
Dibawah, mbok Sumi berlari kecil untuk membuka pintu dan Bayu dengan cepat menuruni anak tangga dengan sedikit berlari kecil juga.
"Itu pasti mama dan papa yang datang." gumam Bayu lalu berhenti kala sampai didepan pintu.
"Pagi Bayu, anak mama yang paling keren sejagad raya. Dimana cucu dan menantu mama?" ucap mama Sekar memeluk Bayu lalu berganti memeluk papa Surya.
"Mereka ada diatas. Ayo pa, ma, kita masuk!"
"Mbok Sumi, tolong bawa koper tuan dan nyonya ke kamar tamu!" imbuh Bayu lalu berjalan dibelakang mama, papa, dan mulai duduk disofa tamu.
"Mbak Lastri, tolong buat minuman untuk papa dan mama, dan tolong juga panggilkan Tiara!" titah Bayu pada mbak Lastri yang sedang bersih-bersih ruang tengah.
_____
Aku selesai mandi dan kembali menggendong Mutiara untuk memandikannya. "Anak mama mandi dulu, biar tambah cantik dan wangi." ucapku mulai memandikannya, setelah itu membawanya kekamar untuk mendandaninya.
"Mama akan mengambil gambarmu dan mengirimnya ke grandma." ucapku mengambil ponsel lalu membuka kamera dan mengambil beberapa potret Mutiara.
Cekrek!
Cekrek!
Cekrek!
"Ini sangat cantik sekali sayang, kamu terlihat gendut dan menggemaskan, mama akan mengirimnya ke grandma." ucapku lalu mengirimnya dan kembali mendandani Mutiara.
_____
Tok!
__ADS_1
Tok!
Tok!
"Nyoya Tiara? Nyonya ditunggu tuan Bayu dibawah." ucap pelayan dari luar pintu.
"Baik, saya akan segera turun." jawabku mulai menggendong Mutiara.
"Kita turun ya sayang, papamu pasti sudah kelaparan menunggu kita selama ini." ucapku mulai keluar dan menutup pintu kamar. Aku tidak tahu saja jika kak Bayu tidak sedang menungguku dimeja makan.
_____
Sesampainya di lantai dasar, aku terkejut saat melihat orang yang duduk diruang tamu adalah mertuaku, lalu aku memberi sebuah senyuman termanis pada ketiganya.
'Kenapa kak Bayu tidak bilang kalau mama Sekar dan papa Surya yang datang? Sungguh memalukan! Mertua datang bukannya disambut malah ditinggal bersantai ria dikamar.' gumamku dalam hati.
"Tiara. Kemari nak, duduk dekat mama!" ucap mama mertua, kemudian aku mendekat dan menyalami tangan keduannya, lalu mama mengambil Mutiara dari gendonganku.
"Cucu oma cantik sekali."
"Tidak apa-apa nak, mama tahu kamu pasti sibuk dengan cucu mama ini."
"Maaf, kami tidak bisa hadir diacara pernikahan kalian nak, kami ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggal saat itu, papa turut senang karena kamu mau menikah dengan anak papa." saut papa Surya.
"Iya pa, Tiara tahu papa sangat sibuk. Ayo kita sarapan dulu ma, pa, kak Bayu! Pasti mama dan papa lelah karena melakukan perjalanan jauh."
"Melihat cucu kami ini, kami tidak merasa lelah lagi nak. Rasanya semua sudah terbayar lunas saat sudah melihat Mutiara." jawab papa Surya.
"Ayo pa, ma, makan dulu! Nanti setelah kalian istirahat boleh ajak Mutiara sepuasnya." ucap kak Bayu mulai berdiri.
"Baiklah, ayo ma!" ajak papa yang melihat kami masih sibuk dengan Mutiara.
__ADS_1
"Sayang, boleh nanti malam Mutiara tidur dengan opa dan omanya?" tanya mama Sekar sambil berjalan menuju ruang makan.
"Tentu boleh ma." ucapku reflek.
"Baiklah, kamu memang menantu yang pengertian nak."
'Apa? Mutiara akan tidur bersama mama dan papa? Itu artinya aku hanya akan tidur bersama kak Bayu saja? Arghhhhh!' pikirku dalam hati, aku tersenyum menanggapi perkataan mama tadi.
_____
Sesampainya diruang makan, kami mendudukkan diri dan Mutiara sudah tiduran manis dikereta dorongnya yang kini berada disampingku. Aku berinisiatif mengambilkan kedua mertuaku sarapan namun mama Sekar menghentikanku.
"Tidak perlu repot, nak. Cukup layani suamimu saja." ucap mama Sekar menatapku bergantian kearah kak Bayu.
"Iya. Ayo ma, pa dimakan sarapannya." ucapku yang kemudian kami mulai sarapan.
"Mbok Sumi!"
"Iya tuan."
"Antar mama dan papa kekamar tamu!" perintahnya setelah kami selesai makan.
"Baik Tuan Bayu, mari tuan, nyonya, saya antar kekamar." ucap mbok Sumi, kemudian ketiganya menuju kamar tamu.
"Kak Bayu, kenapa tidak bilang kalau mama dan papa yang datang!"
"Kenapa?"
"Ya, kan aku bisa segera turun dan tidak berlama-lama dikamar tadi."
"Ya sudah Ra, tak apa toh kamu juga udah ketemu mama dan papa, dan lagipula mereka tidak mempermasalahkannya."
__ADS_1
"Aku akan tidur dikamar tamu malam ini, mama dan papa ingin tidur bersama Mutiara."
"Terserah! Tidurlah dikamar tamu untuk seterusnya."