
Happy reading my beloved readersš„°
Hari ini seperti biasanya Bang Samuel selalu saja merecoki urusanku Apa yang kulakukan selalu saja salah dimata nya semoga kedepannya dia bisa memperlakukanku seperti dia memperlakukan Kak Alisia.
Hari ini adalah hari kepulangannya ke Jakarta aku membereskan semua barang-barangnya ke dalam koper. Aku melipat baju-bajunya dan memasukkannya ke dalam koper dengan rapi.
Dia bilang kepadaku tidak usah mengantarku ke bandara karena aku bisa sendiri.
Tidak ada hal romantis seperti layaknya yang dilakukan suami istri, seperti yang dilakukan istri saat suaminya bepergian jauh seperti mencium, berpelukan dengan suaminya. Jangan berharap aku bisa melakukan hal seperti itu kepada suamiku. Semua anggota badannya adalah milik Kak Alisia, hanya Kak Alisia yang bisa menyetuhnya.
"Mau apa kamu?" Tanya Bang Samuel
"Mau salim sama abang." Jawabku lugu.
"Tidak perlu, lagi pula kamu senangkan hari ini saya pulang ke Jakarta? Kamu kan bisa berkencan dengan lelaki manapun." Jawabnya ketus.
Dia bilang kemarin untuk mengenalkan, dia sebagai suamiku kepada temanku,agar tidak ada yang bisa mengajakku berkencan karena aku sudah punya suami dan dia juga bilang kalau istri itu adalah pakaian suaminya. Lalu kenapa sekarang dia bilang aku bisa berkencan dengan laki laki manapun. Dasar pria labil. Batin Hani.
"Bukan begitu bang, itu tidak benar sama sekali. Asstaugfirolluh hal'azim Hani bukan wanita seperti itu bang. Sebagai wanita Hani harus menjaga kehormatan Hani, apalagi Hani sudah menikah." Ucap Hani berapi rapi.
"Enough, kamu tidak usah banyak bicara. Saya tidak perduli apa yang kamu lakukan disini, terserah kamu mau ngapain aja. Yang pasti kamu jangan menganggu kehidupan saya dengan Alisia. Katanya marah.
What, apa apan dia, mengapa dia seperti wanita yang sedang datang bulan semuanya serba salah. Apa aku salah jika mengatakan hal seperti itu? Aku bertanya dimana letak salahku?
Sabar sabar Hani, seperti kata mamaku dulu kesabaran itu tidak ada batasnya. Jaman sekarang terbalik orang orang memahaminya seperti kesabaran itu ada batasanya.
"HaiĀ orang-orangĀ yang beriman, jadikanlahĀ sabarĀ dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah bersamaĀ orang-orang yang sabar."
Jadi aku harus lebih sabar lagi menghadapi suami yang menyebalkan seperti Bang Samuel. Pasti bukan aku saja wanita yang mengalami hal seperti ini. Aku yakin pasti ada wanita di luar sana yang mengalami nasib sepertiku tidak diinginkan oleh suaminya. Who knows?
Setelah drama kepulangannya ke Jakarta aku melanjutkan kuliahku disini. Ya mau bagaimana lagi percintaanku tidak ada romantis romantisnya seperti di drama korea yang sering ku tonton. Mungkin suatu hari nanti Allah akan menulakkan hatinya yang sekeras batu itu menjadi lemah lembut kepadaku Amiiinnnn.
Saat aku sedang duduk di taman, jack datang bersama Julia. Jack adalah sahabat kami juga. Aku, Julia dan Jack berteman sejak baru pertama kuliah disini. Waktu semester awal kami sering hangout bersama tapi semenjak kami sudah semester tengah ini jarang sekali untuk sekedar bertemu apalagi hangout bersama.
Apa kalian tau dulu waktu semester 1 Jack pernah menembakku, bukan menembak dengan senjata api tapi Jack bilang, dia mencintaiku maukah kamu menjadi my grilfriend. Aku bilang ke Jack kita adalah teman, dan aku juga tidak mau pacaran, karena mau fokus belajar serta kuliah yang masih seumur jagung ini.
Saat sekarang ini aku tatap mata Jack. Yah mata itu masih memancarkan perasaan cinta yang tulus untukku. Sudah aku tolak dia berkali kali tapi Jack bilang, dia akan menungguku sampai aku mau dengannya.
Bukan aku sok cantik tapi perasaan ini tak ada sedikit pun untuk mu Jack dan aku tau bahwa sejak awal Julia menyukai Jack, dari cara menatapnya aku sudah tau bahwa Jack lah cinta pertamanya.
1 bulan yang lalu Julia curhat kepadaku bahwa dia menyukai Jack, sudah lama Julia memendam perasaannya sendiri. Tapi dia malu bagaimana cara mengungkapkan kalau dia mencintai Jack sahabatnya sendiri.
"Jul, ayo kita nonton! Hari ini kan weekend. Lagian sekarang udah musim libur." Ajak Julia padaku.
Sementara Jack hanya diam saja menatapku dengan intens, tapi aku langsung menatap Julia dan memutuskan kontak mata dengannya.
"Hmm... boleh, emang mau nonton film apa?" Jawabku pada Julia.
__ADS_1
"Romantislah biar seru!" Saut Julia cepat.
"Tapi.. karena kamu yang ajak aku berarti kamu yang bayarin tiket aku!" Kataku bercanda pada Julia.
"No problem, Hani aku akan membayar tiketmu." Jawab Jack cepat.
"Ha... aku hanya bercanda Jack, aku bisa membayar sendiri." Sautku lagi.
"Tidak apa apa Hani, aku ikhlas membayarnya untukmu." Jawab Jack lagi.
"Tap.... belum sempat aku berbicara Julia sudah memotong pembicaraanku.
"Sudah sudah kenapa kalian ribut masalah tiket. Siap siap Hani kita akan pergi nanti malam jangan lupa." Saut Julia ketus.
Malam harinya
Aku bersiap siap untuk pergi nonton ke bioskop. Aku menggunakan celana kulot jeans dan dipadukan dengan sweater putih big size.
Aku malas menampakkan lekuk tubuhku dengan menggunakan celana jeans yang ketat, rasanya sesak dan tidak nyaman. Makanya aku lebih suka menggunakan celana highwais atau kulot. Aku menggunakan lip tint dan sedikit bedak. Aku tidak mau berlebihan menggunakan makeup. Lucu kan cuma di ajak pergi nonton ke bioskop full makeup.
Aku turun ke bawah untuk menunggu Julia dan juga jack. Belum sampai 10 menit
Tin..tin..
Sebuah mobil sport berhenti tepat di depanku.
"Loh Julia mana Jack?" Tanyaku heran.
"Julia udah sampe duluan disana, ayo naik Hani!" Jawab Jack.
"Tunggu aku telpon Julia dulu." Segera aku mengambil ponselku dalam tas lalu menghubungj Julia.
Tut..tu...
panggilan pun tersambung
"Halo Jul, kamu udah sampe duluan?" Tanyaku cepat.
"Iya, Hani. cepetan ya jangan sampe filmnya mulai!" Jawab Julia di sebrang sana.
"Oke. yaudah aku berangkat dulu ya, tunggu aku disana! bye." Ucapku
"Hmm... bye." Jawab Julia
Tut..
Panggilan pun terputus.
__ADS_1
"Bagaimana? Julia sudah disana kan? Ayo kita berangkat!" Kata Jack sambil membukakan pintu mobil untukku.
"Iya. Terimakasih Jack." Ucapku lalu masuk ke dalam mobil.
"No problem Hani." Jawabnya seraya tersenyum manis kepadaku.
Lalu kami melaju menuju bioskop.
30 menit kemudian
Kita sudah sampai di salah satu tempat bioskop terkenal di kota itu.
"Aku segera turun dari mobil, aku malas akan merepotkan Jack. Jika nanti dia akan membukakan pintu mobil untukku. Dan aku tidak mau membuat persahabatan ini hancur, tentu saja membuat Julia cemburu karena aku sudah di jemput oleh Jack. Jangan sampai dia tau." Batinku.
"Loh ko keluar duluan? Padahal aku mau bukain pintu untukmu." Kata Jack heran.
"Tidak apa apa Jack, aku bisa membukanya sendiri. Aku jadi merepotkanmu saja." Jawabku cepat.
"Tidak, sama sekali Hani. Malah aku senang kalau kamu merepotkanku setiap saat." Ucapnya tersenyum manis kepadaku.
"Ahh apaan sih ni cowo ga jelas banget." batinku.
"Eh yaudah ayo, masuk pasti Julia udah cape nungguin kita. Sautku cepat.
"Iya, ayo." Jawab Jack.
Kami pun masuk kedalam bioskop itu.
_
_
_
_
_
_
_
Bersambung....
Maaf bila ada kesalahan dalam ejaan ataupun penulisan. Maklumlah saya amatiran.
Dan maaf bila updatenya lamaš
__ADS_1
Thanks for read