
Happy reading my beloved readers🥰
Setelah perut kami kenyang, kami memutuskan untuk pulang kerumah karena sebentar lagi akan magrhib.
Disetiap tempat wisata tadi kami selalu berfoto foto ria. Sampai sampai kami menyuruh Jack untuk menjadi fotographernya😅 dia terlihat sebal, tapi tetap memfoto kami dengan bagus dan profesional sekali.
2 jam kemudian aku sampai di apartemen. Seperti biasa rutinitas ku sebelum tidur menggosok gigi, double cleansing, mencuci wajah, dan skincareran.
Setelah semua selesai aku mengebut tempat tidur dengan sapu lidi, lalu membaca doa tidur dan tertidur.
Pagi hari..
Pagi ini aku bangunnya agak molor sekitar jam 7 pagi, itu karena aku lagi datang bulan tentu saja mager banget, ditambah pula hujan deras di pagi hari membuat penduduk bumi ini semakin terlelap dalam tidurnya. Contohnya saja aku😅.
Aku membuka laptop, mencari film action untuk di tonton. Sebelum nonton aku membuat mie rebus dengan telur ayam ceplok, pake sosis, tidak lupa pakai lombok rawit merah. Rasanya aahhh mantap.
Aku juga membuat segelas sereal susu rasa vanila, dan roti keju mozarella yang aku panggang menggunakan oven.
Setelah semua sesajen ku jadi aku meletakkannya di atas kasur dengan hati hati agar tidak tumpah, selanjutnya aku memutar film actionnya.
Kali ini aku menonton drama korea yang sangat seru yaitu Taxi Driver. Drama korea ini sangatlah seru cocok untuk kalian yang suka drama action yang dibumbui komedi kocak.
Film ini menceritakan tentang Kim Do Ki (pemain Lee Je Hoon), seorang lulusan akademi Angkatan Laut Korea Selatan yang menjadi anggota militer. Hidupnya berubah setelah ibunya meninggal secara tragis dibunuh pembunuh berantai. Kim Do Ki menjadi seorang pengemudi taksi mewah. Ini bukan lah taxi biasa guys, karena taxi ini menerima panggilan balas dendam bagi siapa saja menelpon taxi ini.
Seru deh filmnya, jangan lupa nonton bagi yang belum nonton.
Hujan di luar makin deras guys dan filmnya makin seru juga membuat aku semakin malas untuk pergi dari kasur.
"Samuel, sini kamu!" Panggil Mama Lina keras.
"Iya, ada apa mah?" Tanya Bang Samuel, lalu menghampiri Mama Lina di ruang tamu.
"Kamu tau kalau hani kemarin sudah selesai wisuda?" Tanya Mama Lina menuntut jawaban.
__ADS_1
"Gak mah." Jawab Bang Samuel tidak mau tau.
"Loh, kamu ni gimana sih jadi suami. Gak becus banget. Masa kegiatan istrinya aja bisa gak tau. Inikan wisuda Samuel, hari penting bagi Hani, seharusnya kamu datang dong ke sana!" Ucap Mama Lina sebal.
"Loh ngapain, dia kan udah besar. Dia bisa ko ngurus dirinya sendiri. Trus kalau aku gak becus, mama apa? Mama gak usah deh ngatur ngatur hidup aku. Mama gak ingat dulu tuh selingkuh sama tetangga sebelah waktu papa sakit keras. Memang gak becus banget jadi istri." Jawab Bang Samuel meremehkan Mama Lina.
"Ya setidaknya kamu harus ngurus istri kamulah! Dia istri kamu juga, mau bagaimana pun. Gak usah ungkit ungkit masa lalu Samuel, mama gak suka ya. Lagian papa kamu juga udah meninggal." Saut Mama Lina emosi.
"Kalau aku gak mau bagaimana? Lagian aku gak ada sedikit pun nganggap dia istri aku. Dan masa lalu itu sangat penting untuk di ungkit mah, apa lagi dosa mama dulu sangat besar." Jawab Bang Samuel pongah.
"Gak nganggep istri bagaimana? Kamu tuh sudah di pesan sama Papa Surya untuk menjaga Hani. Ya mama tahu dosa mama di masa lalu sangat besar. Biar semua dosa itu mama yang menanggung!" Saut Mama Lina pelan.
"Papa Surya yang maksudnya selingkuhan mama itu kan. Ya memang betul dosa itu cuma milik mama sendiri." Jawab Bang Samuel emosi.
"Iya Samuel mama salah, maafkan mama Samuel. Dan mama minta sama kamu untuk lebih memperdulikan Hani lagi, Samuel! Karena penyesalan itu selalu datang di akhir, Samuel. Dan jangan kamu jadikan kesalahan mama dan papanya itu membuat kamu membenci Hani, Hani tidak pernah salah sama sekali Samuel, disini murni memang kesalahan mama." Saut Mama Lina penuh penyesalan dan permohonan.
"Mama gak usah atur atur aku lagi, aku udah besar dan bisa menentukan mana yang baik dan yang buruk. Kalau mama gak suka, karena aku gak ngurus Hani menantu kesayangan mama itu, silahkan mama angkat kaki dari rumah ini! Ya aku tau dia gak salah sama aku, tapi dia sudah salah masuk di dalam kehidupan rumah tanggaku." Saut Bang Samuel dengan intonasi tinggi sambil menunjuk pintu keluar.
"Karena kamu anak mama satu satunya, makanya mama nasehati kamu nak. Mama sayang sama kamu. Mungkin karena kesalahan besar mama di masa lalu tidak bisa kamu maafkan. Baiklah mama akan pergi dari rumah ini, Samuel. Tapi ingat mama tidak akan pernah lagi menginjakkan kaki di rumah ini lagi, dan jangan pernah cari dan hubungi mama lagi Samuel. Karena sejak kamu mengusir mama dari rumah ini kita tidak ada hubungan darah lagi. Itu semua takdir Tuhan yang menyatukan kalian Samuel." Jawab Mama Lina dengan air mata yang mengalir deras.
Lalu Mama Lina pergi menuju kamarnya, dia mengeluarkan koper, lalu menyusun semua baju baju, barang barangnya dan memasukkannya di dalam koper.
Mama Lina keluar dari kamarnya sambil menyeret koper.
Kak Alisia yang habis mandi pun melihat Mama Lina dengan tatapan bingung.
"Loh mama mau kemana bawa bawa koper segala? Trus mama kok nangis?" Tanya Kak Alisia sambil memegang tangan Mama Lina.
.... Mama Lina hanya diam saja tak menjawab.
"Semoga kalian selalu hidup bahagia. Mama pergi." Kata Mama Lina dengan air mata yang mengalir seperti air mengalir.
"Loh mah, mau kemana? Tinggal disini aja mah." Kata Kak Alisia ingin mengejar Mama Lina yang sudah keluar dari pintu rumah.
__ADS_1
Dengan cepat Bang Samuel menahan tangan istrinya itu agar menghentikan dia mengejar Mama Lina.
"Bang Kenapa kamu biarkan mama pergi bang? Kenapa?" Tanya Kak Alisia sambil mengguncang guncang lengan suaminya itu.
Bang Samuel tidak merasa bersalah sudah menyakiti hati ibunya dia malah mengusir ibunya dengan amarahnya. Dan ekspresinya terlihat biasa saja tanpa ada rasa salah.
"Sudahlah sayang, biarlah mama pergi itu lebih baik untuk kita. Dan mama pergi juga karena kemauannya sendiri. Jadi lebih baik sekarang, kita fokus sama kesembuhan kamu aja ya sayang!" Jawab Bang Samuel sambil mengelus lembut rambut istrinya itu.
"Iya sayang." Jawab Kak Alisia pasrah.
"Ayo kita sarapan pagi! Aku tadi udah buatin bubur sereal kesukaan kamu loh." Ajak Bang Samuel sambil memegang tangan istrinya untuk duduk di meja makan.
"Iya sayang, terima kasih ya. Kamu adalah suami terbaik yang aku miliki." Ucap Kak Alisia sambil mencicipi masakan Banb Samuel.
"Bisa aja kamu pagi pagi udah ngegombal aku." Ucap Bang Samuel sambil memakan masakannya sendiri.
Lalu mereka berdua makan dengan tenang.
_
_
_
_
_
_
Bersambung…
Mohon maaf bila ada kesalahan ejaan ataupun penulisan kata. Maklumlah saya masih amatiran.
__ADS_1
Thanks to read all🤩