
"Kak Panji tidak perlu berlagak gak tahu seperti itu! Beberapa hari lalu temanku melihatmu memilih cincin pertunanganmu dengan calonmu."
"Apa maksudmu?"
"Ini kak Panji, kan?" ucapku menunjukkan foto yang pernah dikirim Milea padaku.
"Temanmu itu keterlaluan! Siapa dia yang berani mengirim berita hoax kepadamu?"
"Ini nyata."
"Bukan seperti itu ceritanya, Ra. Dengarkan aku dulu!" kak Panji mulai menceritakan yang sesungguhnya terjadi.
Flashback On [Panji POV]
Bangkok,
Aku harus buru-buru menyelesaikan pekerjaanku dan segera menemui Lita untuk membantuku mencari kado istimewa untuk Tiara saat kembali ke Indonesia nanti.
Setelah pekerjaan selesai aku pergi kesebuah Mall yang ada di Bangkok dan mencari Lita disana. Setengah jam sudah aku mencarinya ditengah keramaian seperti orang bodoh.
"Kak Panji." panggil wanita yang mungkin adalah Lita. Dan benar saja dia wanita yang sedang aku cari.
"Hai Lita, sudah lama menunggu? Maaf terlambat, biasa sibuk ngurus pekerjaan."
"Tidak masalah santai saja kak, lagi pula aku sedang tidak sibuk." jawabnya terlihat slow.
"Mau makan dulu atau cari kado dulu?" tanyaku padanya.
"Makan dulu aja kali ya? Habisnya laper juga sih." jawabnya jujur.
__ADS_1
"Ayo!" ajakku lalu berhenti didepan Restaurant yang ada didalam Mall dan masuk untuk memesan beberapa menu.
"Kenapa mengajakku mencari kado untuk tunanganmu itu?" tanyanya kepo.
"Karena aku tahu seleramu tidaklah buruk. So, aku tidak perlu khawatir kalau dia akan menolakku."
"Kamu percaya padaku?"
"Tentu aku percaya padamu, karena kamu sahabat sekaligus keponakan terbaiku disini, bagaimana aku tak mempercayaimu untuk urusan yang satu ini, Lita?"
"Begitu ya?" tanyanya yang ku balas dengan anggukan. Selesai makan kami mencari toko emas dan memilih cincin untukku dan Tiara.
"Yang ini bagus." ucap Lita.
"Lihat jarimu! Aku akan mencobanya dijarimu!"
"Tentu, dia akan cocok memakai manapun."
"Lalu kenapa kakak mengajakku untuk mencarikannya yang bagus untuknya?"
"Karena tidak mungkin aku memberinya barang jelek!" ucapku lalu menarik tangannya dan memakaikan cincin yang kiranya cocok untuk Tiara-ku. Tanpa kami sadari ada seseorang yang memperhatikan kami dari kejauhan dan mengambil beberapa gambar kami.
"Panji, beraninya dia mempermainkan hati Tiara!" ucap gadis itu yang ternyata adalah Milea teman Tiara juga Panji, lalu gadis itu pergi menjauh dari kedua orang itu.
"Yakin yang ini?" tanya Lita.
"Iya. Ini akan sangat indah jika berada dijari Tiara."
"Mbak tolong bungkus yang ini ya!" ucap Lita pada salah satu pegawai. Setelah mereka selesai mereka pulang.
__ADS_1
Flasback Off
"Dia hanyalah ponakan sekaligus sahabatku Ra, tidak lebih dan aku hanya meminta bantuannya saja."
"Tetap saja ini tidak dapat merubah semua yang telah terjadi kak, kak Panji lupakan Tiara dan carilah wanita yang lebih baik dariku! Hubungan kita telah berakhir sejak kak Panji memutuskan untuk tidak memberiku kabar sama sekali!"
"Tiara tunggu!" teriaknya yang tak aku hiraukan lagi, aku pergi berlalu meninggalkannya.
"Mutia, kenapa kamu melakukan ini kepadaku dan Tiara? Ini tidak adil untuk kami, Mutia!" ucap Panji yang telah berjongkok disamping nisan Mutia lalu pergi setelahnya.
Tidak lama setelah Tiara dan Panji pergi, datanglah Bayu yang mendekati makam sang mantan istrinya itu.
"Sayang, apa kamu melihatnya? Aku melihat bagaimana Tiara dan Panji saling mencintai satu sama lain, aku juga melihat Tiara amat sangat menyangi Mutiara dan tak ingin jauh darinya apalagi membiarkannya mendapat ibu sambung yang tak bisa menerimanya dengan tulus, makanya Tiara menyetujui apa yang menjadi permintaan terakhirmu, Muatia, apa aku harus melepaskan Tiara untuk Panji? Lalu, bagaimana dengan Mutiara nanti, sayang?" ucap Bayu bingung bagaimana dia harus bersikap setelah mengetahui ini semua.
_____
"Nak dimana suamimu?" tanya mama saat aku hendak pergi kekamarku.
"Memang kak Bayu pergi kemana, ma?"
"Tadi, dia mengikuti kalian pergi. Apa dia tak menemuimu?" tanya papa Ali.
"Tidak, dia tidak mengejarku dan kami tidak saling bertemu." jawabku jujur.
"Lalu, bagaimana dengan nak Panji, Ra?" tanya mama Mila.
"Mama jangan membahasnya lagi aku takut kak Bayu akan salah paham nanti, aku dan kak Bayu sudah menikah dan aku telah berakhir dengan kak Panji sejak dia mulai tak memberiku kabar." jawabku tegas.
"Ya sudah, kalau begitu kami tenang sekarang sayang." ucap mama Mila.
__ADS_1