, nanti aku akan pulang naik taxi dan mengambil mobilku dirumah mama Mila." ucapku menyingkirkan tangan kak Bayu, lalu berdiri menghindar darinya.
"Tidak perlu! Biar saja mobilmu disana. Disini kan ada banyak mobil dan lagi ada pak Somad yang memang khusus mengantarmu kemanapun. Tapi, karena papa dan mama disini, biar saja dulu pak Somad mengutamakan mereka, jika mereka ingin jalan-jalan dengan Mutiara, semantara kamu bareng sama aku dulu."
"Aku bisa pakai salah satu mobil kak Bayu saja?" ucapku, karena sebenarnya setelah pulang aku ingin mampir kemakam kak Mutia.
"Boleh, tapi tidak dengan hari ini! Mobil untukmu masih diservis. Sudah, ayo sarapan lalu berangkat bersamaku!" ucapnya keluar kamar, aku menyahut tas yang ada disofa lalu keluar kamar dan menutupnya rapat.
"Mobilnya kan tidak hanya ada satu atau dua! Kenapa pelit sekali meminjami salah satu dari sekian banyak mobil koleksinya untuk istri sendiri?" gerutuku kesal saat mengingat beberapa waktu lalu keliling rumah bersama mbok Sumi, dan melihat banyak mobil koleksi kak Bayu digarasinya.
__ADS_1
_____
"Hallo Mitiara sayang, gemesnya anak mama!" ucapku saat bertemu mama dibawah dan kami menuju meja makan.
"Tiara, kok sudah cantik mau kemana nak?" tanya papa Surya.
"Ke Klinik pa, masa cuti sudah habis." jawabku mulai mendudukan tubuhku dikursi meja makan.
"Loh, kok sudah pada masuk kerja saja? Padahal kita baru saja datang, belum sempat ngobrol banyak." ucap mama Sekar kecewa.
"Mama jalan-jalan sama Mutiara dulu, lusa kan kita ada libur nasional terus besoknya hari minggu jadi kita bisa pakai untuk liburan bersama." jelas kak Bayu.
"Ide bagus, mama suka Travelling."
"Mama ini, orang tiap saat juga papa ajak piknik kok."
Setelah selesai makan, aku dan kak Bayu bersiap berangkat kerja. Mama dan papa kak Bayu mengantar kami sampai pada pintu utama.
"Mama, papa, kami berangkat dulu." ucapku menyalami tangan keduanya lalu masuk kedalam mobil.
"Hati-hati dijalan, Bay!" teriak mama saat mobil mulai melaju.
"Ayo masuk ma!"
_____
Dimobil, suasana seperti biasa, sunyi dan sepi. Aku terus memandang jalanan pesat Jakarta dari balik kaca pintu mobil. Sementara kak Bayu lebih fokus menyetir.
"Nanti pulang jam berapa, biar aku jemput?"
"Eh, iya." ucapku kaget.
"Pulang jam berapa, biar aku yang jemput?"
__ADS_1
"Kak Bayu mau jadi supir, Tiara? Ganti posisi pak Somad? Langka sekali."
"Only you, tidak untuk yang lain Tiara."
"Hanya aku? Kak Bayu, Tiara hanya bercanda. Kak Bayu tidak usah jemput Tiara! Tiara ingin kerumah mama sebentar, Tiara kangen mama sama papa. Boleh?"
"Tapi, aku bersungguh-sungguh. Ide bagus, nanti biar sekalian kita kesana berdua, mama dan papa pasti akan sangat bahagia jika melihat putrinya mengunjunginya bersama suaminya." ucapnya tersenyum aneh.
"Baiklah." jawabku pasrah.
"Tiara!" ucap kak Bayu, saat aku hendak keluar dari mobil. Aku menoleh padanya dan terkejut saat tiba-tiba bibirnya mendarat di keningku, cukup lama, membuat mataku hampir copot karena melotot tak percaya.
'Kak Bayu menciumku?' ucapku dalam hati.
"Jangan lupa! Kabari aku kalau sudah selesai bekerja!" ucapnya melepas ciumannya, memandang wajahku dan menyapu rambut yang menutupi wajahku.
"Kak Bayu, cepatlah berangkat ke kantor! Ini sudah sangat siang!" ucapku bersiap keluar lalu membuka pintu mobilnya.
"Hati-hati!" ucapku saat menutup pintu mobil, lalu mobil putar balik melaju kekantor kak Bayu. Aku memegang keningku dan tersenyum kecil lalu melangkahkan kakiku memasuki Klinik.
"Selamat pagi, bu Dokter Tiara! Diantar suami, bu Dokter?" ucap pak Anto, satpam di Klinik ini.
"Pagi pak, iya pak Anto. Mari!" balasku tersenyum ramah lalu kembali melangkah.
,
,
,
,
Haiyo! Kak Bayu sudah mulai jail tuh readers, berani peluk dan cium Tiara semaunya sendiri. Tapi, tak apalah ya? Kan suami syahnya.
*Hay readers, jangan lupa like and comentnya*!
__ADS_1