
Happy reading my beloved readers 😘
Mendengar seseorang akan membuka pintu, pria yang menguping pembicaraan tadi segera bersembunyi ketempat yang aman.
"Halo pak Udin, segera datang keruangan saya!" Ucap Bang Samuel dalam telepon, dia menelpon seorang office boy, untuk membersihkan ruangannya yang penuh dengan tisu bekas ingus Hani.
Raymond adalah pria yang menguping di depan pintu bossnya, dia melihat seorang wanita keluar dari ruangan bosnya dengan keadaan tidak menggunakan alas kaki, dan dia mencium, harum parfum laki laki yang sangat menyengat.
Itu adalah bau harum dari minyak rambut Bang Samuel.
Raymond memperhatikan wanita itu dengan seksama.
Kring.. ponsel Hani berbunyi dengan sangat nyaring, dia segera mengangkat ponselnya.
"Iya mbak, aku sudah sampai kantor, sebentar lagi aku sampe kok. Iya mbak." Ucap Hani menjawab ponselnya.
Betapa terkejutnya Raymond, dia melihat wanita incarannya keluar dari ruangan bosnya dengan keadaan yang bisa membuat orang salah paham.
Raymond, segera mengetuk pintu ruangan bosnya.
Tok... tok..
"Permisi pak. Saya mau mengantarkan berkas." Ucap Raymond.
"Iya silahkan masuk!" Jawab Bang Samuel.
"Ini pak dokumen yang harus bapak tanda tanganni." Ucap Raymond, lalu meletakkan berkasnya ke atas meja Bang Samuel.
Krek..
"Ada apa memanggil saya Boss?" Tanya Pak Udin, lalu masuk ke dalam ruangan Bang Samuel.
"Tolong bersihkan bekas tisu kotor itu!" Perintah Bang Samuel, kepada Pak Udin, sambil menunjuk kearah sofa.
"Baik Boss, siap laksanakan." Jawab office boy itu, lalu di segera berjalan ke arah tisu yang berserak serak itu. Pak Udin membersihkan tissu itu dengan sapu dan serok sampahnya
Pandangan Raymond pun tak luput dari tisu itu, bahkan dia bisa melihat ada cairan putih yang menempel pada sofa bewarna hitam itu.
Yang sebenarnya, cairan putih itu adalah minyak rambut Bang Samuel, yang berbentuk gel putih.
Pikirannya langsung traveling mendengar teriakan seorang wanita yang baru keluar beberapa saat tadi.
Lalu dia melihat tampang Bossnya yang santai saja, seolah tidak ada beban.
"Ini sudah selesai saya tanda tangani." Ucap Bang Samuel kepada Raymond.
"Hey.." Panggil Bang Samuel lagi, karena Raymond hanya diam saja.
"Eh--- iy--a terima kasih pak, kalau begitu saya permisi keruangan saya dulu." Ucap Raymond gugup.
"Iya silahkan!" Jawab Bang Samuel santai.
"Sudah bersih seperti sedia kala Boss." Ucap Pak Udin kepada Bang Samuel.
"Terima kasih pak." Ucap Bang Samuel, lalu dia memberi 2 lembar duit merah.
"Terima kasih Boss." Ucap Pak Udin senang.
__ADS_1
"Saya permisi dulu Boss." Pamitnya kepada Bang Samuel.
"Hm.." Jawab Bang Samuel datar.
Pak Udin keluar dari ruangan Bossnya, dia sangat senang, karena mendapat tip dari bosnya.
"Wah sepertinya bapak senang sekali." Ucap Raymond kepada Pak Udin, yang baru saja keluar dari ruangan Bang Samuel.
"Ya dong, kerja sedikit dapat duit. Kalau kek gini tiap hari bisa kaya aku." Ucap Pak Udin, sambil memasukkan duitnya ke dalam saku bajunya.
"Kalau gitu saya permisi dulu ya mas." Ucap Pak Udin ramah kepada Raymond.
"Iya pak, silahkan." Jawab Raymond, lalu dia pun kembali ke ruangannya.
Sesampai di ruangnya, Hani duduk dengan santai.
Lalu dia memakai sendal jepit pada kakinya, dia tidak akan memakai high hels lagi, karena sangat membahayakan untuk tulang kakinya.
Setelah itu Hani fokus mengerjakan berkas berkas yang sudah menumpuk di meja kerjanya.
Beberapa jam kemudian.
Tak terasa sudah waktunya makan siang, Hani menghampiri Mira mengajaknya, untuk makan siang bersama.
Mereka pergi bersama untuk makan siang.
Setelah sampai mereka, segera memesan makanan favorit disini.
Beberapa menit kemudian makanan sudah siap, dan di sajikan.
"Kenapa kamu terlambat Hani?" Tanya Mira sambik menyuapkan sesendok nasi ke mulutnya.
Raymond, tidak perduli jika wanita incarannya sudah bekas bossnya. Kalau bossnya saja bisa menikmatinya, kenapa dia tidak bisa menikmatinya juga. Batin Raymond dalam hatinya.
"Misi ladies, lagi bicarain apa nih?" Tanya Raymond sok asik, kepada Hani dan Mira.
"Kepo banget sih jadi cowok." Jawab Hani ketus, lalu dia cemberut.
"Eh.. Hani jangan gitu dong, dia itu manajer baru kita." Bisik Mira kepada Hani dengan pelan.
"Bodo amat mbak, aku gak peduli dia siapa." Jawab Hani datar.
"Buk nasi seperti biasa ya." Ucap Raymond kepada pelayan rumah makan itu.
"Iya mas ganteng." Jawab ibu, warung nasi itu.
4 menit kemudian makanan Raymond sudah sampai, dia langsung memakan makanannya dengan lahap.
Hani merasa tidak nyaman, karena Raymond duduk di sebelah Hani.
"Mbak, ayo kita balik! Aku udah selsai makan nih." Ajak Hani kepada Mira.
"Sebentarlah Hani, nasi ku belum juga turun ini." Jawab Mira kepada Hani.
Dengan terpaksa Hani menunggu Mira dulu.
Raymond sudah selesai makan, lalu dia melihat Hani dengan intens.
__ADS_1
Hani yang merasa di perhatikan seperti itu, hanya acuh tak acuh.
"Hani, kamu cantik seperti bidadari surga. Kamu mau gak jadi pacar aku?" Gombal Raymond kepada Hani.
"Maaf pak, apa gara gara kekenyangan bapak jadi ngelantur gak jelas." Ucap Hani ketus.
"Gak, saya serius kok sama kamu." Ucap Raymond tak mau kalah.
"Maaf pak, saya gak bisa." Jawab Hani datar.
"Ya sudah saya pamit dulu ya. Kamu bisa, mempertimbangkan ucapan saya tadi." Ucap Raymond kepada Hani.
Hani hanya diam saja.
Setelah itu Raymond pergi dari hadapan Hani dan Mira. Dengan senyuman misteriusnya.
Biarlah Hani jual mahal kepadanya, dia tidak perduli. Karena Raymond akan mendapatkannya secara paksa.
"Kenapa kamu tolak, manajer baru kita Hani? Dia kan ganteng. Mobilnya fortuner, terus kurang apa dia?" Tanya Mira kepada Hani.
"Aku udah ada yang punya mbak." Jawab Hani datar.
"Owh gitu, tapi kayaknya manajer itu cinta mati deh sama kamu, aku bisa lihat dari tatapan matanya saat mandang kamu." Ucap Mira kepada Hani.
Beberapa bulan ini Hani mempelajari ilmu psikologi, dia juga mempelajari tatapan mata seseorang.
Dia tau tatapan mata Raymond itu bukan cinta, tapi hanya sekedar ***** semata. Pikir Hani dalam kepala cantiknya.
"Ah.. ngapain bahas dia lagi, ayo kita masuk mbak! Nanti telat lagi." Jawab Hani mengalihkan pembicaraan Mira.
"Berapa buk, berdua?" Tanya Hani, kepada kasir.
"Udah dibayar sama mas ganteng tadi mbak." Ucap kasir itu.
"Oh yaudah." Jawab Hani, lalu dia memasukkan duitnya ke dalam dompet lagi.
"Tuh kan, apa aku bilang keknya manajer suka banget sama kamu." Ucap Mira merayu Hani.
"Bodo amat mbak, aku gak perduli." Jawab Hani lalu duduk di kursi kerjanya.
Dia akan menyelesaikan pekerjaannya yang menumpuk.
"Akhirnya selesai juga." Ucap Hani senang seraya mematikan komputernya.
_
_
_
_
_
Bersambung...
Maaf bila ada ejaan ataupun penulisan kata yang salah.
__ADS_1
Maklum masih amatiran.
Thanks to read all🥰