My Bastard Husband

My Bastard Husband
episode 38


__ADS_3

Happy reading, my beloved readers😍


Bang Samuel, masih saja berkutat dengan berkas berkas itu.


Krukk.. tanpa seizinnya perutnya berbunyi bunyi, seperti meminta makan.


Tadinya dia sangat acuh tak acuh, melihat kotak bekal Hani ini. Sekarang rasa lapar yang mendominasi, membuat Bang Samuel, ingin segera memakan bekal buatan Hani, yang berada di atas meja kerjanya ini.


Di bukanya, bekal itu dengan cepat, saat tutup kotak itu terbuka, aroma daging panggang yang menggoda masuk kedalam indra penciumannya.


Dengan tergesa gesa, Bang Samuel segera menyantap makanan itu, dengan lahap.


Dia tidak bisa berkata kata lagi, karena makanan istrinya sangatlah enak. Tidak kalah dengan makanan yang selalu di pesannya di restoran mahal.


setelah selesai makan, Bang Samuel membuang kotak nasi itu di tempat sampah, karena sepertinya ini adalah kotak nasi 1 kali pemakaian.


***


Dari tadi Hani senyum senyum sendiri, dia merasa sangat senang, karena suaminya mau menerima, makanan yang sudah di buatnya dengan sepenuh hati.


"Kenapa kamu Hani, seperti anak puber saja, yang baru mengenal jatuh cinta." Tanya Mira kepada Hani.


"Gak kok mbak, perasaan mbak aja kali." Jawab Hani gugup.


"Mbak dulu kan juga pernah jatuh cinta kek kamu ini, mbak kalau jatuh cinta juga, senyum senyum sendiri kek orang gila." Saut Mira sambil tertawa renyah.


"Apa aku nampak seperti orang hilang, akal ya mbak?" Tanya Hani penasaran.


"Hm... sedikit sih." Jawab Mira meledek.


"Ha.. ha.. ha..." Lalu mereka tertawa bersama sama.


Hari ini, Hani ingin pulang dengan cepat, karena dia tidak ingin bertemu laku laki aneh kemarin.


Dia menyelesaikan pekerjaan dengan teliti dan cepat.


Jam 16.00 tepat, Hani sudah berdiri dari duduknya.


"Rekan rekan sekalian, saya duluannya." Ucap Hani sambil berlalu dari dalam ruangan.


Semua orang menatap Hani dengan heran, pasalnya Hani seperti orang, yang tergesa gesa ingin segera pulang.


Akhirnya Hani sampai juga dirumah dengan selamat.


Mulai besok, Hani akan selalu mengerjakan pekerjaannya dengan cepat, dan dia akan pulang tepat waktu.


Pagi hari


Hari weekend, adalah hari yang cocok untuk berolah raga, Hani sudah berlari sebanyak 5 putaran.


Hal itu, mengakibatkan baju Hani basah oleh keringat, meski dalam keadaan berkeringat seperti ini, Hani terlihat sangat cantik dan seksi.


Beberapa bulan yang lalu, Hani membeli alat GYM, karena setiap waktu dia selalu berolah raga, karena Hani ingin sekali, mempunyai body goals seperti artis korea kesukaannya.


Setiap libur Hani latihan dirumahnya, Hari ini Hani, dapat melihat hasil selama sebulan di nge gym di rumahnya.


Perutnya menjadi rata, bagian depan dan belakangnya menjadi berisi serta kencang.

__ADS_1


Hani bersorak gembira, karena pada akhirnya dia memiliki body goals, seperti idolanya dari negri gingseng itu.


Tidak seperti wanita lain, yang selalu update status ke media sosialnya, tentang kesehariannya.


Hani bukanlah tipe wanita yang seperti itu, cukup dia sendiri yang tau bagaimana kesehariannya.


Setelah selesai berlari, Hani pulang keapartemennya. Kemarin perusahaannya lagi banyak orderan, jadi Hani membawa pekerjaan kantor ke rumah.


Dia akan mengerjakan pekerjaan kantor, sambil nyatai nyemil buah kesukaannya.


Hani sudah selesai mengerjakan pekerjaannya, sekarang tepat pukul 23.00 WIB.


Hani segera tidur di kasur empuknya itu.


"Ah... ngantuk banget." Ucap Hani sambil menguap.


Lalu, dia berjalan ke kamar mandi dengan santai.


10 menit kemudian, Hani keluar dari kamar mandi dengan pakaian kerjanya.


Dia masih berjalan santai, tanpa dia sadari dia sudah bangun kesiangan.


Lalu dia melihat jam dinding ke arah kanan.


"What jam 08.30, gue... udah terlambat dong, malah sekarang hari senin lagi." Ucap Hani, dengan cepat berlari, masuk ke dalam mobilnya.


Setiap hari senin, perusahaan Hani melakukan apel pagi, bagi setiap karyawannya.


Tut... Bunyi klakson bersaut sauttan, ternyata di jalan sudah di banjiri dengan kendaraan yang juga akan berangkat kerja.


"Ah.. bisa kena omel aku ini." Ucap Hani takut.


Sepertinya orang orang sudah selesai apel, karena lapangannya sangat sepi.


Hani berlari dengan cepat agar, cepat sampai ke dalam ruangannya, karena dia tidak mau jika Bang Samuel, tau kalau di datang terlambat. Hani takit teman temannya yang akan menanggung masalah yang Hani buat.


Bruk...


Hani menabrak sesuatu yang keras, dan harum parfum ini, sepertinya Hani tau siapa pemilik parfum ini.


Lalu Hani mendongak ke atas untuk melihat, siapa yang dia tabrak.


Aduh ternyata dia adalah orang yang sedang Hani hindari, Dia adalah Bang Samuel.


"Maaf pak." Ucap Hani, lalu dia mencoba berdiri.


"Akh...." Ucap Hani kesakitan, lalu dia kembali terduduk. Karena sepertinya kaki Hani sudah terkilir, dan seperti nya lebih parah dari hari kemarin.


Bang Samuel pun, merungkuk untuk melihat keadaan kaki Hani, sepertinya kaki Hani terkilir.


Tanpa bersuara Bang Samuel menggendong Hani ala bridal style, dan dia membawa Hani ke ruangannya.


Tanpa mereka sadari Vanya, si sekretaris Bang Samuel, melihat adegan romantis itu.


Napasnya memburu karena cemburu, melihat anak ingusan yang berusaha memikat hati CEO kesayangannya itu.


Setelah sampai di ruangan, Bang Samuel meletakkan Hani di atas sofa.

__ADS_1


Dia berjongkok di depan kaki Hani, lalu membuka high hels Hani.


"Sudah berapa kali saya bilang, jangan pakai hels kalau kamu gak pandai. Dasar bodoh." Ucap Bang Samuel marah.


"Ma...af pak." Ucap Hani terisak, karena kakinya terasa sangat sakit untuk di gerakkan.


Bang samuel dengan perlahan meletakkan kaki Hani di atas pahanya, lalu dia memijit dengan perlahan, kaki Hani dengan minyak rambutnya.


Seseorang, sudah sampai di depan pintu Bang Samuel, dia akan mengantar berkas yang akan di tanda tangani oleh bosnya.


"Permisi p--" Ucapan pria itu berhenti saat mendengar suara aneh dari dalam ruangan bosnya. Lalu dia mendekatkan telinganya ke pintu itu, agar bisa mendengar lebih jelas suara itu.


"Akh... akh... sakit pak, pelan pelan." Ucap Hani sambil mengelap ingus dan air matanya menggunakan tissu, yang berada di meja itu.


"Diam kamu, jangan banyak bergerak biar, ini cepat selesai." Ucap Bang Samuel berbicara dengan deep voicenya.


"Hmm pak, jangan di tekan keras keras, akh.. sakit pak." Ucap Hani meraung kesakitan.


"Bisa diam gak kamu." Jawab Bang Samuel emosi.


"Maaf pak." Ucap Hani menunduk.


Saat Hani lengah, Bang Samuel segera memperbaiki tulang Hani yang bergeser dari tempatnya.


krekk.. suara tulang Hani yang sudah begeser ke tempatnya semula.


"Hmm... akh pak.. pelan akh... sakit." Ucap Hani sambil menangis.


Setelah selesai mengurut kaki Hani, Bang Samuel mengelap tangannya yang di penuhi oleh minyak rambutnya.


Hani mengembalikan kesadarannya, dia menggerakkan kakinya dengan perlahan.


Ajaib, kakinya yang tadi terasa sangat sakit, kini sudah sembuh dan bisa di gerakkan lagi.


"Terima---" belum sempat Hani menyesaikan pembicaraannya Bang Samuel sudah menyela nya.


"Sudah, sana kembali keruangan mu!" Sela Bang Samuel dengan cepat.


"Baik pak." Jawab Hani patuh, lalu dia membuka helsnya dan berjalan nyeker ke ruangannya, sambil menenteng high helsnya.


mendengar seseorang akan membuka pintu, pria yang menguping pembicaraan tadi segera bersembunyi ketempat yang aman.


_


_


_


_


_


Bersambung…


Maaf bila ada ejaan ataupun penulisan kata yang salah.


Maklum saya masih amtiran.

__ADS_1


Thanks to read all😍


__ADS_2