
Happy reading my beloved readers😍
Pagi hari 🌞
Hani membuka matanya pelan, gadis itu terkejut saat ada seseorang yang tidur di sampingnya, sambil memeluknya dengan erat.
Samuel pun terbangun karena, ada pergerakan kecil di sampingnya.
"Kamu udah bangun sayang?" Tanya Samuel antusias, lalu dia turun dari ranjang rumah sakit.
"Kamu siapa? Ko kita tidur berdua? Kita kan bukan muhrim. Kamu orang cabul ya?" Ucap Hani marah, seraya memukuli dada Samuel.
"Tolong... ada orang cabul." Teriak Hani dengan keras.
"What..." Saut Samuel, seraya menutup mulut Hani, dengan telapak tangannya.
"Jangan triak triak di rumah sakit sayang! Itu tidak baik. Nanti orang jadi terganggu. Dengerin aku dulu, ya! Aku itu suami kamu. Jadi kita muhrim, dan kita boleh tidur seranjang. Bahkan berbuat lebih dari ini" Ucap Samuel, seraya melepaskan tangannya, dari mulut Hani.
"What.. siapa? Kamu suami aku? Kamu jangan ngadi ngadi dong!" Tanya Hani heran, seraya menutup mulutnya sendiri.
Saking kencangnya suara Hani, Samuel sampai harus menutup telinganya.
"Iya itu benar. Suara nya di kecilin sikit dong sayang!" Jawab Samuel, dengan pelan.
"Gak mungkin lah, aku aja masih muda kek gini. Masa iya aku nikah muda sih?" Saut Hani dengan heran.
"Tidak ada yang tidak mungkin sayang. Lihat cicin yang melingkar di jari manis mu ini. Cincin itu adalah mas kawin, yang aku berikan padamu." Ucap Samuel, seraya memperlihatkan cincin yang berada di jari manis nya juga.
Tok...tok...
"Assalamualaikum." Ucap Mama Lina, seraya masuk ke dalam ruangan inap Hani.
"Waalaikummussalam." Jawab mereka serentak.
"Wah kamu udah bangun nak." Ucap Mama Lina, seraya, meletakan bingkisan yang dia bawanya dari rumah. Mama Lina pun memeluk Hani, dengan erat.
"Iya mah, alhamdulillah." Saut Samuel pada mamanya.
"Maaf ibu siapa ya?" Tanya Hani, setelah Mama Lina, melepaskan Hani dari pelukannya.
"Loh masa kamu gak kenal, sama mama kamu sendiri. Mama adalah mertua kamu sayang. Pagi pagi ko udah bercanda aja?" Jawab Mama Lina, tersenyum heran.
__ADS_1
Kening gadis itu berkerut, mendengar jawaban wanita paru baya di sampingnya itu.
"Mah, Hani amnesia mah." Saut Samuel, memberitahukan mama nya.
"Apa??? Amnesia?" Tanya Mama Lina shock.
"Iya mah, alias lupa ingatan." Jawab Samuel.
"Bagus dong kalau gitu, biar Hani gak ingat masa masa kelam kalian waktu berumah tangga." Saut Mama Lina, tersenyum mencemooh Samuel.
"Loh mama kok gitu. Mah jangan bilang Hani, ya. Kalau aku dulu, bersikap tidak baik padanya." Ucap Samuel, seraya berbisik ke telinga Mama Lina.
"Owh... itu semua tergantung kamu Samuel, kamu mau berubah gak, menjadi suami yang lebih baik untuk Hani?" Jawab Mama Lina, dengan mengeraskan volume suaranya.
"Samuel janji mah. In Sha Allah, Samuel berubah." Saut Samuel, tak kalah kerasnya, dengan Mama Lina.
"Kenapa sih kalian berisik banget?" Tanya Hani, dengan cemberut. Seraya menutup telinganya.
"Eh... maaf sayang, aku lagi semangat banget ni." Saut Samuel ceria.
"Apaann sih sayang, sayang, pala lo peang." Jawab Hani emosi.
"Apaan sih mah, jangan gitu dong." Saut Samuel, dengan tampang gelisah.
"Terus aku harus panggil kamu apa?" Tanya Samuel, pada Hani
"Ya terserah, yang penting jangan sayang. Kenal aja enggak. Kok lo pangil gue sayang, sayang. Enek gua dengernya." Jawab Hani, memalingkan wajahnya.
Tok.. tok...
"Permisi." Ucap ke dua suster, yang memasuki ruangan inap Hani.
"Iya suster ada apa?" Tanya Samuel.
"Ibu Hani siap siap mandi, ini perlengkapannya. Bapak bisa membantu istri nya untuk mandi." Jawab suster itu.
Samuel, tersenyum gembira mendengar suster itu.
"What... di bantu dia mandi?" Tanya Hani shock.
"Iya ibu, kenapa kaget?" Saut suster heran, dengan pertanyaan Hani.
__ADS_1
"Gak, gak bisa. Saya gak mau. Suster saja yang membantu saya, untuk mandi ya." Jawab Hani memberontak, sekaligus gelisah.
"Tapi sayang....
"Iya sus, gak papa. Suster aja yang membantu menantu saya untuk mandi." Saut Mama Lina, memotong pembicaraan Samuel.
"Baiklah, kalau begitu bapak dan ibu silahkan keluar dulu!" Ucap suster itu, dengan ramah.
Mama Lina, dan Samuel pun keluar dari dalam ruangan inap Hani.
"Apa apaan sih mamah, aku kan mau bantuin Hani mandi. Masa gak boleh sih." Ucap Samuel, kesal pada mamanya.
"Kamu tu ya dasar mesum. Kamu mau Hani semakin ilfel sama kamu? Tengok kamu aja, dia enek, masa iya kamu pula, yang bantuin dia mandi. Lebih baik, kamu mendekati Hani dengan perlahan tapi pasti! Dari pada tergesa gesa, tapi dia nanti bosan atau benci sama kamu." Jawab Mama Lina, dengan bijaksana.
"Benar juga sih mah." Jawab Samuel.
"Mending kamu, pulang sana! Mandi yang harum, biar Hani sukak, sama kamu! Iler mu bau banget" Perintah Mama Lina, pada Samuel, seraya bercanda.
"Ih mama sembarangan aja. Yaudah deh mah, aku pulang dulu. Assalamualaikum." Jawab Samuel, seraya salim dengan Mama Lina.
"Iya nak, Waalaikummussalam. Hati hati di jalan ya!" Saut Mama Lina.
"Iya mah." Jawab Samuel.
_
_
_
_
_
Bersambung…
Maaf bila ada kesalahan ejaan ataupun penulisan kata.
Maklumlah, saya masih amatiran
Thanks to read all😍
__ADS_1