
"Devdan?" ucap Tiara seolah tak percaya. Ya, kini mereka telah sampai tujuan berikutnya yakni Devdan Show.
"Iya, ayo masuk atau kita akan melewatkan bagian awalnya!" pinta Bayu yang kini telah menggendong Mutiara, mengajak seluruh kelurga masuk dan duduk dikursi VIP.
Devdan Show atau Treasure of The Archipelago merupakan pertunjukan teater yang menampilkan sendratari tradisional yang dipadukan dengan koreografi tari modern dari 5 daerah yaitu Bali, Jawa, Kalimantan, Sumatera dan Papua. Pertunjukan kelas dunia selama 90 menit ini membawa mereka dalam perjalanan yang luar biasa menjelajahi Bali.
Mereka dibuat kagum oleh tarian tradisional yang begitu eksotis yang ditampilkan oleh penari-penari luar biasa diatas panggung dengan efek yang beragam, mulai dari hujan buatan hingga bara api yang menyala.
Berikutnya, mereka juga dibuat kaget oleh aksi akrobatik udara solo dan duo yang dikoreografikan dan ditampilkan dengan sangat luar biasa.
Pertunjukan Devdan sendiri dapat dinikmati oleh semua umur dan ceritanya juga mudah dimengerti oleh siapapun, terkecuali bayi seumuran Mutiara. Pokoknya, begitu mereka keluar dari ruang pertunjukkan, mereka seolah telah menjelajahi setiap sudut tanah air lewat pertunjukan visual yang amat memukau itu.
_____
Kini, mereka telah kembali di Hotel karena merasa sudah sangat lelah. Mereka kembali kekamar masing-masing. Bayu yang kala itu menggendong Mutiara segera masuk kamar dan menidurkan putrinya diatas kasur.
"Mandilah terlebih dulu! Aku akan menjaga Mutiara disini!" tanpa berniat menjawab perintah Bayu, Tiara langsung pergi kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
"Kenapa dengan mamamu, sayang? Apa papa berbuat salah padanya? Dia terlihat berbeda hari ini, seperti sedang menyembunyikan sesuatu? Apa Mutiara juga merasakan hal itu, sayang?" keluh Bayu pada putri kecilnya yang telah lelap. Menunggu Tiara yang begitu lama didalam kamar mandi membuat Bayu tertidur.
__ADS_1
"Apa dia terlalu lelah? Kenapa bisa tidur tanpa mandi terlebih dulu? Dia terlihat sangat pulas. Tapi, dia kan belum mandi. Aku tidak tega jika harus membangunkannya." ucap Tiara monolog saat melihat Bayu telah lelap bersama putri kecilnya.
"Kak Bayu! Kak? Bangun!" Tiara mencoba membangunkannya dengan ragu dan sedikit takut, takut kalau suaminya akan marah padanya.
"Kenapa tidak mau bangun juga? Dia sudah seperti mayat hidup saat sudah tidur! Apa dia memang berniat untuk tidak mandi?" ucap Tiara lagi.
"Kak Bayu, bangunlah dan bersihkan tubuhmu dulu!" Tiara terus berusaha namun tidak ada reaksi apapun yang suaminya itu berikan.
"Baiklah terserah! Aku juga merasa lelah! Hari ini aku dan Mutiara mengalah, terpaksa harus tidur dengan sedikit bau keringatnya! Maafkan papamu ya, sayang." Tiara memposisikan dirinya disebelah Mutiara, menarik selimut lalu mematikan lampu.
-----
Waktu menunjukan pukul 00.05 WIB. Tiara terbangun dari tidurnya ketika perutnya merasa sangat begitu lapar. Ia menyalakan lampu dan tak mendapati Bayu diatas ranjangnya.
"Pergi kemana dia tengah malam begini?"
"Aku akan menelponnya saja." Tiara mencoba menghubungi nomor suaminya. Tapi, ia malah mendengar dering ponsel didalam ruangan kamarnya. Tentu saja, itu dering ponsel milik Bayu. Astaga, dia meninggalkan ponselnya.
"Pergi kemana dia? Tengah malam begini dan melupakan ponselnya?" Tiara yang gelisah akan suaminya kini terus saja berjalan kesana-kemari hingga melupakan rasa laparnya.
Beberapa menit kemudian, terdengar suara pintu kamar terbuka. Tiara menoleh dan melihat sosok Bayu berjalan mendekat kearahnya.
"Kamu terbangun?" Tiara langsung saja mendekat dan memeluk suaminya.
"Kak Bayu dari mana saja? Kenapa keluar tidak berpamitan terlebih dulu dan juga tidak membawa ponselmu?" ucap Tiara begitu terlihat sangat khawatir.
"Hey sayang, tenanglah! Aku bukan anak kecil yang akan tersesat jika keluar sendirian ditengah gelap malam, bukan? Aku mencarikan ini untukmu!" Bayu memberikan satu kantong plastik berisi dua porsi makanan sembari tersenyum kecil.
"Aku tahu, kamu akan terbangun ditengah malam. Karena kita melewatkan makan malam tadi." jelas Bayu.
__ADS_1
"Terimakasih. Tapi, kakak tetap saja salah. Harusnya kak Bayu terlebih dulu membangunkanku dan berpamitan padaku atau bisa membawa ponsel dan mengirimkan pesan padaku, kan?" protes Tiara yang masih dalam mode khawatir.
"Baiklah, aku salah. Aku janji lain kali tidak akan meninggalkanmu tanpa berpamitan terlebih dulu. Sekarang, ayo kita makan dan kembali tidur!" Bayu mengajak Tiara duduk disofa. Mereka menikmati makan malam mereka yang sudah terlewatkan.
"Kak Bayu ini sangat enak! Kakak membelinya dimana? Seperti masakan asli orang jawa." ucap Tiara bertanya.
"Tentu. Aku membelinya di Restaurant 24 jam tak jauh dari sini. Ayo cepat habiskan dan kembali tidur. Besok kita harus bangun pagi untuk berkemas!"
"Bukankah kita akan pulang sore hari?"
"Ya. Dan, bukannya mama berencana untuk membawamu dan mama Mila pergi ke spa? Itu akan membutuhkan waktu yang cukup lama, jadi kita perlu berkemas terlebih dulu agar tidak tergesa nanti."
"Itu tidak akan lama kak, mungkin hanya 3 sampai 4 jam saja."
"Terserah kalian, pokoknya pukul 16.00 WIB kita sudah harus berada di Bandara."
"Siap." Tiara membereskan bekas makan mereka dan pergi kekamar mandi untuk menggosok gigi dan melanjutkan tidurnya.
.
.
.
.
Hallo hay! Buat para readers mohon untuk tetap setia menanti MuB, ya? Jangan lupa like, vote dan tulis kritik/saran kalian di kolom komentar.
Happy reading . . .
__ADS_1