My Bastard Husband

My Bastard Husband
episode 34


__ADS_3

Happy to read my beloved readers😍


Dengan perlahan Hani mendongakkan kepalanya, untuk melihat dada siapa yang di tabraknya.


Deg...


Mata Hani terbelalak saat melihat siapa yang di tabraknya, ternyata dia adalah suaminya, dia Bang Samuel.


Bang Samuel melihat Hani dengan tatapan dingin dan datar.


Tatapan dingin dari iris mata bewarna cokelat karamel itu, mampu membuat nyali Hani menciut.


Apalagi posisi mereka seperti pasangan yang sedang berpelukan.


Kedua telapak tangan Hani di letakkan di dada bidang Bang Samuel, sementara tangan kanan Bang Samuel memegang pinggang Hani.


Deg deg... jantung Hani berdetak dengan kencang, saking gugupnya.


Mata mereka masih menatap satu sama lain dengan intens.


Tiba tiba Hani tersadar dan mencoba melepaskan diri dari Bang Samuel.


"Akh... " Ucap Hani terkejut, karena antingnya tersangkut pada kancing Baju Bang Samuel.


Hani mencoba melepaskan diri lagi, ternyata tidak bisa.


Bang samuel melepaskan rangkulan tangganya pada pinggang Hani.


Melihat Hani yang kesusahan melepaskan antingnya pada kancing bajunya.


Bang Samuel berinisiatif menolong Hani.


Seorang wanita sudah selesai makan siang, dia mau masuk ke dalam ruangannya.


Tiba tiba dia mendengar suara aneh dari dalam ruangan itu.


"Akh.. pelan pelan pak, jangan di paksa. Nanti bisa berdarah." Ucap Hani, takut kalau Bang Samuel melukai telinganya.


"Ya kamu diam dulu! Gak usah lebay!" Saut Bang Samuel, sambil mencoba melepaskan anting Hani yang tersangkut.


Perempuan itu tidak jadi masuk ke dalam ruangan, dia memilih menguping pembicaraan seseorang yang ada di dalam ruangan itu.


"Siapa itu? Apa yang mereka lakukan di dalam ya. Atau jangan jangan mereka?" Pikir perempuan itu dengan pemikiran kotornya.


"Akh, sakit pak. Pelan pelan dong" Perintah Hani.


"Makannya diam dulu kamu!" Jawab Bang Samuel marah.


Bang samuel membuka kancing bajunya dengan paksa. 2 buah kancing baju Bang Samuel terpepas dari tempatnya.


Akhirnya anting Hani terlepas dari kancing baju Bang Samuel.


Karena hari ini Hani memakai hels yang cukup tinggi, dan kakinya mulai kram. Akhirnya dia terjatuh menubruk Bang Samuel, mereka jatuh bersama.


"Akh, kamu apa apaan sih? Sengaja kamu?" Tanya Bang Samuel marah.


"Maaf pak, saya gak sengaja." Ucap Hani, lalu dia segera bangkit dari atas tubuh Bang Samuel.


Bang Samuel, juga segera berdiri.


"Akh.." Ucap Hani reflek karena kakinya terasa sakit sekali, sepertinya kakinya sudah terkilir.


Bang Samuel yang melihat itu heran kepada Hani.


"Kenapa lagi kamu?" Tanya Bang Samuel heran.

__ADS_1


Hani mencoba berjalan dengan perlahan sambil meringis kesakitan.


Saat berjalan, rasa kaki Hani semakin sakit saat dia paksakan untuk berjalan.


Belum sempat Hani jatuh, Bang Samuel sudah memegang pinggang Hani.


Tanpa ba bi bu Bang Samuel menggendong Hani dengan bridal style, lalu dia meletakkan Hani di kursinya.


Hani mencoba meluruskan kakinya perlahan, sambil meringis kesakitan.


Bang Samuel menunduk, lalu melepaskan hels Hani perlahan, lalu dia meleruskan kaki Hani dengan cepat.


Krek... suara kaki Hani yang di luruskan.


"Akh, sakit." Teriak Hani.


Sambil mengelap air matanya menggunakan tisu..


"Kalau gak bisa pakai hels jangan di pake! Dasar bodoh. Merepotkan saja." Ucap Bang Samuel, sambil menggerutu.


"Terima kasih pak. Maaf ya pak sudah merepotkan." Kata Hani pelan pada Bang Samuel.


"Hm.." Jawabnya hanya dengan deheman.


Hani merasakan sifat Bang Samuel sangat aneh, padanya hari ini.


Entah setan dari mana yang merasukinya, sehingga membuatnya lebih baik pada Hani.


"Ini kerjakan file yang ada pada flash disk ini!" Perintahnya, sambil memberikan flash disk kepada Hani.


"Baik pak." Jawab Hani kepada Bang Samuel.


Setelah itu, Bang Samuel keluar dari ruangan staff accounting.


Karena membuka pintu dengan keras, seseorang yang bersandar pada pintu ruangan terjatuh.


"Akh sakit sekali." Ucap perempuan itu sambil mencoba berdiri perlahan.


"Apa yang kau lakukan?" Tanya Bang Samuel dingin.


Perempuan itu terbelalak saat melihat CEOnya keluar dari pintu ruangan itu. Dengan keadaan dasi yang berantakan dan 2 kancing baju yang terbuka, sehingga memperlihatkan sedikit dada bidangnya yang kekar.


"Maaf pak." Ucap Perempuan itu seraya menunduk.


Tanpa menjawab karyawannya Bang Samuel pergi dari sana.


Jam makan siang sudah selesai, semua karyawan berjalan masuk ke ruangan masing masing.


Para karyawan tanpa sengaja melihat CEOnya dengan, penampilan yang sangat menggiurkan.


"Apa yang kalian lihat?" Tanya Bang Samuel dengan nada keras.


Beberapa karyawan perempuan itu berlalu pergi sambil cengengesan melihat Bang Samuel.


Saat masuk lift, Bang Samuel baru sadar dengan keadaan Bajunya yang berantakan. keadaan dasi yang berantakan dan 2 kancing baju yang terbuka, sehingga memperlihatkan sedikit dada bidangnya yang kekar.


"Sial, ternyata ini yang mereka lihat." Kata Bang Samuel. Lalu dia berjalan ke luar dari lift. Lalu berjalan masuk ke ruangannya.


Sementara itu perempuan tadi masuk ke dalam ruangannya.


Krek..


Hani juga ingin keluar dari dalam ruangan itu.


Mereka berpapasan, perempuan itu melihat Hani dengan senyuman sinis.

__ADS_1


Hani melihat perempuan itu dengan senyuman juga, lalu Hani pergi kekamar mandi.


Perempuan tadi juga masuk ke dalam ruangannya.


Perempuan itu bernama Mawar, dia adalah salah satu karyawan yang menyukai CEOnya


Dia segera duduk di kursinya lalu membuka tampilan file pekerjaannya.


"Huh dasar wanita murahan." Ucap Mawar seraya mengerutu kesal.


Setelah selesai dengan urusannya, Hani segera masuk ke dalam ruangannya.


Di dalam ruangan, Hani melihat semua orang sudah duduk di kursi kerjanya masing masing.


Hani melanjutkan pekerjaannya yang tertunda tadi.


Setelah menyelesaikan pekerjaannya Hani, memprint semua file yang di suruh Pak Ben tadi.


Dia juga sudah menyelesaikan pekerjaan yang di berikan Bang Samuel kepadanya.


Hani keluar dari ruangan itu, dia berjalan menuju ruangan CEO.


Di dalam ruangan CEO


Bang Samuel sedang uring uringngan, dia merasa aneh pada dirinya sendiri, kenapa tadi dia bersikap baik pada Hani.


Padahal dia sangat membenci Hani, entah gerangan apa yang membuatnya seperti itu.


Dia tidak terkejut, kalau Hani menjadi karyawannya. Dia sudah mengetahui dari HRDnya.


Mau bagaimana pun, perusahaan ini dulunya adalah milik Ayah Hani.


Jadi Bang Samuel mempersilahkan Hani untuk bekerja disini.


Krek..


"Permisi pak, ini file yang bapak suruh buat tadi. Saya sudah selesai mengerjakannya." Ucap Hani, seraya memberikan flash disk itu kepada Bang Samuel.


"Ya, terima kasih. Letakkan saja di sana!" Jawab Bang Samuel, tetapi matanya tetap fokus pada layar monitornya.


Setelah meletakkan flash disk itu di meja Bang Samuel, lalu Hani menutup pintu ruangan CEO dengan pelan.


Hani sudah sampai di ruangannya, sekarang Hani duduk kembali ke meja kerjanya.


Disana sudah tersedia 2 tumpuk file, dengan notes kecil di sana.


"Kerjakan semua ini, setelah itu letakkan di meja saya!" By Mawar.


Rasanya Hani baru mau bersantai, tapi ternyata masih ada pekerjaan yang sudah menunggunya.


Tanpa mengeluh, Hani mengerjakan satu persatu file itu dengan teliti.


_


_


_


_


_


Bersambung...


Maaf bila ada kesalahan ejaan ataupun penulisan kata.

__ADS_1


Maklumlah saya masih amatiran.


Thanks to read all🥰


__ADS_2