
Happy reading my beloved readers😍
Tak terasa hari sudah sore
sekarang menunjukkan pukul 16.00 sore.
Sudah waktunya bagi semua karyawan untuk pulang.
Hani juga belum menyelesaikan berkas yang diberikan mawar kepadanya.
Tak mau ambil pusing, dia segera mematikan komputernya.
Hani pun mau beranjak pulang juga ke rumahnya seperti karyawan lainnya.
Tiba-tiba tangan hani ditarik
"Mau kemana kamu bukannya kamu belum menyelesaikan pekerjaan mu ya?" Tanya Mawar sinis.
"Maaf mbak saya bisa mengerjakannya besok pagi lagi, besok pagi saya akan menyelesaikan semuanya." Jawab Hani Jujur.
"Alah alasan saja kamu selesaikan semuanya sekarang! Saya tidak mau tahu ya, pokoknya saya mau selesai hari ini juga! Ucap Mawar tidak perduli.
"Saya mau pulang dulu nanti kalau sudah selesai baru letak di atas meja saya!" Perintah Mawar pada Hani.
"Baik mbak." Jawab Hani pasrah.
Huff... Hani menghela napasnya dengan berat sepertinya dia kan lembur hari ini. Ucapnya dalam hati, setelah Mawar keluar dari ruangan itu.
Hani kembali menghidupkan komputernya untuk menyelesaikan semua file yang diberikan mawar tadi kepadanya.
karena terlalu sibuk mengerjakan pekerjaannya Hani tidak melihat jam.
Sekarang sudah menunjukkan pukul 18.20 WIB. Hani masih fokus pada, layar monitor komputernya.
"Akhirnya selesai juga pekerjaanku." Ucap Hani senang seraya merenggang kan pergelangan tangannya dan mengucek matanya.
Hani membersihkan meja kerjanya dan mematikan komputernya.
Dia meletakkan semua berkas yang sudah selesai di kerjakannya keatas meja kerja Mawar.
Setelah itu dia keluar dari ruangannya.
Hani berjalan dengan cepat karena dia merasa takut, karena keadaan kantor sekarang sangat sepi.
Dengan cepat dia masuk ke mobilnya, setelah itu dia langsung menghidupkan mesin mobilnya dan berlalu pergi ke apartemennya.
Setelah sampai ke apartemen, Hani segera mandi.
Rasanya badan Hani sangat pegal sekali, tetapi setelah mandi dengan air hangat, pegal pada tubuhnya sedikit berkurang.
Sekarang dia sedang makan malam dengan masakan yang dibuatnya tadi pagi. Tak lupa pula segelas susu vanilla kesukaannya, menemani malam yang sepi ini.
Dari dulu Hani selalu ditinggal sendiri dan selalu tidur sendiri, jadi tidak masalah baginya sendirian di rumah.
Sewaktu dulu ayahnya masih hidup pun, Hani selalu di rumah sendiri. Karena ayah selalu lembur mengerjakan tugas kantornya.
Waktu hari pertama setelah ibunya meninggal, rasanya Hani selalu kesepian, tapi Hani sekarang paham bahwa dia harus mandiri hidup di dunia ini.
Setelah selesai makan, Hani gosok gigi dan tidak lupa memakai skincare rutin nya.
Setelah itu Hani pergi tidur.
Seperti biasa Hani bangun lebih cepat pagi ini.
Semalam dia terlalu nyenyak tidur, mungkin karena dia terlalu lelah di kantor.
__ADS_1
Biasanya Hani selalu tidur siang, tapi sejak kerja dia tidak akan bisa tidur siang lagi.
Seperti biasa, Hani memasak makanan untuk dirinya sendiri.
Hari ini Hani memasak udang asam manis dengan sayur tumis buncis.
Hani sangat suka memasak, waktu senggang Hani selalu menonton tutorial youtube. Dia selalu membuat masakan-masakan baru yang belum pernah dicoba nya.
Setelah selesai dengan acara masak memasak Hani sarapan pagi dulu.
Setelah sarapan pagi dia bergegas mandi untuk berangkat ke kantor
Hani adalah orang yang sangat disiplin dengan waktu, dia selalu bersiap-siap di pagi hari dengan cepat.
Sekarang Hani sedang memanaskan mesin mobilnya, karena dia sudah selesai siap-siap pergi ke kantor
Dirasa sudah cukup panas mesin mobilnya. Hani lalu berangkat ke kantor nya.
Cuaca hari ini cerah berawan, entah kenapa pagi ini Hani sangat semangat untuk pergi ke kantor.
Hani merasa paginya sangat indah dan cerah berbeda dengan suaminya di sana Bang Samuel
Pagi ini Bang Samuel mendapat kabar bahwa istrinya sedang kritis, dia sebagai suami yang sangat mencintai istrinya sangat mengkhawatir kan istrinya.
Sajak jam 06.00 sampai jam 07.00 Kak Alisia berjuang melawan kritis nya.
Dokter pun juga berjuang menyelamatkan nyawa Kak Alisia.
Baru jam 08.00 pagi ini Kak Alisia baik-baik saja dia sudah berhasil melawan kritis nya.
Tapi kabar buruk yang lain dapat mengguncang mental Bang Samuel, karena Kak Alisia dinyatakan koma oleh dokter. Dokter juga tidak tahu kapan Kak Alisia akan sadar dari komanya.
Dokter bilang alat-alat ini hanya menunjang hidup Kak Alisia saja, jadi jika salah satu alat ini dilepas maka Kak Alisia akan meninggal.
Bang Samuel terus berusaha meyakinkan dokter bahwa pasti istrinya akan sembuh.
"Dokter istriku pasti akan baik-baik saja saja, jangan coba coba untuk melepas alat-alat itu! Tugas kalian disini adalah untuk menyelamatkan manusia. Jadi biarkan saja alat-alat itu yang menunjang hidup istriku.
Aku akan menunggu istriku bangun sampai kapanpun." Ucap Bang Samuel dengan nada marah tapi air matanya sudah mengucur deras.
"Baik pak kami akan menuruti perintah bapak." Ucap salah satu dokter itu dengan pasrah.
Hani sudah sampai di kantornya dia membuka ruangan nya lalu masuk ke dalam.
"Hai Hani selamat pagi." Ucap mirah sambil tersenyum ramah kepada Hani.
"Iya pagi juga mbak mira." Jawab Hani dengan senyumnya.
"Oh ya, pagi ini kita akan melaksanakan meeting internal dengan CEO. Ini berkas-berkas yang harus kamu pelajari, setelah di pelajari ubah ke bentuk power point ya." Perintah Mira kepada Hani.
"Oh oke baiklah mbak." Jawab Hani sambil mengambil berkas itu dari tangan mira lalu dia duduk di kursinya dan mulai mempelajari dan memahami satu persatu berkas itu dengan teliti.
Saat sedang mengerjakan powerpoint rasanya Hani ingin pergi ke toilet tanpa menutup tampilan lembar kerja Hani segera pergi ke toilet.
Ruangan sepi tidak ada orang di dalam ruangan, Mawar masuk mengendap mengendap ke dalam ruangan itu dan duduk di kursi Hani lalu dia menghapus file sedang Hani buat.
Setelah selesai melakukan pekerjaan kotornya. Mawar duduk dengan santai di kursinya kembali.
Hani yang baru selesai dari toilet segera masuk ke dalam ruangannya dan duduk di kursinya.
"Bagaimana Hani kamu sudah menyelesaikan semuanya? 5 menit lagi rapat akan dimulai." Ucap Mira kepada Hani.
"Iya mbak, aku sudah menyelesaikannya in... loh mana power poinnya." Ucap Hani panik sambil menscrol lembar kerja pada komputernya.
Hani mencari lagi filenya tapi tidak ketemu.
__ADS_1
"Jangan bercanda kamu Hani." Ucap Mira kesal.
"Tadi udah aku buat lo mbak, tinggal nyimpan aja tapi filenya gak ada, seperti ada yang menghapus."
Ucap Hani panik.
"Loh gimana sih Hani lima menit lagi rapat akan dimulai nih." Ucap Mira khawatir.
"Kalau aku buat baru lagi gimana mbak?" Tanya Hani binggung.
"Nggak bisa Hani, udah ada CEO yang nunggu kita disana, udah telat ini." Ucap Mira lagi.
"Aduh gimana nih ya udahlah aku jelaskan secara a.... manual saja ya mbak, nggak pakai powerpoint gimana?" Tawar Hani pada Mira.
"Ya sudah pandai-pandai kamulah lagi, menjelaskan kepada CEO. Jawab Mira dengan pasrah.
"Ayo bawa berkas itu dan kita akan pergi ke ruang rapat!" Perinta Mira pada Hani.
Hani membawa semua berkas untuk bahan rapat.
Tanpa mereka sadari Mawar tertawa sinis di belakang mereka.
"Rasakan kau ****** kecil, jangan pernah main-main denganku." Batinnya dalam hati sambil tertawa senang.
Sekarang Hani merasa sangat cemas dan gugup karena dia kan presentasi di depan banyak orang.
Apalagi dia tidak bisa menunjukkan powerpoint kepada orang-orang itu, dia akan menjelaskannya secara manual.
Krek...
Pintu rapat itu dibuka oleh Mira, lalu diikuti Hani dan Mawar di belakangnya.
"Dari mana saja kalian? CEO sudah menunggu cepat mulai rapatnya sekarang!" kata Pak Ben kepada mereka dengan kesal.
Ringkasan materi rapat hari ini, sudah dibagikan satu persatu ke peserta rapat. Sementara itu Hani sedang berdiri di depan meja rapat.
Cepat mulai ucap Pak Ben sambil berbisik kepada Hani
Maaf sebelumnya para hadirin rapat, yang terhormat saya sebagai pembawa acara sudah menghilangkan file rapatnya, jadi saya akan menjelaskan rapat secara manual saja.
Dimulai dari ini...
Hani menjelaskan rapat dengan hati hati.
Tiba di bagian penting dari rapat, Hani terdiam di lupa bagaimana cara menjelaskannya.
Cukup! Ucap seseorang dengan nada keras, saya sudah selesai.
Suara keras itu mampu membuat terkejut semua peserta rapat yang berada di sana.
_
_
_
_
_
Bersambung...
Maaf bila ada kesalahan ejaan ataupun penulisan kata.
Maklumlah saya masih amatiran.
__ADS_1
Thanks to read all🥰😘