Mutiara Untuk Bayu

Mutiara Untuk Bayu
Just a Morning Kiss


__ADS_3

Jakarta


Pagi ini, Tiara merasa sedikit pegal. Sepulang dari Bali ia langsung membereskan kamar dan membongkar isi koper. Ia melihat Bayu dan Mutiara yang masih tidur pulas. Tiara segera turun menuju dapur guna membantu memasak.


"Selamat pagi nyonya Tiara?" sapa mbok Inem kala melihat majikannya mendekat.


"Pagi mbok. Mbok masak apa saja hari ini? Baunya sedap sekali. Tiara bantu, ya?"


"Masak sup iga, cah kangkung sama ikan goreng nyonya. Nyonya Tiara istirahat saja, pasti masih sangat lelah kan?"


"Mbok ini, Tiara kan sudah tidur semalaman." Tiara menaruh wajan dan menyalakan kompor berniat untuk membantu menggoreng ikan yang telah dicuci bersih dan dibumbui oleh mbok Inem sebelumnya. Tak lupa Tiara membuat susu dan teh hijau untuk kedua baby-nya yang masih tidur. Ups, dua baby? Suami maksudnya.


_____


Tiara masuk kedalam kamar, menaruh teh hijau untuk Bayu di atas meja dan membawa susu Mutiara mendekat pada putri kecilnya dan menggendongnya.


"Kak Bayu, bangunlah ini sudah siang!" ucap Tiara yang telah duduk disisi ranjang Bayu tidur. "Apa kakak tidak pergi ke Kantor?" tanyanya lagi saat melihat suami malah membenahi selimut.


"Apa kamu akan pergi ke Klinik?" tanya Bayu dengan mata masih terpejam. Tiara yang melihatnya hanya menggelengkan kepala.


"Bangunlah dulu! Kak Bayu, aku sudah buatkan teh hijau untukmu, minumlah sebelum dingin nanti." Bayu membuka mata, berjalan sempoyongan mendudukan diri disofa kamarnya dan matanya mulai fokus memandang istri dan anaknya.


"Awww!" ringisan Bayu membuat sang istri mendekat padanya. "Ini masih sangat panas sekali, kamu mengerjaiku, sayang?" ucap Bayu dengan tatapan tajam.


"Aa-pa maksud kak Bayu? Salah siapa tidak meniupnya terlebih dulu. Sudahlah, menjauh dariku dan pergilah mandi!" ucap Tiara gugup saat lelaki yang berstatus suaminya itu bangkit dari duduknya lalu melangkah mendekat dan dengan sigap memeluknya dari belakang, meletakkan dagunya disalah satu bahu Tiara. Matanya menatap pada manik hitam Mutiara yang memperlihatkan dengan jelas dirinya dan Tiara.


"Sayang, kamu lihat mamamu! Dia selalu saja marah saat papa hanya mendekatinya saja."


"Kak Bayu tidak hanya mendekatiku, tapi juga memelukku terlalu erat, aku merasa sesak." protes Tiara.


"Kamu dengar itu, Mutiara sayang? Mamamu selalu saja beralasan!" Bayu berbicara tepat berada didaun telinga Tiara, membuat gadis itu merasa panas dingin karena kelakuhan anehnya dipagi hari. Bayu memindahkan tangannya ditangan Tiara yang sedang menggendong Mutiara, takut jika tiba-tiba Tiara reflek melepas gendongan Mutiara.

__ADS_1


"Kak Bayu bisa kakak melepasku? Kita harus segera turun, kak. Mama dan papa pasti sudah menunggu kita dibawah." elak Tiara gemetar.


"Aku tidak akan pernah bisa melepasmu." Tiara mencoba memberontak tapi malah Bayu semakin mengeratkan tangannya dan bibirnya kini mulai bermain dileher jenjang Tiara.


CUP. Bayu membuat tanda merah dileher Tiara, membuat Tiara seketika memejamkan matanya dan merasakan tubuhnya mendadak terasa aneh. Bayu menatap istrinya dari cermin disebrang ranjangnya. Ia tersenyum dan kembali berbisik ditelinga istrinya yang masih saja memejamkan matanya itu.


"Just a morning kiss, honey." ucap Bayu melepas perlahan tangannya dan mencubit kedua pipi Tiara yang membuat istrinya mengaduh dan membuka mata. Tidak hanya membuka matanya, dia bahkan melotot pada suaminya yang telah kembali duduk dan menyeruput tehnya, namun juga membuat bola matanya itu hampir copot. Bayu yang melihatnya hanya tersenyum simpul melihat tingkah konyol istrinya itu.


_____


Di meja makan, semua orang telah berkumpul, kecuali Bayu yang masih belum juga terlihat. Mama Mila dan papa Ali pagi ini juga masih berada dirumah ini dan baru akan kembali nanti sore.


"Ra, dimana suamimu?" tanya papa Ali.


"Masih diatas pa, sebentar lagi juga pasti turun. Ayo mama, papa, kita makan!"


"Apa tidak sebaiknya kamu lihat dan panggil dia, nak?" ucap mama Sekar sambil mengambilkan nasi untuk suaminya dan dirinya sendiri.


'Aku tidak mungkin kesana! Saat aku sedang menggendong Mutiara saja dia berani melakukan hal seperti itu. Bagaimana jika aku pergi sendiri sekarang? Pasti dia akan menerkamku habis-habisan.' gerutu Tiara dalam hati.


"Nah, itu Bayu sudah turu." ucap papa Surya membuat semua mata tertuju pada sosok itu. Namun, tidak dengan Tiara yang kini malah menunduk asyik memainkan sendok miliknya.


"Selamat pagi pa, ma, selamat pagi kesayangan papa dan selamat pagi sayang." Bayu mengusap lembut rambut Tiara dan tersenyum pada semua orang.


"Ada apa, Bay? Kamu terlihat berbeda dari hari sebelumnya." tanya papa Surya heran.


"Apa yang berbeda, pa? Ayo kita mulai sarapan!" Tiara mengambilkan nasi untuk Bayu dan beberapa lauk. Mereka mulai sarapan dan menikmati menu pagi hari ini.


"Bay, papa dan mama harus terbang siang ini."


"Apa tidak bisa besok saja. Papa dan mama pasti masih merasa lelah kalau harus melakukan perjalanan jauh." ucap Tiara.

__ADS_1


"Benar pa, ma, yang dibilang sama Tiara." timpal Bayu.


"Iya mbak, mas, kalian juga baru sebentar kan tinggal disini?" saut papa Ali.


"Tapi ini darurat, kalau saja tidak sangat mendesak kami pasti akan lebih memilih menyanding anak, menantu dan cucu kami." jawab papa Surya.


"Ya sudah, kalau itu memang sudah menjadi keputusan papa. Jam berapa papa dan mama akan terbang?"


"Jam 10.00 Bay." jawab papa Surya. Terlihat mama Sekar mendadak murung.


"Mama baik-baik saja?" tanya Tiara pelan.


"Iya nak, mama baru saja bisa merasakan tinggal bersama anak dan cucu mama, keluarga yang sesungguhnya. Tapi, mau bagaimana lagi? Mama juga tidak mungkin membiarkan papamu pergi sendiri saja."


"Mama tenang, papa Surya pasti akan sering-sering ajak mama Sekar kemari. Benar kan pa?"


"Tentu." jawab papa Surya bijak.


"Ya sudah, nanti kita akan sama-sama mengantar mas dan mbak pergi ke Bandara." ucap mama Mila.


"Iya mbak."


"Ayo lanjut lagi makannya!" pinta papa Surya.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa terus dukung author, karena dukungan kalian adalah semangat bagi author.


happy reading


__ADS_2