Mutiara Untuk Bayu

Mutiara Untuk Bayu
Meninggalkan Rumah


__ADS_3

Aku berjalan menuruni tangga, menuju meja makan lalu mendudukan tubuhku disamping kak Bayu yang juga baru saja keluar dari kamar. Aku mengambilkannya makanan tanpa berkata apapun.


"Ra, kamu yang kira-kira dong kalau melayani suami." ucap mama yang melihatku mengambil banyak nasi untuk kak Panji.


"Mungkin Tiara akan makan sepiring berdua ma." goda papa Ali.


"Papa, tidak lucu. Tiara mau menemani Mutiara saja!" ucapku setelah mengambilkan sarapan untuk kak Bayu, namun dia menahan tubuhku yang hendak beranjak.


"Kamu sarapan dulu Ra, setelah itu kita berkemas!" ucap kak Bayu mengingatkanku. Ya, karena memang aku lupa jika ini pagi terakhirku dirumah ini.


"Loh? Kenapa buru-buru sekali, nak Bayu?" tanya papa Ali.


"Iya pa, karena papa dan mama akan pulang dari Mexico untuk menjenguk cucunya." jawab kak Bayu tersenyum bahagia.


"Oh baiklah, kalian harus menyambut mereka dengan baik." ucap papa Ali lagi.


"Titipkan salam kami kepada papa dan mamamu ya nak! Lalu, kapan kalian akan berangkat?" tanya mama Mila.


"Setelah ini kami akan berkemas lalu berangkat ma, pa." jawab kak Bayu.


"Kami pasti akan merindukan suasana saat bersama kalian." ucap mama Mila nampak sangat sedih.


"Aku juga akan sangat merindukan masakan mama yang enak ini." gumamku lirih namun terdengar jelas ditelinga mereka, hingga senyum terukir dibibir mereka semua.


"Kamu jangan khawatir, kan kamu bisa membuat masakan yang lebih enak dari mama, jangan lupa masakkan sesuatu setiap hari untuk suamimu, Ra!" kata mama Mila, mengingatkanku akan tugas seorang istri.


Setelah sarapan selesai, aku pergi mengemas pakaianku dan Mutiara, kemudian kami bergegas menuju mobil dan memasukkan semua barang kami kedalam bagasi.

__ADS_1


"Itu kenapa baju Mutiara ditinggal semua nak?" tanya mama Mila.


"Dirumah sudah ada semua ma, jadi kalo mau nginep dirumah grandma, Tiara tidak perlu repot bawa apa-apa lagi." jawab kak Bayu.


"Kenapa tidak bilang dari tadi? Kan aku tidak perlu repot mengemasnya." gerutuku geram. Sementara kak Bayu hanya bisa mengukir senyum tipisnya.


"Ya sudah, biar nanti mama taruh di kamar Tiara saja, ya." Aku pun mengguk iya.


"Pa, ma, kami berangkat dulu." pamit kak Bayu menyalami dan mencium punggung tangan papa Ali dan mama Mila.


"Mama." ucapku memeluk mama sangat erat.


"Tiara, ini yang harus kamu lakukan sekarang nak, setiap wanita yang telah menikah dia akan ikut kemana suaminya akan tinggal, ingat pesan mama! Kalian harus saling terbuka dan belajarlah untuk mencintainya." ucap mama Mila memberi nasehat.


"Papa, Tiara akan merindukan ledekan papa." ucapku memeluk papa Ali.


"Bik, Tiara titip papa sama mama ya? Jangan biarkan mereka berdua merindukanku." ucapku pada bibik, mama dan papa tersenyum kecil.


"Baik non Tiara, hati-hati dijalan non."


Setelah selesai berpamitan aku masuk mobil dan kak Bayu segera melajukan pelan keluar halaman, aku lihat jelas mama mengantar kepergianku hingga sampai keluar pagar, aku reflek menjatukan air mataku yang tak terbendung lagi.


_____


Bayu melihat Tiara yang begitu sedih saat ia membawanya keluar dari rumah, dimana sejak kecil ia tinggali, apalagi saat dia menyaksikan mama Mila mengantar kepergiannya hingga sampai keluar gerbang.


"Tidak usah sedih begitu, Ra! Kamu bisa mengunjungi mereka kapanpun kamu mau." ucap Bayu menenangkan Tiara.

__ADS_1


"Kak Bayu, ini bukanlah jalan menuju rumah kakak!" ucap Tiara heran saat menyadari bahwa jalannya sangat berbeda.


"Tidak Ra, ini benar jalan menuju rumah kita."


"Rumah kita? Bukan rumah kak Bayu?" tanya Tiara bingung.


"Tiara maaf, aku beberapa hari kemarin membeli rumah untuk kita tanpa memberitahumu terlebih dulu."


"Tak apa kak, aku bisa memahaminya." jawab Tiara membuat Bayu merasa lega.


"Oeekkk! Oeekkk!" suara tangisan Mutiara tiba-tiba pecah.


"Mutiara sayang, kenapa? Haus ya, putri kecil mama?" ucapnya sembari memberi air susu yang tadi dibawa dari rumah, sesekali Bayu memperhatikannya yang sedang berinteraksi dengan Mutiara pun ikut tersenyum bahagia melihatnya.


,


,


,


,


Semoga mereka menjadi keluarga bahagia.


Hay readers, pembaca setia MuB terimakasih telah membaca karya saya, semoga kalian suka dan ikuti terus kisahnya Tiara ya!


Jangan lupa kasih jempolnya ya kakak2!!!

__ADS_1


__ADS_2