
Happy reading my beloved readers 🥰
POV Samuel
"Apa yang kau lakukan pada Hani bang." Tanya Kak Alisia, dengan nada marah.
"Kenapa kau menyakiti hati adikku? Padahal aku sudah bilang padamu, kalau aku minta untuk menjaga dan mencintai Hani dengan sepenuh hatimu. Mencintainya seperti mencintai ku. Kalau pun kamu tidak bisa mencintainya, tolong jangan sakiti hatinya. Tapi semua permintaan ku tidak kamu kabulkan, bang. Aku benar benar kecewa sama kamu, kamu jahat. Aku benci sama kamu." Ucap Kak Alisia, seraya pergi menginggalkan Bang Samuel.
"Tidak, jangan tinggalkan aku sayang. Tidak......" Saut Bang Samuel mengigau, seketika itu dia terbangun dari tidurnya.
Pria itu terkejut, karena semua itu hanya lah mimpi. Bang Samuel sampai mengeluarkan keringat dingin yang sangat banyak.
Karena kerongkongannya kering, Bang Samuel pergi ke bawah untuk minum.
Krek...
Bang Samuel memijak map yang di berikannya kepada Hani tadi.
"Cih, kenapa dia tidak membawanya, dasar aneh." Gerutu Bang Samuel, seraya memasukkan map itu ke dalam lemarinya kembali.
Setelah itu dia turun ke dapur untuk minum.
Setelah selesai minum, pria itu naik kembali ke atas, dia akan melanjutkan tidurnya.
Karena jam baru menunjukkan pukul 11.00 WIB, dia masih sangat mengantuk.
Baru saja dia akan merebahkan badannya ke kasur. Ponselnya berdering.
"Halo, selamat malam pak, saya dari kepolisian. Saya ingin memberitahu bahwa istri bapak kecelakaan di jl. raya manggis no 10." Ucap seorang pria dari sebrang telephon sana.
"Ah bapak, bisa bisanya ngeprank malam malam begini. Udah pak gak usah bohong. Lagian saya gak punya istri." Jawab Bang Samuel, dengan songong.
"Saya serius pak, saya bukan ngeprank bapak. Kalau bapak tidak percaya saya akan kirimkan fotonya." Saut pria itu dari telepon.
Ting...
Pesan WA sudah masuk ke ponsel Bang Samuel.
Dengan ragu Bang Samuel membuka pesan itu.
Matanya langsung terbelalak melihat Hani bersimbah darah, memang betul itu adalah Hani. Istri kedua yang tak pernah dia cintai dan dia akui.
Bang Samuel langsung terpaku melihat pesan gambar itu.
"Bagaimana pak, sekarang sudah percaya? Korban laka lantas kami bawa ke rumah sakit Royal. Silahkan bapak segera ke sini. Kondisi istri bapak kritis. Kalau begitu saya tutup Pak, selamat malam." Saut polisi itu.
Samuel segera mengambil jaket dan kunci mobilnya.
Pria itu melajukan mobilnya dengan kencang, entah apa yang di rasakan Bang Samuel sekarang. Yang jelas perasaannya campur aduk tidak karuan.
__ADS_1
Setelah sampai di rumah sakit, Bang Samuel memarkirkan mobilnya asal.
"Permisi mbak, dimana korban laka lantas, yang bernama Hani?" Tanya Samuel, dengan raut wajah cemas.
"Sedang di tangani di ruang ICU, pak." Jawab suster itu, seraya menunjukkan ruangan ICU pada Samuel.
Sesampainya di depan ruangan ICU, Bang Samuel bertemu dengan polisi yang menghubunginya tadi.
"Pak Samuel ya?" Tanya polisi itu.
"Iya benar pak." Jawab Bang Samuel.
"Oh ini tas istri anda." Ucap polisi itu, seraya memberikan tas Hani, kepada Bang Samuel.
Samuel menerimanya dengan cepat.
"Kalau begiru, saya permisi dulu pak. Saya akan kembali ke TKP." Pamit polisi itu, kepada Bang Samuel.
"Baik pak, terima kasih pak." Jawab Bang Samuel.
"Iya sama sama." Saut polisi itu, berlalu pergi dari hadapan Bang Samuel.
Setelah itu Bang Samuel, duduk di kursi tunggu. Pikirannya berkelana entah kemana, yang pasti Bang Samuel hanya diam saja.
Kring...
Karena penasaran Bang Samuel, membuka amplop itu.
Di sana tertulis dengan jelas Saudari Hanifah Latif, amplop ini memang punya Hani.
Dan disana juga tertulis hasil pemeriksaan kandungan, janinnya sangat baik. Berjenis kelamin laki laki, usia janin 4 bulan.
Seketika itu mata Bang Samuel terbelalak, dia juga menemukan foto USG sang janin di dalam amplop itu.
Dia mengamati foto USG itu, dengan seksama. Seketika itu matanya memanas.
Krek...
Pintu ICU di buka dari dalam, muncul lah seorang dokter dari dalam ruangan itu.
Samuel pun berdiri dari duduknya, dia menghampiri dokter itu.
"Permisi, apakah anda suami korban kecelakaan?" Tanya dokter pria itu.
"Iya dokter."Jawab Samuel lesu.
"Jadi kondisi istri anda sangat buruk, karena pendarahan pada kepala, dan juga kandungannya. Karena benturan yang sangat keras, janinnya tidak bisa di selamatkan. Dan juga....
"Dokter, pasien kehilangan detak jantungnya. Sela seorang suster menghampiri dokter itu.
__ADS_1
"Kalau begitu, saya permisi dulu pak." Saut dokter itu, seraya berlari memasuki kembali ruangan ICU dan menutupnya kembali.
Bang Samuel, hanya bisa diam sambil terduduk di kursi tunggu. Air matanya merembes begitu saja tanpa di minta. Bahkan dia tidak mengetahui kalau Hani mengandung anaknya. Sungguh suami macam apa dia, yang tidak mengetahui apa pun tentang istrinya.
1 jam kemudian.
Keadaan Hani sudah stabil, tapi dokter tidak tau kapan Hani akan terbangun. Hani di pindahkan ke ruangan perawatan VVIP.
Bang Samuel memasuki ruangan itu, dengan wajah lesu, dia melihat Hani yang menggunakan semua alat alat penunjang kehidupan di badannya.
Sungguh rasanya pria itu, sangat kecewa dengan dirinya sendiri.
Dia duduk di samping Hani, sambil terus memperhatikan wajah Hani yang agak lebam, Kepala yang di perban, karena kecelakaan itu.
Seketika itu perlakuan buruknya kepada Hani, terngiang ngiang di kepalanya. Betapa buruknya, dia memperlakukan Hani, selama ini.
Dan sekarang wanita yang selalu, dia sakiti terbaring tidak sadarkan diri, di atas brankar rumah sakit ini.
Semua janjinya dulu pada Papa Surya, dan Kak Alisia tidak bisa dia kabulkan. Terbukti bahwa dia tidak bisa menjaga Hani dengan baik.
Entah dimana tanggung jawabnya selama ini kepada istri keduanya ini. Dia hanya memikirkan kebahagian istri pertamanya saja.
Karena terlalu lelah menangis akhirnya Bang Samuel, tertidur dalam posisi duduk.
Gimana perasaan mu Samuel?
Nyesel gak?
Nyesel gak?
Nyesel lah, masa enggak😏😎😱😰
_
_
_
_
_
Bersambung…
Maaf bila ada kesalahaan ejaan ataupun penulisan kata.
Maklumlah saya masih amatiran
Thanks to read All🤩
__ADS_1