
"Papa, mama, Tiara sama kak Bayu izin pulang dulu ya, ma, pa." pamitku pada mama Mila.
"Loh. Kenapa terburu-buru sayang?" tanya mama Mila.
"Iya ma, ini sudah malam lagi pula Tiara sudah rindu Mutiara katanya." jawab kak Bayu.
"Baiklah. Kalian berdua hati-hati dijalan ya!" ucap papa Ali.
"Iya. Ohw iya! Ma, pa, apa lusa kalian bisa ikut bersama kami?" tanya kak Bayu.
"Kemana kak?" tanyaku bingung.
"Iya nak Bayu, nak Bayu mau mengajak kami kemana?" ucap mama Mila ikut bingung.
"Kami akan berlibur, jika papa dan mama berkenan kami akan menjemput mama dan papa besok sore." jawab kak Bayu.
"Benar itu nak Bayu? Apa tidak merepotkan?"
"Tentu saja tidak, pa. Tiara dan Mutiara juga mama Sekar dan papa Surya, pasti mereka akan sangat senang jika kalian berdua mau ikut. Bukan begitu, Ra?" jelas kak Bayu dan bertanya padaku.
"Iya. Papa dan mama ikut saja." jawabku mengiyakan.
"Ya sudah, kami akan ikut pergi dengan kalian semua. Ya, ma?" ucap papa Ali dibalas senyum manis mama Mila.
"Iya pa, ma, Tiara akan sangat senang." ucapku memeluk keduanya.
"Kalau begitu kami berdua pamit pulang dulu pa, ma!" ucap kak Bayu menyalami dan mencium punggung tangan keduanya lalu bergegas pergi kemobil.
"Iya. Titip salam untuk besan kami nak Bayu." ucap papa Ali.
"Iya, pa."
"Hati-hati dijalan, nak!" teriak mama Mila, saat mobil mulai melesat meninggalkan halaman rumah. "Pa, menantu kita perhatian, ya? Sungguh menantu idaman. Sudah tampan, mapan, sopan dan pengertian lagi." puji mama Mila setelahnya.
"Kan sudah papa bilang sejak awal, ma. Bayu itu orang yang baik. Ayo masuk, ma!" ajak papa Ali diakhir kalimat lalu keduanya pun masuk kedalam rumah.
_____
__ADS_1
"Kak Bayu, kok gak bilang Tiara kalau kita akan pergi berlibur." ucapku memecah keheningan.
"Lupa." jawab kak Bayu beralasan.
"Lupa? Lupa denganku, tapi ingat dengan orang tuaku? Sungguh menyebalkan!" kesalku.
"jangan marah begitu, kamu terlihat semakin jelek kalau marah!" ucapnya menggoda.
"Biarkan saja. Toh, tidak ada bedanya aku cantik atau jelek, karena memang tak ada yang memperhatikanku! Aku lelah, aku mau tidur dan jangan menggangguku!" aku pun mencoba memejamkan mata perlahan.
"Tiara! Apa katamu tadi? Dan, tidur? No! Bangun, Ra! Kamu harus menemaniku ngobrol, enak saja mau tidur dan membiarku fokus menyetir saja, aku bukan sopir pribadimu. Lagipula kita sudah akan sampai rumah."
"Kan kak Bayu sendiri yang bilang mau gantiin pak Somad sebagai sopirku yang mengantarku pergi kemana saja. Makannya, besok lagi kak Bayu minta pak Somad aja yang antar jemput Tiara, jadi kak Bayu bisa istirahat saat diperjalanan pulang. Bukan jadi pak Somad. Jelas?"
"Baiklah nyonya Pradana."
"Kak Bayu. Perhatikan jalan dan fokuslah menyetir!" ucapku yang melihatnya menatap dalam wajahku.
_____
"Tiara! Sudah pulang nak? Dimana Bayu?" tanya papa Surya.
"Iya pa, kak Bayu masih didepan. Dimana mama dan Mutiara, pa?"
"Mereka ada dikamar, nak."
"Baiklah. Tiara kekamar dulu ya, pa?"
"Iya." jawabnya, aku berlari kekamarku terlebih dulu, karena aku belum mandi dan tiba-tiba perutku terasa sangat sakit.
"Papa, lagi apa serius banget?" tanya Bayu pada sang ayah.
"Ya biasa Bay, lagi mantau laporan dari kejauhan. Kok pulang sampai malam begini? Apa dikantor ada masalah?" tanya papa Surya khawatir pada perusahaan sang anak.
"Tidak pa, tadi kami mampir kerumah papa Ali dulu nganter Tiara."
"Owh. Ya sudah, pergilah istirahat kamu pasti sangat lelah."
__ADS_1
"Iya pa, Bayu kekamar dulu."
"Ehm. . . .. Tunggu Bay! Besok sore ada undangan pernikahan rekan bisnis papa, kamu ikut dan ajaklah Tiara!" pinta papa Surya.
"Tapi pa, Bayu sudah janji mau jemput papa Ali dan mama Mila besok sore."
"Mereka mau kemari?"
"Iya pa, lusa kita akan liburan kan? Jadi, aku juga akan mengajak mereka biar tambah rame dan sekalian ngumpulin keluarga." kata Bayu.
"Oh benar. Itu bagus, nak. Tapi, kamu harus tetap menghadiri pernikahan rekan bisnis kita, Bay. Jadi, biar pak Somad saja yang jemput mereka besok."
"Baik. Pasti mereka juga akan bisa memakluminya, pa."
"Iya, nak."
"Ya sudah, pa. Bayu naik dulu. Papa jangan tidur larut malam!" pesan Bayu sebelum akhirnya pergi kekamar.
"Iya." jawab papa Surya mengangguk.
_____
Sesampainya dikamar, Bayu merebahkan tubuhnya diatas kasur. Dia tidak melihat keberadaan Tiara, sang istri diruangan ini.
"Dimana dia? Apa dikamar mama? Tadi, dia bilang sangat rindu Mutiara bukan?" ucap Bayu membuka pintu hendak keluar kamar dan akan mencarinya dikamar mama Sekar. Namun, Bayu terlebih dahulu mendengar pintu kamar mandi terbuka dan mengurungkan niat awalnya itu.
"Tiara, aku pikir kamu berada dikamar mama." ucap Bayu mendekat pada sang istri. Seketika raut wajahnya berubah, saat melihat wajah pucat dan tubuh lemas Tiara.
,
,
,
,
Haduh readers, si Tiara kenapa itu, ya?
__ADS_1