Mutiara Untuk Bayu

Mutiara Untuk Bayu
Terpleset


__ADS_3

Setelah selesai memacu adrenalin dan terbang serta menikmati keindahan Pantai Pandawa dari atas ketinggian dengan karakter tebing dan hembusan angin yang pas, mereka kembali menuju tempat dimana keluarga berada.


"Papa? Kenapa hanya sendiri saja? Dimana Mutiara, papa Surya, mama Sekar, dan mama Mila?" tanya Tiara mengedarkan mata.


"Mereka sedang berburu oleh-oleh. Ayo kita kesana! Kalian sudah puas jalan-jalannya? Jika masih ingin jalan-jalan pergilah kembali!" ucap papa Ali.


"Tidak pa. Tiara sudah sangat puas." jawabnya melirik arah Bayu.


"Papa bilang juga apa? Bagaimana perasaanmu sekarang? Setelah terbang bersama suami terkasih."


"Aa, papa mulai deh ya? Sudah, ayo kita susul mereka, pa!" ajak Tiara. Mereka berjalan mengikuti papa Ali dan berhenti di sebuah toko oleh-oleh yang ada disekitar kawasan Pantai Pandawa.


"Itu mereka disana." ucap papa Ali menunjuk pada istri dan kedua besannya yang sedang sibuk memilih. Ya, berwisata tak lengkap rasanya jika tanpa berbelanja oleh-oleh. Disana banyak tersedia toko yang menjajakan barang oleh-oleh khas Bali, seperti pakaian, kain, barang seni, dan kerajinan unik khas Bali.


"Kak, aku akan beli beberapa untuk pelayan dirumah dan kerabat kita. Kak Bayu mau?" tanya Tiara pada suaminya.


"Boleh, tapi jangan banyak-banyak repot nanti bawa pulangnya." Tiara mengangguk dan fokus memilih barang yang disukainya. Setelah selesai memilih dan membayar, mereka memutuskan untuk kembali ke Hotel.


_____

__ADS_1


Tiara tengah berbaring diatas kasur bersama Mutiara. Mereka berdua saling tertawa bahagia. Bayu yang melihatnya merasa hatinya ikut senang dan merasa tenang.


"Dia begitu sangat menyangi Mutiara." ucap Bayu terpaku saat melihat keduanya. Tiara yang melihatnya pun segera menegurnya.


"Kak? Kak Bayu sudah selesai mandi? Kenapa hanya berdiri disana? Cepat pakai pakaianmu atau kamu akan sakit nanti!" Bayu melangkah mendekat lemari dan mengambil pakaiannya kemudian masuk lagi kamar mandi untuk mengenakan pakaiannya.


"Pergilah mandi! Kita akan keluar nanti sore." ucap Bayu kembali saat telah rapi dengan pakaiannya.


"Kemana?" tanya Tiara semangat.


"Kalian berdua mandi dulu, nanti juga akan tahu." Bayu berucap sembari memberi senyuman pada dua wanita dihadapannya.


"Ayo Mutiara sayang, kita mandi!" Tiara hendak menghampiri putrinya, namun kakinya terpleset dan hilang keseimbangan hingga hampir saja jatuh. Beruntung dengan cepat Bayu menarik tubuh Tiara dalam dekapannya, namun sayang, karena Tiara berusaha memberontak keduanya berakhir diatas kasur. Bibir keduanya saling bersentuhan, Bayu masih dengan posisi memeluk pinggang istrinya yang kini menindih tubuhnya. Beruntung keduanya tak menimpa tubuh mungil Mutiara.


"Maaf, aku terpeleset tadi." ucap Tiara mengangkat sedikit wajahnya lalu menggigit bibir bawahnya.


"Aku juga tahu kamu terpleset dan aku bahkan sudah menolongmu! Tapi, kenapa kamu berusaha menolak?" tanya Bayu masih pada posisinya. Sadar akan itu, Tiara berusaha menjauhkan tubuhnya kembali, namun Bayu cepat-cepat mengeratkan kedua tangannya sehingga membuat gadis itu semakin lebih dekat dan sangat dekat.


"Tiara, aku baru saja menolongmu. Kamu bisa saja gagar otak karena kecrobohanmu ini! Bagaimana jika ini terjadi saat kamu sedang menggendong Mutiara dan aku tidak sedang bersama kalian? Tolong lain kali berjanjilah untuk lebih berhati-hati!" ucap Bayu khawatir. Tiara bisa mencium aroma Mint dan merasakan hembusan nafas Bayu diwajahnya yang membuat pipinya memerah seketika.

__ADS_1


"Tiara, kamu dengar apa kataku? Kenapa? Apa kamu sakit? Mendadak wajahmu memerah?" Bayu berusaha menempelkan keningnya pada kening Tiara, membuat istrinya terperanjat kaget dan berusaha menghindar.


"Tidak panas?" merasa masih penasaran, Bayu menempelkan pipinya pada pipi Tiara bergantian kanan dan kiri membuat sang istri merasa tiba-tiba gemetar dibuat olehnya.


'Tidak panas juga?' batin Bayu berucap dan kedua matanya memandang wajah Tiara yang kini malah memejamkan mata. Bayu sangat mendamba wajah ini dan hendak mendaratkan ciuman dibibir Tiara.


"Oe.... Oe....!" tiba-tiba tangis Mutiara pecah, membuat Tiara mau tak mau membuka mata dan menatap wajah kecewa Bayu.


"Kak Bayu? Mutiara menagis! Lepas dan bangunlah!" Bayu seketika melepas pelukan.


"Sayang, maafkan mama. Ayo kita mandi dulu!" Tiara menggendong dan membawanya kekamar mandi. Bayu segera mendudukan tubuhnya dan kembali membanting tubuhnya keras. Ia merasa frustasi.


,


,


,


,

__ADS_1


__ADS_2