Mutiara Untuk Bayu

Mutiara Untuk Bayu
Merindukan Mutiara


__ADS_3

Didalam kamar hotel, aku terkejut saat melihat ruangan yang sangat indah dihias penuh dengan berbagai macam bunga dan lilin hingga baunya tercium dengan jelas. Aku mendudukan tubuhku ditepi ranjang perlahan, menyentuh kelopak-kelopak bunga mawar merah berbentuk hati menghias ruas ranjang.


"Ra, pergilah mandi terlebih dahulu! Aku akan membereskannya." ucap kak Bayu yang tanpa dosa keluar kamar mandi tiba-tiba dan hanya memakai selembar handuk yang melilit dipinggangnya.


"Ehm, kak Bayu? Cepatlah pakai pakaianmu! Itu sungguh memalukan!" umpatku berjalan kekamar mandi mengalihkan pandanganku dari tubuh kekar dan abs-nya yang terpampang nyata itu.


"Kenapa?" tanya kak Bayu mengerutkan dahi tak merasa berdosa.


_____


"Ra, kamu kenapa lama didalam? Apa kamu tertidur?" ucap Bayu saat merasa Tiara terlalu lama berada didalam kamar mandi.


"Apa yang dia lakukan didalam? Sudah lebih dari setengah jam dia didalam." gumam Bayu.


"Tiara!" panggil Bayu kembali.


"Kak Bayu? Apa yang kakak lakukan?" ucapku kaget melihat kak Bayu berdiri didepan pintu kamar mandi.


"Kenapa berlama-lama didalam sana? Ini sudah sangat malam, tidurlah!" perintah Bayu. Aku melirik pada ranjang yang telah bersih dari kelopak-kelopak bunga mawar merah dan lilin aroma terapi yang sangat menyengat itu telah padam tak tersisa.


"Kak Bayu, aku . . .."


"Kamu tidurlah diranjang, aku akan tidur disofa!" sahut Bayu lalu merebahkan tubuhnya disofa.


'Aku sangat merindukan Mutiara, beberapa hari belakangan sibuk mengurus pernikahan. Lalu, sekarang harus tinggal dihotel tanpa melihatnya.' gumamku dalam hati.


-----


"Loh, pengantin baru kok sudah pulang?" tanya mama yang melihatku turun dari mobil diikuti oleh kak Bayu dibelakang.

__ADS_1


"Mama, disana sangat membosankan dan aku juga sudah sangat merindukannya." ucapku mengambil Mutiara dari gendongan mama.


"Ayo masuk kita ngobrol didalam!" titah mama.


"Owh, anak dan menantu papa sudah pulang rupanya." ucap papa yang melihat kedatangan kami. Kami semua ikut mendudukan diri disofa tamu tempat papa berada sekarang.


"Pa, ma, ada yang Bayu ingin sampaikan."


"Katakanlah nak ada apa?"


"Pa, ma, Bayu minta izin untuk membawa Tiara dan Mutiara kembali kerumah Bayu."


"Secepat inikah kak Bayu?" protes Tiara.


"Tiara, Bayu sekarang suamimu dan Mutiara anak kalian, Bayu berhak atas kalian berdua." ucap mama Mila memberi penjelasan.


"Besok pagi pa, apa papa dan mama tidak keberatan?" tanya Bayu terlihat sungkan.


"Tentu tidak, kami akan sering-sering mengunjungi kalian jika diperbolehkan." jawab papa Ali.


"Sangat boleh pa, kalau Bayu tidak sibuk pasti akan sering membawa mereka kemari mengunjungi mama dan papa."


"Nak Bayu, mama titip anak dan cucu mama ya!"


"Mama tidak perlu khawatir begitu, Bayu pasti akan menjaga mereka semua dengan baik dan membuat keluarganya bahagia." ucap papa berhasil membuat kami tersenyum kecil.


"Bayu izin kekamar dulu ma, pa." ucapnya berlalu. Kemudian papa dan mama juga melanjutkan aktifitas mereka, papa membaca koran diteras rumah dan mama didepan sibuk menyiram tanaman, sedangkan aku asyik bermain dengan Mutiara dikamarku.


"Asalamualaikum om, tante." ucap seorang pemuda tampan menyalami keduanya yang sedang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.

__ADS_1


"Nak?" ucap keduanya membelalakan mata karena terkejut. Melihat pria mudan taman, berjas rapi dan lengkap dengan sebuket mawar merah ditangannya.


"Om, tante, apa Tiara ada?" tanya pria itu.


"Ada, mari silahkan masuk!" perintah papa Ali mengajak tamunya masuk kedalam.


"Biar tante panggilkan Tiara dulu, kalian ngobrol saja dulu!" ucap mama Mila berlalu pergi kedapur.


"Bik, buatkan minuman untuk tamu didepan ya!" ucap mama Mila pada bibik.


"Baik nyonya, akan segera saya antarkan." jawabnya.


-----


"Nak Bayu permisi, apa Tiara disini?" tanya mama pada kak Bayu yang hendak keluar kamar.


"Tidak ma, mungkin dikamarnya. Ada apa ma, kok mama sampai gelisah begitu?" tanya Bayu lagi saat melihat raut muka mama Mila yang panik.


"Tidak apa-apa nak, hanya ada seseorang yang ingin bertemu denganya, mama akan mencari dikamarnya kalau begitu." ucap mama Mila berlalu kekamar Tiara, Bayu pun yang penasaran memutuskan untuk ikut menemuinya juga. Toh, Tiara sekarang tanggung jawabnya juga kan?


,


,


,


,


Coba tebak siapakah pria itu?

__ADS_1


__ADS_2