Mutiara Untuk Bayu

Mutiara Untuk Bayu
Rumah Baru


__ADS_3

"Kak, masih lama tidak? Kasian Mutiara kelamaan dijalan." ucapku pada kak Bayu.


"Tidak! Sebentar lagi kita sampai rumah."


Benar saja kak Bayu telah membelokkan mobilnya memasuki halaman yang sangat luas dan berhenti didepan rumah megah bercat putih dengan atap biru tua.



"Kita sudah sampai." ucapnya.


"Ini rumahnya."


"Iya. Rumah kita. Ayo masuk!" ajaknya yang mulai keluar dari mobil dan berlari untuk membukakan pintu mobilku.


"Terimakasih." ucapku tersenyum.


"Pak Jamal, tolong angkat barang-barang saya dan taruh dikamar utama!" teriaknya memberi perintah.


"Siap pak Bayu." ucap pak Jamal memberi hormat.


"Kak, rumah ini terlalu besar untuk kita bertiga." ucapku menghentikan langkah saat kak Bayu menarik tanganku.


"Tiara, jangan membuatku kecewa. Ayo masuklah kasihan Mutiara!" ucapnya berjalan beriringan denganku.


"Selamat datang Tuan, Nyonya." ucap seorang pelayan menyambut kedatangan kami.


"Mbok Sumi, kumpulkan semua orang di ruang tengah!" ucap kak Bayu memberi perintah.


"Ayo Ra! Kita bawa Mutia kekamarnya." ajak kak Bayu yang menuju lantai atas.


__ADS_1


"Ini kamar untuk Mutiara." ucapnya saat sampai kamar bayi, dan itu tentu untuk Mutiara.


"Kenapa tidak tidur denganku saja, kak?" rengekku.


"Tentu tidak! Karena kamu akan tidur denganku." ucapnya datar.


"Kak Bayu?"


"Tentu, aku ini suami sahmu!" ucapnya serius.


"Tidak, aku akan tidur dengan Mutiara saja! Siapkan satu kamar untuk kami berdua!" perintahku.


"Baiklah, kita akan tidur bertiga saja!" ucapnya berjalan menuju kamar.


"Kak Bayu apa ini? Aku mau tidur dikamar lain saja!" ucapku saat melihat koperku dikamar kak Bayu, aku menidurkan Mutiara perlahan diranjang kak Bayu, lalu aku menarik koperku hendak keluar mencari kamar lain. Namun, tangan kekarnya menahan lenganku.



"Tiara dengar aku! Papa dan mama akan kemari dan tinggal untuk beberapa hari disini, jadi aku mohon, tinggallah dikamar ini bersamaku dan Mutiara, aku tidak ingin mereka salah paham." pinta kak Bayu padaku.


"Sangat terlihat tidak ikhlas!" protesnya.


"Baiklah kak Bayu, aku akan tidur dan tinggal dikamar ini bersama Mutiara! Apa kakak sudah puas sekarang?" ucapku kesal, namun tetap lembut sembari mendudukan diri didekat Mutiara.


"Ya sudah, ayo kita turun!" ajaknya.


"Ada apalagi? Aku sangat lelah, biarkan aku istirahat sebentar saja bersama Mutiara!" pintaku.


"Hanya sebentar saja, ayo!" ucapnya memaksa. Kami turun dengan membawa Mutiara digendonganku.


_____

__ADS_1


Sesampainya dibawah, aku melihat beberapa pelayan telah berkumpul. Lalu, kak Bayu memintaku agar duduk berdampingan dengannya.


"Perkenalkan semuanya, dia adalah Tiara istriku dan ini putri pertamaku Mutiara." ucapnya memperkenalkanku dan Mutiara kepada pelayan.


"Sekarang perkenalkan nama kalian dan pekerjaan kalian!" imbuhnya memberi perintah. Semua orang dihadapan kami kompak menganggukan kepala.


"Perkenalkan nyonya, saya pak Jamal satpam dirumah ini." ucap pak Jamal ramah, susungguhnya tanpa dia memberi tahu aku pun mengerti, karena dirinya memakai sragam satpam.


"Perkenalkan nyonya, nama saya pak Somad. Saya sopir dirumah ini dan dengan senang hati siap mengantar nyonya kemanapun, kapanpun, dan dimanapun." ucapnya cukup humoris.


"Nyonya, perkenalkan saya mbok Sumi kepala pelayan dirumah ini." ucapnya lembut.


"Nyonya, perkenalkan saya Lastri, saya bertugas untuk bagian bersih-bersih dirumah ini."


"Perkenalkan, saya Inem. Tugas saya disini sebagai juru masak, bu Tiara." ucapnya dengan nada jawa medok.


"Perkenalkan saya Lilis, babysister untuk tuan putri kecil Mutiara." ucapnya tak bersahabat, mungkin lagi pms. Aku hanya mengangguki perkataan mereka, karena memang aku sudah sangat lelah.


"Baik terimakasih. Selain mbok Sumi dan Lilis boleh kembali kerja!" ucap kak Bayu tegas.


'Apalagi ini?' gumamku kesal dalam hati.


"Lilis, bawa Mutiara kekamarnya dan temani dia, mbok Sumi temani Tiara keliling rumah!" ucapnya memerintah.


"Kakak!" teriakku kesal pada suamiku.


"Hanya sebentar, Ra. Agar kamu tahu mana dapur, dan mana tempat yang harus kamu datangi sewaktu-waktu." jawabnya sebelum berlalu.


_____


Aku dan mbok Sumi mulai keliling melihat-lihat setiap sudut rumah. Dan dirumah sebesar ini? Pasti akan sangat melelahkan.

__ADS_1


Lantai dasar meliputi teras, taman depan yang sangat luas, carport, garasi yang mampu menampung 5-6 mobil, gudang, dapur kotor, laundry dan ruang jemur, dapur bersih, ruang makan dengan view kolam renang dan taman belakang, dua kamar tidur tamu dengan kamar mandi didalamnya, ruang tamu dan ruang tengah dengan LG tv led 49 inch.


Pada lantai satu terdapat Piano room, 3 buah kamar tidur anak dengan kamar mandi dan balkon disetiap kamar, serta sebuah kamar tidur utama yang dilengkapi dengan balkon, walk in closet dan kamar mandi yang pasti adalah kamar milik kak Bayu yang akan kami tempati bersama mulai malam ini, didepan kamarnya ada ruang kerja, perpustakaan, fitnes room yang berisi treadmill, barbell, dumbbell, swiss ball dan banyak lainnya, lalu disampingnya ada ruang santai dengan view pemandangan gedung-gedung yang menjulang tinggi.


__ADS_2