
Pak Somad memarkirkan mobilnya saat telah sampai disuatu Butik yang tidak asing bagiku. Kami keluar dan memasuki Butik.
"Tiara?" ucap seseorang yang sangatku kenal.
"Tante Alica?" aku memeluknya dan menciuminya. Ya, kami berada di Butik Mutiara saat ini.
"Sore bu Sekar." Alica memberi salam pada ibu mertuaku.
"Sore, Alica tolong bantu Tiara carikan gaun pesta dan setelan jas untuk Bayu?"
"Tentu bisa, ayo kemari, Ra!" ucap Alica menarik lembut tanganku, membawaku mendekat pada beberapa gaun pesta yang tersedia disana.
"Lihat, ini adalah model-model terbaru dari Butik ini, dan yang ini tante rasa cocok dengan kulit dan tubuhmu, Ra."
"Cobalah dulu nak! Kalau kamu sudah mantap yang ini kita tinggal carikan jas untuk Bayu." ucap mama Sekar.
Setelah selesai memilih dan mencoba beberapa gaun pesta, aku berganti mencari setelan jas untuk kak Bayu. Aku memilih warna yang senada dengan gaun milikku.
"Ra, bagaimana kabarmu dan Bayu?" tanya tante Alica tiba-tiba. Sementara aku melihat mama Sekar yang sedang memilih gaun.
"Baik tante, kak Bayu juga baik-baik saja."
"Syukurlah, tante senang mendengarnya."
"Nak, apa sudah selesai memilih?" tanya mama Sekar dengan membawa setelan jas dan gaun ditangannya.
"Sudah ma, kemarikan ma, biar Tiara bawa kekasir."
"Tante Alica, Tiara kekasir dulu ya." Alica mengangguk dan tersenyum, aku berlalu berjalan beriringan dengan ibu mertuaku.
"Semuanya Rp. x.xxx.xxx,- mbak." aku mengeluarkan Debit Card dari dompet, namun dengan cepat mama Sekar menyodorkan Credit Card kepada penjaga kasir.
"Pakai ini saja mbak."
__ADS_1
"Tapi, ma- . . .?"
"Tiara, selama kamu jadi menantu mama, mama belum pernah memberi apapun padamu. Mama mohon jangan menolaknya."
"Baiklah. Tapi, hanya untuk kali ini saja ya, ma." mama Sekar memberi anggukan pertanda setuju.
_____
Dirumah Bayu, terlihat papa Surya tengah menggendong Mutiara yang sedang menangis. Mobil Bayu memasuki halaman rumah dan terparkir dengan sempurna.
"Lihat nak, papamu datang bersama siapa?" ucap papa Surya mulai mendekati mobil.
"Loh, kenapa ini cucu grandma? Kok nangis sayang?" ucap mama Mila, yang tersenyum kepada papa Surya, hingga Mutiara pindah tangan digendongan mama Mila.
"Selamat datang mas Ali. Mari masuk dulu mas, mbak." papa Surya menjabat tangannya dan memeluknya sebentar, lalu meminta kedua besannya masuk. Sementara Bayu menurunkan koper terlebih dahulu dan membawanya kedalam.
"Mbok Sumi, bawa kopernya kekamar tamu!" ucap Bayu memberi perintah.
"Ini pada kemana, ya? Kok rumah sepi begini, mas Surya?" tanya mama Mila yang sedang memangku Mutiara yang sudah terlelap.
"Tadi pamitnya mau jemput Tiara terus sekalian ke Butik. Tapi, kok lama belum pulang juga." jawab papa Surya.
"Papa kaya tidak tahu wanita saja, mereka berdua pasti lagi sibuk dan kebingungan memilih gaun." ucap Bayu mengundang tawa semua orang.
"Kamu tau saja nak Bayu." jawab mama Mila.
"Mas Ali, mbak Mila, silahkan diminum! Anggap saja rumah sendiri." ucap papa Surya ketika mbok Sumi meletakan minuman dan beberapa snack.
"Iya, tentu." jawab papa Ali mengangguk lalu minum teh hangatnya.
"Ini putri kecil papa waktunya mandi kok malah tidur, nak?" Bayu yang mendekati Mutiara dan tanpa sengaja membuatnya terbangun.
"Baru lima menit, kok sudah bangun?" tanya mama Mila.
__ADS_1
"Tahu ya kalau harus mandi dulu. Nanti main sama grandma dan grandpa sepuasnya, ya? Mama, boleh Bayu menggendongnya?"
"Tentu boleh, kamu kan papanya." mama Mila tahu betul bahwa menantunya juga sangat sibuk dan jarang meluangkan waktu dengan putri kecilnya jadi dia cukup memakluminya.
Setelah beberapa menit mengobrol terdengar suara mobil yang pasti bisa mereka tebak bahwa itu pasti mama Sekar dan Tiara yang baru pulang. Namun, perkiraan mereka salah karena bel berbunyi, tidak mungkin mereka memencet bel dirumah sendiri, kan? Mbok Sumi berlari membuka pintu dan mempersilahkan masuk si tamu.
"Bisa bertemu dengan pak Bayu?" ucap tamu.
"Bisa, silahkan duduk, saya panggilkan tuan Bayu terlebih dulu." mbok Sumi segera melangkah menuju tempat majikannya berada.
"Tuan, seseorang ingin bertemu dengan tuan Bayu." Bayu pamit pada semua orang dan bertemu dengan tamunya itu.
"Selamat sore, pak Bayu."
"Sore."
"Saya kemari mengantarkan pesanan bapak." ucapnya menyodorkan papper bag, Bayu membuka dan melihatnya lalu menutupnya kembali.
"Silahkan tandatangan disini, pak. Saya permisi, pak Bayu." ucapnya pamit undur diri setelah mengantar dan mendapat tandatangan Bayu.
"Terimakasih." ucap Bayu.
"Siapa tamunya, Bay?" tanya papa Surya yang melihatnya melintas.
"Kurir, pa."
"Kurir?" tanya papa Surya mengernyit bingung.
"Bayu izin kekamar dulu pa, ma? Mbok Sumi tolong siapkan air untuk Mutiara dan suruh Lilis memandikannya."
"Baik tuan." Bayu melangkah, menaiki setiap anak tangga dan masuk kamarnya.
"Ini sudah sore, kenapa Tiara dan mama Sekar belum pulang juga?" ucap Bayu duduk disofa kamar dan menaruh papper bagnya dimeja. Bayu melonggorkan dasi yang terasa mencekik lehernya itu dan memejamkan mata sejenak.
__ADS_1