Mutiara Untuk Bayu

Mutiara Untuk Bayu
Bali


__ADS_3

Pagi harinya, Bayu terbangun, namun dia tak menemukan Tiara disisinya. Bayu masuk kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi. Kemudian, turun keruang tengah yang sudah seperti pasar. Ya, beberapa koper telah siap berbaris rapi disana.


"Sudah siap semua?" ucap Bayu mendekati mama Sekar, papa Surya, kedua mertuanya dan juga istrinya.


"Sudah beres semua, Bay." jawab papa Surya semangat. Papa Surya kembali menyruput teh yang ada ditangannya sama seperti halnya yang dilakukan eh besannya, papa Ali. Dan mereka berpamit untuk bersiap, lalu pergi masuk kekamar masing-masing.


"Barang kita juga sudah siap?" tanya Bayu menatap wajah Tiara.


"Iya?"


"Kenapa tidak membangunkanku? Aku kan sudah bilang akan membantumu semalam."


"Kak Bayu? Tadi, tidurmu sangat pulas seperti Kerbau dan aku tak sampai hati untuk mengusik tidur pulas itu. Sudahlah. Sekarang kak Bayu lebih baik mandi terus kita sarapan dan bersiap untuk pergi."


"Bahkan aku belum menyruput teh atau kopi."


"Nanti saja, aku akan membuatkannya untuk kakak dan mengantarnya sendiri kekamar nanti."


"Baiklah. Aku akan pergi mandi sekarang." Bayu pergi kembali kekamar, sementara Tiara membereskan meja dan membawa beberapa gelas kotor bekas minuman kedua ayahnya kedapur untuk dicuci dan kemudian membuatkan minuman untuk Bayu.


_____


Tiara masuk kamar dan membawa segelas susu ditangannya, mendekati Bayu yang telah rapi dan duduk disofa memainkan ponselnya. Bayu yang melihatnya mengernyitkan dahi, keheranan.


"Kenapa kamu hanya membawa segelas susu? Mana kopi atau teh untukku?" jawab Tiara.


"Ini untukmu." Bayu yang mendengar ucapan Tiara terkekeh seketika.


"Jangan tertawa, cepat minum dan lekas turun untuk sarapan!" ucap Tiara menyodorkan segelas susu cokelat pada Bayu.

__ADS_1


"Aku bukan Mutiara yang harus minum susu, kan? Buatkan aku kopi atau teh saja!" perintah Bayu.


"Kopi dan tehnya habis kak Bayu, mbak Lastri sedang belanja pagi ini dan belum kembali." jelas Tiara pelan.


"Lalu, kamu memberiku susu formula milik Mutiara?"


"Kak Bayu, jangan konyol! Ini susu untuk orang dewasa dan sangat baik bagi kesehatan tulangmu, daripada kopi atau teh favoritmu. Kamu mengerti? Sekarang minumlah! Aku tidak menambahkan gula didalamnya, ini tidak akan terasa manis dimulutmu. Minumlah!" ya, Tiara rupanya tahu dan ingat bahwa suaminya tidak menyukai rasa manis yang berlebihan.


"Ayo minum!" Bayu menatapnya lalu meraih gelas itu dan meneguk habis hingga tak tersisa sedikit pun.


"Anak pintar, lihatlah! Aku memiliki dua bayi sekarang." ucap Tiara memuji suaminya sambil mencubit pipi Bayu, membuat pria itu mengaduh kesakitan dan mengelus pipinya.


"Apa katamu? Aku anak pintar? Dan, dua bayi? Dengar Tiara! Lain kali jangan membuatkan susu untukku lagi! Aku bahkan lebih baik jika minum air putih hangat saja." Tiara pun hanya tersenyum mendengarnya. Keduanya turun setelah Tiara berganti pakaian karena memang dia sudah mandi pagi-pagi tadi.


_____


"Kita naik jet pribadi." Tiara yang mendengar hanya menganggukkan kepala. Mereka turun dari mobil dan masuk kedalam pesawat.


Setelah berada diatas udara lebih dari satu jam dan kurang dari dua jam, pesawat pun mendarat sempurna di Bandara Ngurah Rai. Bayu memilih The Apurva Kempinski Bali sebagai tempat untuk mereka beristirahat. Tak sampai setengah jam, mobil sampai pada tujuan. Hotel megah nan elit.


"Selamat pagi, selamat datang di The Apurva Kempinski Bali ." ucap wanita dibagian resepsonis.


"Saya mau mengambil kunci atas nama Bayu." ucap Bayu yang sebelumnya sudah melakukan transaksi secara online. Tak beberapa lama kemudian, wanita itu memberi tiga kunci kamar kepada Bayu. Bayu mendekat pada anggota keluarganya setelah terlebih dulu mengucapkan terimakasih kepada wanita tadi.


"Papa Ali dan mama Mila ini kunci kamar untuk kalian berdua dan yang ini untuk papa Surya dan mama Sekar." Bayu memberi kunci kamar masing-masing dan menunjukkan letak kamar mereka.


"Wah, tempat ini sangat mewah." ucap mama Mila. Papa Ali yang mendengar langsung menyikut lengan istrinya. Mengingatkan bahwa Bayu, menantunya adalah orang yang sukses.


"Kalian masuk dan istirahat dulu nak, biar Mutiara bersama kami." ucap mama Mila yang memang sedang memegang kereta dorong Mutiara.

__ADS_1


"Tidak mbak Mila, kami yang akan menjaga Mutiara kami." sahut mama Sekar.


"Tidak mama Sekar, di liburan kita kali ini Tiara ingin menghabiskan waktu dengan si kecil, jadi tolong biarkan Tiara yang merawat Mutiara sendiri. Mama dan papa tidak perlu khawatir, kalian nikmati saja liburannya."


"Tapi, nak . . .." Belum sempat pak Surya menyelesaikan kalimatnya Bayu terlebih dahulu menyaut.


"Papa, biarlah Tiara melakukan apa yang dia inginkan. Dan ayolah, kita kemari untuk liburan, bukan saling berebut untuk mengasuh Mutiara kan?"


"Ya." ucap papa Ali mengangguk.


"Tentu, datang untuk liburan." sahut mama Sekar.


"Benar kata nak Bayu. Kita datang kemari untuk liburan dan mereka berdua juga jarang meluangkan waktu untuk Mutiara." ucap mama Mila.


"Baiklah, biar mereka selaku orangtuanya yang mengurus Mutiara, ayo kita semua istirahat dan membereskan barang kita dulu!" ujar papa Surya. Tiara mengambil alih kereta dorong Mutiara dan tersenyum padanya.


Mereka memasuki kamar masing-masing dan sibuk merapikan barang mereka ke almari, tak lupa menyempatkan diri untuk beristirahat.


,


,


,


,


Maaf sudah membuat pembaca menunggu.


Happy reading dan tetep dukung author agar tetap semangat nulisnya.

__ADS_1


__ADS_2