
Ini sudah satu minggu sejak kepergian kak Bayu, tapi dia belum juga kembali dan tidak memberi kabar atau sekedar basa-basi melalui telpon atau komunikasi via chat. Sungguh, aku mengkhawatirkan calon suamiku itu. Hari ini, aku libur karna aku harus pergi fitting gaun pengantin untuk acaraku lima hari kedepan.
"Pa, ma! Bagaimana aku akan pergi ke Butik kalau sampai sekarang kak Bayu belum juga pulang?" tanyaku yang kini berada diruang tengah bersama papa, mama, dan Mutiara.
"Biar nanti kita pergi berempat dengan Mutiara juga. Nanti, ukuran untuk Bayu biar papa yang coba. Kan badan mereka 11-12?" ucap mama.
"Ya sudah, terserah mama saja." jawabku lesu. Memikirkan kak Bayu yang kurasa sama sekali tidak memperdulikan pernikahan ini.
_____
Kini kami sudah berada dibutik Mutiara, ya butik milik kak Tiara dulu yang sekarang telah dipercayakan papa kepada tante Alica.
"Hallo sayangku! Ah, yang mau nikah kok lesu begini sih. Kenapa?" tanya tante Alica memelukku karena memang kami jarang bertemu.
"Ya, mau bagaimana lagi, Ca? Calon suaminya sibuk diluar kota saat mendekati hari pernikahan mereka." ucap mama, ya tante Alica ini adalah adik kandung dari mama.
"Tidak apa mbak. Tiara juga jangan sedih sayang, Bayu melakukannya kan juga untuk kalian nanti." ucap tante Alica sembari terus membelai rambut Mutiara yang sedang tertidur. Kami mulai memilih dan mencoba beberapa gaun juga setelan jas untuk kak Bayu nanti.
🎵 Tuhi Hai Sawera Mera
Kau adalah pagiku
Tuhi Kinara Mera
Kau adalah pantaiku
Tuhi Hai Dariya Mera
Kau adalah sungaiku
Khuda Ka Zariya Mera
__ADS_1
Kau mediaku untuk mencapai tuhan
Se Hota ShuruTujhi, Yeh Mera Kaarwan
Kau adalah titik awal, karavanku
Tujhi Pe Jaake Khatam Ye Mera Saara Jaahan
Kau adalah tujuan akhirku, Kau adalah seluruh hidupku 🎵
( Vaaste - Dhvani Bhanushali & Nikhil D'souza )
Tiba-tiba saja ponselku berdering yang berarti adalah VCall.
"Kak Bayu? Dia menelponku?" gumamku girang tak percaya dengan apa yang ku lihat.
"Sudah angkat saja, Ra!" ucap tante Alica mengagetkanku. Aku pun menjawabnya dengan wajah sangat bahagia. Entah dari mana hadirnya perubahan moodku itu.
"Hallo kak Bayu." ucapku sambil menampilkan senyum bahagia dan memandang wajahnya terlihat jelas dilayar ponselku sedang berada diruangan yang terlihat seperti kantor.
"Iya kak, ini Tiara masih milih mana yang cocok kak, kak Bayu mau yang mana?" tanyaku antusias sambil berjalan menuju papa yang sedang yang mencoba setelan jas untuk Bayu dan menanyakan mana yang dia suka diantara baju yang sedang papa coba untuknya atau yang masih melekat dimanekin.
"Mutiara ikut juga?" ucapnya setelah memutuskan setelan jas pilihannya.
"iya, lagi sama mama didepan." sahut papa yang telah memelepas setelan jas yang dicobanya dan berlalu menghampiri istirinya dan mengambil alih Mutiara dari tangannya.
"Besok sore aku kembali, maaf tidak memberitahumu dan maaf tak memberimu kabar setelah aku sampai disini." ucap Bayu penuh menyesalan.
"Tidak apa-apa kak, kakak fokus saja dengan pekerjaan kakak disana, kami disini telah menghandel semua keperluan untuk acara kita."
"Apa kamu sudah memilih gaun untukmu?"
"Tiara masih bingung."
__ADS_1
"Coba lihat gaun-gaun pilihanmu yang membuatmu bingung!" aku mulai memperlihatkan tiga gaun yang membuatku delima itu. Akhirnya kak Bayu memilihkan salah satu dari tiga pilihan itu untukku yang dianggapnya cocok untukku dan juga serasi dengan setelan jas pilihan kak Bayu.
"Mana nak Bayu, Ra?" tanya mama tiba-tiba, aku memberikan ponselku padanya.
"Nak Bayu apa kabar? Kapan pulang? Acara tinggal beberapa hari lagi nak, segera selesaikan pekerjaanmu dan ambillah cuti!" kata mama.
"Alhamdullihah Bayu baik disini, ma. Ya, ma. Besok malam mungkin sudah sampai rumah. Maaf ma, karena Bayu sibuk dengan bisnis Bayu sementara kalian repot mengurus persiapan acara pernikahan kami dan juga Mutiara."
"Kamu tidak perlu sungkan nak, kita ini kan keluarga."
"Terimakasih mama. Ya sudah ma, Bayu tutup dulu karena masih ada pekekerjaan yang harus Bayu selesaikan." pamitnya, mama memberikan ponselnya yang masih terhubung dengan kak Bayu.
"Tiara? Terimakasih untuk semua yang telah kamu lakukan untukku."
"Iya, kamu jaga kesehatan kamu dan hati-hati saat pulang nanti."
"Iya. Sampai jumpa, Ra!" ucap kak Bayu yang kemudian menutup telephone.
"Senengnya yang habis VCall sama calon suami, dipilihin gaun lagi." ucap tante Alica menyinyindir. Sementara aku yang mendapat sindiran hanya tersipu malu.
"Tante Alica!"
_____
Sesampainya dirumah, aku bermain dengan Mutiara sedangkan mama dan bibik mereka sibuk didapur memasak makan malam. Papa dikamar sibuk dengan laptopnya.
,
,
,
,
__ADS_1
Terus dukung Tiara ya readers.