Mutiara Untuk Bayu

Mutiara Untuk Bayu
Satu Mobil dengan Es Balok


__ADS_3


Pagi sekali aku sudah mandi, bersiap untuk pergi ke Klinik. Semalam aku menunggu sesuatu yang membuatku menyesal, bukan menyesal lebih pada kecewa. Aku menunggu balasan hingga tanpa sadar tertidur sampai melupakan ritual malamku, tentu saja cuci muka dan gosok gigi. Apalagi? Sungguh memalukan bukan?


"Tiara! Tumben pagi sekali sudah turun, ada apa? Apa ada pasien darurat?" tanya mama yang tengah sibuk menata beberapa menu sarapan dimeja makan.


"Tidak ma, hanya ingin segera sampai Klinik saja." jawabku sambil mengambil air minum dan mama hanya memandangku 'tidak biasanya'.


"Mama, aku berangkat sekarang." imbuhku sambil menyalami mama dan mencium pipinya. Aku segera keluar. Namun sayang, ban mobilku ternyata kempes dan kemungkinan besar bocor.


'Oh tidak!' batinku berteriak.


"Ara, ada apa?" teriak kak Mutia yang keluar bersama kakak ipar disisi kanannya, yang pastinya akan berangkat ke Kantor dan saat itu pula kedua makhluk itu melihatku menendang dan gedumel karena ban mobilku yang kempes.


"Ban mobilku bocor kak Tia." jawabku singkat.


"Owh, bareng mas Bayu aja gih!" saran kak Mutia padaku.


"Tidak kak, terima kasih. Aku akan cari taksi didepan saja." kataku pada kak Mutia. 'Mana mungkinkan aku satu mobil dengan si es balok?' batinku gerundel.


"Tidak apa Tiara, bolehkan mas Bayu? Kasihan Tiara jika harus mencari taksi didepan. Jarang lewat, apalagi ini masih sangat pagi." bujuk kak Mutia padaku dan suaminya.


"Tentu. Ikutlah mobilku! Kita searah bukan? Kenapa harus naik taksi?" ucap kakak ipar tiba-tiba. Dia mulai masuk kedalam mobil dan menghidupkan mesin mobilnya. Kak Mutia yang melihatku masih diam ditempat dengan segera menari tubuhku agar masuk dan mendudukanku kedalam mobil. Selama di perjalan hanya hening, tak ada pembicaaraan. Akhirnya aku menyalakan audio untuk memecah keheningan yang menyiksaku itu.


🎼 I Love You deutgo ittnayo


Only You nuneul gama bwayo


barame heutnallyeo on geudae sarang


whenever wherever you are


whenever wherever you are


oh oh, oh love love love


eojjeoda naega neol saranghaesseulkka

__ADS_1


mireonaeryeo haedo


nae gaseumi neol arabwasseulkka


I Love You deutgo ittnayo


Only You nuneul gama bwayo


modeun ge byeonhaedo byeonhaji anha


neon naui nan neoui sarang


geudae jogeum doraondaedo


dasi nareul seuchyeo jinadeorado


gwaenchanhayo geudael wihae


naega yeogi isseulge


I Love You ijji marayo


barame heutnallyeo on geudae sarang


whenever wherever you are


whenever wherever you are 🎼


(Yoon Mi Rae - ALWAYS ( Ost. DOTS ))


'Lagu ini, laguku dengan kak Panji.' gumamku dalam hati, sambil terus melihat layar ponsel berulang kali yang menampilkan wajah yang amat aku rindukan, sembari menunggu pesan masuk dari orang itu.


"Kenapa? Apa sangat terburu-buru?" tanya kakak ipar padaku, mungkin dia pikir aku sedang melihat jam.


"Tidak." jawabku singkat.


"Owh, lagi nunggu pacar, atau takut dia marah, makanya jadi risau begitu?" ucapnya seolah sedang mengintimidasiku.

__ADS_1


"Tidak. Siapa yang marah? Kenapa juga mesti marah? Dia juga tahu kak Bayu kakak ipar Tiara." jawabku lirih, entah terdengar atau tidak karena tak ada jawaban darinya. Setelah sampai Klinik, aku segera turun. Tak lupa untuk mengucapkan rasa terimakasihku. Es balok pun segera melajukan mobilnya menuju Kantor setelah memberi anggukan kecil sebagai jawaban dari ucapanku.


-----


Sore hari di Klinik.


"Bagaimana keadaannya sekarang, sudah lebih baik bukan, Dok?" tanya seorang ibu pasien padaku.


"Sayang, apa kamu meminum obatnya dengan benar?" tanyaku pada si pasien dengan lembut.


"Kak Dokter Cantik, Rafa tidak suka obat, Rafa tidak suka disini, Rafa mau pulang kerumah saja!" ucap si pasien yang bernama Rafa.


"Rafa sayang, kalau Rafa mau cepat pulang Rafa harus sembuh dulu, kalau Rafa mau sembuh Rafa juga harus minum teratur obatnya, semakin Rafa cepat sembuh semakin cepat juga Rafa bisa pulang kerumah. Jadi, kalau Rafa tidak mau minum obat Rafa berarti betah dong tinggal disini lama dan mau terusan sakit, ya?" bujuk rayuku dengan penuh kesabaran dan kelembutan.


"Kak Dokter Cantik, Rafa mau minum obatnya dengan benar, biar Rafa cepat pulang! Ya, ma?" jawabnya langsung minum obat yang disodorkan sang ibu, karena memang ini sudah jamnya juga.


"Anak pintar, setelah minum obat Rafa harus istirahat yang cukup. Jangan terlalu lama main hp, itu sangat tidak bagus untuk kesehatan mata Rafa, ok?" tuturku pada si pasien sambil mengelus kepalanya, yang dengan cepat dianggukinya dan mulai berbaring hingga perlahan memejamkan mata.


"Terimakasih banyak bu Dokter." ucap ibu pasien, akupun tersenyum dan seketika senyum itu luntur kala aku melihat seseorang yang tengah memperhatikanku, entah sejak kapan dia berdiri disana mengawasiku.



( ekspresi Dokter Tiara saat mengetahui ada makhluk yang diam-diam memperhatikannya )


,



,


,


,


Siapakah orang itu? Apa dia orang yang ditunggunya selama ini?


Penasaran?

__ADS_1


Jangan lupa tekan ❤ [favorite] , like [👍] , coment [💬] !


__ADS_2