Mutiara Untuk Bayu

Mutiara Untuk Bayu
Beautiful


__ADS_3

Bayu meraih ponsel yang berada dimeja, dan mencoba menghubungi seseorang yang sedari tadi membuatnya gelisah.


"Hallo, kalian dimana? Kenapa belum pulang juga? Kamu tahu kan kalau mama dan papa sudah aku jemput dan berada dirumah kita saat ini? Aku sengaja menyuruh pak Somad menjemputmu siang agar kamu bisa pulang lebih awal dan menemui mereka. Tiara? Kamu mendengarku bicara kan?" Tentu orang disebrang telpon hanya tersenyum kegirangan mendengarnya.


"Sayang? Sungguh kamu manis sekali. Rupanya anak mama sangat merindukan Tiara ya?" suara mama Sekar menggema.


"Mama? Kenapa tidak bilang dari tadi. Dimana Tiara? Kenapa mama yang mengangkat telponnya?"


"Bagaimana mama akan bilang? Kamu terus saja berbicara, seperti kereta api yang sangat panjang dan tidak ada habisnya melintas. Sekarang turunlah nak, Tiara-mu berada dibawah." Bayu tanpa menjawab ucapan mama Sekar langsung mematikan ponsel dengan segera.


"Sungguh memalukan." gerutunya mulai masuk kamar mandi.


_____


Dibawah, aku sedang asyik mengobrol dengan orangtuaku. Ya, begitu tahu orangtuaku telah tiba dirumah, aku segera masuk dan menemui mereka tanpa menghiraukan ponsel yang tertinggal didalam mobil. Beruntung saat berbunyi mama Sekar masih berada didalamnya.


"Tiara, ini ponselmu." ucap mama Sekar memberikan ponselnya padaku yang sudah berada dipelukan mama Mila.


"Terimakasih ma, aku tak sengaja melupakan benda kecil yang sangat amat penting ini. Apa ada yang menelpon ma, hingga mama bisa menemukannya?" tanyaku.


"Tentu ada, orang yang sangat merindukan dan mengkhawatirkanmu telah menelpon tadi. Manis bukan? Ya, putraku memang sangat manis sekali." ucap mama Sekar memuji putra kandungnya sendiri.


"Bayu? Papa tidak bisa percaya ini, ma." sergah papa Surya mempertanyakan.


"Papa?" ucap mama Sekar memelototkan matanya pada suami tercinta.


"Nak, temui dia terlebih dulu." saran papa Ali padaku.


"Iya sayang, lalu bersiaplah sehabis sholat maghrib kita berangkat." ucap mama Sekar.


"Baiklah, Tiara permisi kekamar dulu. Mama dan papa kalian buat diri kalian senyaman mungkin disini, ya?" ucapku sebelum pergi kekamar.


"Mbak Mila, mas Ali, kami juga bersiap dulu ya. Jika perlu sesuatu panggil saja pelayan dan jangan sungkan, anggap seperti dirumah sendiri." papa Surya dan mama Sekar berdiri.


"Iya, kalian berdua tidak perlu khawatir. Kami akan kekamar Mutiara dan menjaganya." ucap papa Ali tersenyum.


_____


Saat aku menutup pintu kamar, kak Bayu terlihat duduk diranjang bersandar pada kepala divan, sambil memangku laptopnya.


"Apa tadi kakak menelponku?" tanyaku sambil meletakan tas belanjanya diatas kasur lalu duduk dimeja rias, menyisir rambut dan mengikatnya. Kak Bayu memperhatikanku untuk beberapa detik, aku yang menyadarinya pun segera berdiri.


"Ada apa? Apa kak Bayu perlu sesuatu? Oh iya, aku membelikan jas untukmu nanti. Bukan aku, tapi mama. Karena beliau yang membayarnya, tadinya aku sudah menolak tapi mama bersikeras untuk membayarnya. Aku janji ini yang pertama dan terakhir kalinya aku mengusik keuangan mama. Aku akan menyetrikanya untuk kita kenakan nanti." ucapku tanpa menyadari Bayu yang terus memperhatikanku selama aku terus berbicara.

__ADS_1


"Pergilah mandi! Bau keringatmu sampai kesini." aku yang tak percaya mencium bau tubuhku sendiri.


''Aku bercanda, cepatlah mandi!"


"Ada apa denganmu sebenarnya? Apa kak Bayu tidak menyukai pilihanku?"


"Tidak!"


"Baiklah. Pakai saja pakaian yang lain!" aku yang kesal segera masuk kamar mandi dan menutup pintu dengan agak kasar.


"Kenapa dia marah?" ucap Bayu bingung, lalu meletakan laptopnya dimeja dan beralih duduk disofa kamar.


Aku keluar dari kamar mandi dan mengambil gaun yang aku beli tadi untuk disetrika dan dipakai nanti.


"Kenapa kau hanya membawa gaunmu saja?"


"Apa kau sedang berbicara kepadaku, kak Bayu?"


"Tentu, apa kau melihat ada orang selain kita disini?"


"Bukannya tadi kamu bilang tidak menyukai pakaian itu."


"Siapa yang bilang?"


"Kak Bayu sendiri kan yang tadi bilang TIDAK suka."


"Kak Bayu bilang tidak artinya ya tidak. Pakailah pakaianmu yang lainnya."


"Tiara? Apa kamu akan mengecewakan mama?"


"Dasar pria, aku tidak akan menyetrikakannya untukmu."


"Sekarang mau jadi istri yang durhaka?" aku yang kesal menyambar tas yang berisi setelan jas milik kak Bayu dan menyetrikakannya.


"Itu baru istri yang baik."


"Diamlah."


_____


Aku telah mengenakan gaun pestaku dan memoles wajahku dengan make up tipis. Kak Bayu yang baru saja berganti pakaian dengan setelan jas yang dipilihkan olehku terlihat sangat serasi dengan gaun yang aku pakai sekarang. Kak Bayu segera mendekatiku dengan membawa sesuatu ditangannya.


"You look very beautiful tonight." ucap kak Bayu berdiri dibelakangku.

__ADS_1


"Dari dulu." jawabku ketus.


"Kenapa aku baru menyadarinya sekarang? Tunggu! Seperti ada yang kurang? Tapi apa?" ucap kak Bayu memperhatikanku dari pantulan cermin dihadapan kami.


"Apakah itu?" kak Bayu menyikap rambutku kedepan, membuatku menutup kedua mataku dan dengan perlahan memasangkan sebuah benda kepadaku.


"Kak Bayu?" aku kaget saat membuka mata dan melihat leherku yang telah dihiasi dengan diamond necklace yang sangat indah dan bercahaya mengkilap.



"Kak Bayu, Tiara tidak membutuhkannya, ini sangat mahal dan . . .." kak Bayu segera memelukku yang telah bangkit dari dudukku dan membuatku bungkam seketika.


"Kamu istriku sekarang, kamu berhak memiliki apa yang aku punya. Selesaikan riasanmu dan cepatlah turun. Aku menunggumu dibawah. Aku tak bergeming, aku berdiam diri layaknya sebuah manekin. Saat aku tersadar, aku segera meraih tas dan memakai high heels-ku, lalu kembali bercermin dan tersenyum.


_____


Dibawah, dua keluarga telah berkumpul dan menanti seseorang yang tak kunjung keluar.


"Ah, lihat mbak Mila! Putrimu dan menantuku sudah datang." teriak mama Sekar membuat heboh dan seluruh mata tertuju pada orang itu. Ya, itu adalah aku. Bahkan, Bayu yang tadi sudah melihatku sebelumnya tak luput untuk terus memandangiku.


"Wah, kamu cantik sekali nak." puji mama Mila.


"Mama? Kenapa semua orang memujiku cantik malam ini? Apa Tiara baru terlihat cantik malam ini saja?" keluhku manja menatap kak Bayu untuk beberapa detik.


"Tidak nak. Kamu selalu cantik. Tapi, malam ini lebih sangat cantik. Benarkan, pa?" tanya mama Mila pada suaminya.


"Tentu, putri papa yang tercantik."


"Tapi, dia milik Bayu sekarang, pa."


"Aaaa, suamimu cemburu sama papamu Ra, mertuanya sendiri." goda papa Ali.


"Papa." rengekku malu.


"Sudah-sudah kalian berangkat sekarang atau pestanya akan berlangsung dirumah ini nanti?" ucap papa Surya. Kami berempat berpamitan pada papa Ali dan mama Mila. Kami menggunakan dua mobil karena papa Surya dan mama Sekar terlebih dulu pergi dengan pak Somad.


,


,


,


,

__ADS_1


Terimakasih buat yang masih bersedia mendukung karya saya, semoga kalian sehat selalu.


Happy reading...


__ADS_2