Mutiara Untuk Bayu

Mutiara Untuk Bayu
First Day in Bali


__ADS_3

Tiara memasuki kamar dan mendorong pelan kereta dorong milik Mutiara. Bayu meletakkan koper mereka didekat lemari dan berbaring dan diatas kasur.


"Aku akan istirahat sebentar."


"Tidurlah, aku akan membangunkanmu nanti."


"Mutiara sayang, ayo kita tidur! Biarkan mamamu membereskan barang-barang kita." ucap Bayu menggendong Mutiara, membawanya keatas kasur dan membaringkannya perlahan. Tiara membuka koper dan mulai menata pakaian mereka dilemari sambil sesekali melihat Bayu dan Mutiara yang malah asyik saling melempar tawa satu sama lain, Bayu menggoda Mutiara? Ya, menari ular dan saling tertawa membuat keduanya terlihat begitu happy. Tiara yang melihatnya ikut bahagia melihat tingkah konyol suaminya yang ternyata humoris.





"Kenapa menatapku?" tanya Bayu yang mulai risih karena Tiara terus menatapnya.


"Ehm, tidak." jawab Tiara tersadar dari lamunannya. Bayu hanya menatapnya dengan rasa bingung.


'Aku hanya belum pernah melihatmu sebahagia ini, meski itu dengan kak Mutia sekalipun.' jawab Tiara dalam hati.


"Apa kau mulai terpesona denganku?" Bayu yang telah mendekat, meraih pinggang Tiara dan memeluknya dari belakang. Tiara yang dibuat kaget dengan perlakuan Bayu yang tiba-tiba itu lagi, membuatnya menjatuhkan tumpukan baju yang mulanya sudah terlipat rapi dan hendak dimasukan kedalam lemari malah terjatuh berserakan dilantai.


"Kak Bayu! Apa yang telah kakak lakukan? Kak Bayu tidurlah saja dan jaga Mutiara! Biarkan aku menyelesaikan pekerjaanku dulu!" ucap Tiara kesal dibuatnya.

__ADS_1


"Berhenti memanggilku kakak, Tiara! Aku ini suamimu dan bukan kakakmu!" jawab Bayu dengan malas, melepaskan pelukannya dan mendekat kembali pada Mutiara.


'Apa dia marah?' gumam Tiara sembari memungut pakaiannya yang berserakan dilantai dan melipatnya kembali rapi.


"Lalu aku harus memanggilnya apa jika bukan kakak? Tidak mungkin aku memanggilnya hanya dengan namanya saja kan? Itu akan terkesan sangat tidak sopan."


_____


Pagi telah berganti siang, Bayu mengajak seluruh keluarganya untuk makan siang di Restaurant yang ada di Hotel itu. Setelah makan siang, mereka berencana untuk mulai berjalan-jalan ria. Karena ini merupakan hari pertama di Bali, jadi mereka baru akan mengunjungi wisata yang paling dekat dari Hotel.


Seperti saat ini, mereka sedang berada di Museum Pasifika, tempat wisata yang terkenal di Nusa Dua ini sudah ada sejak tahun 2006 dan dirikan oleh Moetaryanto P and Philippe Augier.


Segala macam karya seni terdapat di Museum Pasifika, dengan jumlah koleksi yang telah mencapai 600 karya yang berasal dari 200 seniman dan dari 25 negara, salah satunya adalah karya Affandi seniman Indonesia dan masih banyak seniman terkenal lainnya. Mereka melihat urutan-urutan karya yang tertata dengan rapi, sangat bagus dan indah. Tak hanya lukisan saja, namun juga ada patung dan karya seni lainnya terpajang disana. Mereka tak lupa mengambil foto selfi bersama ditempat indah itu.


"Tiara apa kamu lelah? Berikan Mutiara padaku aku akan menggendongnya."


"Bagaimana tidak lelah? Kita sudah berjalan berjam-jam dan mengelilingi beberapa ruangan kan?"


"Apa kau masih marah padaku?" tanya Tiara lirih dan sedikit ragu.


"Marah? Oh, yang tadi? Tentu saja!"


"Baik aku tidak akan berbicara padamu."

__ADS_1


"Kenapa jadi begini? Jangan banyak bicara, ayo kita pulang! Tunggu! Dimana nenek dan kakek Mutiara?" Bayu yang menyadari ketidak beradaan orangtuanya memutar mata keseluruh sudut ruang.


"Oh iya, dimana mereka? Kenapa tidak terlihat disekitar sini?"


"Mungkin dirungan lain. Aku akan menghubungi papa atau mama dulu." tanpa menunggu lama Bayu langsung menekan ponselnya pada satu nomor.


"Hallo. Papa? Kalian berempat dimana?"


"Hallo? Kami diluar Bay, kami istirahat dan mencari minum. Dua wanita disini sangat merepotkan sekali." Keluh papa Surya disebrang sana.


"Ya sudah pa. Bayu tunggu kalian dimobil ya. Kasian Tiara kelelahan. Lagipula, ini sudah sangat sore."


"Baiklah. Kami segera datang."


Bayu dan Tiara keluar dan menunggu dimobil. Beberapa menit kemudian orangtua mereka datang.


"Maafkan kami sayang, kamu pasti sudah menunggu lama?" ucap mama Sekar mengambil alih cucunya dari tangan Tiara. Mereka semua masuk dalam mobil dan kembali ke Hotel.


,


,


,

__ADS_1


,


Happy reading all.


__ADS_2