
Waktu makan malam sudah datang, kini aku sudah mandi dan langsung menuju meja makan.
'Apa kak Bayu masih diruang kerjanya?' tanyaku dalam hati. Aku yang sudah akan menuruni tangga, berputar arah menuju ruang kerja.
"Kak Bayu, makan malam dulu! Mama dan papa sudah menunggu dibawah!" ucapku setelah masuk ruangannya.
"Baiklah. Ayo!" ucap kak Bayu meninggalkan meja kerjanya dan mendekat padaku, menggenggam jemari tanganku dan mulai melangkah.
_____
"Owh lihat, mami dan papi kamu, nak! Seperti anak muda saja." ucap mama Sekar melihat kami.
"Bagus dong ma, romantis." jawab papa Surya membuatku malu saat itu juga.
"Kak Bayu, lepas tanganku! Aku malu." bisikku ditelinganya, namun tangannya malah merengkuh pinggangku menariknya hingga membawa tubuhku semakin dekat dengannya.
'Menyebalkan!' umpatku dalam hati.
"Sudah! Ayo cepat kemari makan malam dulu!" perintah mama.
"Waw, mama yang masak?" tanya kak Bayu mulai melepaskanku dan membawaku duduk berdampingan dengannya.
"Bukan."
"Lalu siapa, ma?"
"Istri kamu, Bay." jawab papa Surya tersenyum bangga.
"Kamu tahu menu favorit keluarga kami?" tanya kak Bayu padaku dan aku hanya mengaangguk tanda 'iya'.
__ADS_1
"Ehm, ini sangat enak sekali nak, rupanya menantu mama selain cantik juga pintar memasak, ya?" puji mama Sekar membuatku melambung tinggi.
"Mama berlebihan, pasti lebih enak masakan mama kemana-mana."
"No. Lihat suami kamu! Dia hampir menghabiskan semuanya, nak."
"Kak Bayu, doyan apa laper?" tanyaku yang melihatnya menuangkan kembali udang masakanku dipiringnya.
"Doyan iya, laper juga iya. Ya, Bay? Apalagi yang masak istri. Panti menggugah selara!" ucap papa Surya tertawa jail.
"Tapi, memang the best kok menantu mama ini, multiskill."
"Sudah ma. Ayo ma, pa, lanjutkan lagi makannya." ucapku kemudian menyelesaikan makan malam kami.
"Ma, Mutiara dimana?" tanya kak Bayu.
"Ada, dikamar sama Lilis. Pokoknya selama mama dan papa ada disini, Mutiara tidurnya bersama kami dulu, dan kalian berdua . . .. Kalian buatkan cucu lagi untuk kami."
"Tiara, pelan-pelan kalau makan!" ucap kak Bayu memberiku air putih.
"Terimakasih kak. Maaf ma, pa, Tiara lihat Mutiara dulu, ya?" pamitku meninggalkan meja makan.
"Mama! Kan sudah Bayu bilang agar jangan bahas masalah anak lagi didepan Tiara. Arghhh!" ucap Bayu frustasi lalu pergi.
"Papa? Apa ucapan mama salah?" ucap mama Sekar merengek manja pada suami.
"Mama, mana harusnya paham. Tiara mungkin masih belum bisa menerima semua ini." kata papa Surya.
"Mama kan hanya bicara apa yang terpikirkan diotak mama, pa."
__ADS_1
"Sudah, ayo makan lagi!" kata papa Surya kembali menyatap makan malamnya.
_____
Bayu melangkahkan kaki menuju kekamar tamu yang menjadi kamar mama dan papa. Tapi, ia tidak melihat keberadaan Tiara disana.
"Tuan Bayu, ada yang bisa saya bantu?" ucap Lilis mengagetkan.
"Dimana Tiara?"
"Ibu Tiara naik keatas tuan, dia hanya melihat Mutiara sebentar saja lalu pergi."
_____
"Tiara? Kamu sudah tidur?" tanya Bayu setelah sampai dikamarnya, saat setelah melihat Tiara berbaring miring diatas ranjang memunggunginya. Namun, tidak ada respon darinya menandakan dia memang sudah tertidur. Bayu ikut merebahkan tubuhnya disisi ranjang samping Tiara, menarik selimut untuk menyelimuti tubuh mereka berdua.
'Aku tahu kamu belum tertidur, Ra!' ucap Bayu dalam hati. Bayu pun memejamkan mata membalikan tubuhnya dan memunggungi Tiara.
_____
'Maafkan aku kak Bayu, aku belum bisa memjadi istri yang baik untukmu. Aku masih mencintainya. Maafkan aku!' ucapku menangis tanpa bersuara menatap punggungnya yang kini membelakangiku.
"Kamu menangis?" tanya Bayu dengan posisi yang sama, membuatku reflek membalikkan kembali tubuhku memunggunginya.
"Aku tahu kamu belum tertidur, Ra!" ucapnya menarik bahuku, dan kini ia telah terduduk sempurna menatap kearahku. "Kenapa menangis?" tanyanya lagi menyentuh dan menghapus air mata yang jatuh dipipiku.
"Kak Bayu, aku mau tidur, aku sangat lelah sekali hari ini, dan besok aku sudah harus pergi ke Klinik."
"Tiara, aku tahu kamu masih mencintai orang lain dihati kamu, aku juga tidak memaksamu untuk mencintaiku, seperti yang pernah kamu katakan padaku dulu, terbukalah untukku! Tiara, ayo kita sama-sama belajar menerima satu sama lain! Terima bahwa aku sekarang suamimu dan kamu istriku."
__ADS_1
"Kak Bayu mungkin bisa menerima keberadaanku, tapi tidak dengan hatiku, kakak menerimaku karena wajah kak Mutia ada padaku, kan? Aku istri bayangan untuk kakak! Yang bisa kakak pandang, tapi tidak akan bisa kakak miliki seutuhnya!"
"Tiara, aku telah berjanji pada kakakmu, aku tidak akan menyakiti hatimu, aku akan mencintaimu lebih darinya, aku akan memperbaiki kesalahanku padamu, Ra." ucap kak Bayu merengkuh tubuhku dan membawaku kedalam pelukannya.