My Bastard Husband

My Bastard Husband
episode 62


__ADS_3

Happy reading my beloved readers🤩


Sudah seminggu ingatan Hani pulih, tapi gadis itu bersikap biasa saja di depan suaminya itu.


Samuel pun mulai merasakan keanehan pada istrinya. Hani semakin hari semakin cuek dengan nya, padahal pria itu, tidak pernah membuat kesalahan lagi. Dia selalu pulang tepat waktu, dan memberikan istrinya perhatian dan kasih sayang.


Tapi Hani, bersikap acuh dengan suaminya itu.


"Hmm dek, kok sudah seminggu ini kamu bersikap acuh pada abang. Apa abang ada kesalahan padamu, tolong beritahu abang, agar abang bisa memperbaiki segalanya!" Ucap Samuel, berbicara dengan lemah lembut pada istrinya itu.


"Iya kesalahan mu sangat banyak, sampai sampai aku tidak bisa menjabarkannya satu persatu." Batin Hani, dalam hati, seraya membuang muka.


"Tidak ada apa apa ko." Jawab Hani dengan santai, seraya menampilkan senyuman palsunya.


"Beneran gak papa?" Tanya Samuel curiga.


"Iya bang, gak apa apa." Jawab Hani, meyakinkan suaminya.


"Ya udah, kalau gitu, abang berangkat kerja dulu." Ucap Samuel.


"Ya bang." Jawab Hani.


"Assalamualikum." Ucap Samuel.


"Waaalaikummussalam." Jawab Hani, setelah itu dia kembali masuk ke dalam rumah, seraya menyusun rencana selanjutnya.


Lalu gadis itu, mengambil kartu nama pria yang menabraknya seminggu lalu.


Disana tertulis bahwa pria itu seorang pengacara profesional.


Tut...


Tut...


"Halo, dengan Jackson ada yang bisa saya bantu?" Tanya pria itu, setelah tersambung pada panggilan.


"Hmm.... saya adalah wanita yang anda tabrak 1 minggu yang lalu, bisakah kita bertemu?" Tanya Hani dengan gugup.


"Oh anda nona. Bisa, saya bisa bertemu dengan anda nona. Apa nona ada tempat untuk kita bertemu?" Tanya pria itu antusias.


"Hmm.. kita akan bertemu siang nanti jam 13.00 di cafe xxx jl. xxx." Jawab Hani.


"Baiklah nona, sampai bertemu nanti." Saut pria itu, seraya mematikan sambungan telephon nya.


***


Hani berangkat ke cafe itu menggunakan ojek online, semenjak ingatannya kembali, dia menjadi trauma mengendarai mobil lagi, entah sampai kapan itu berlalu, dia pun tidak tau.


Setelah sampai di kafe.


"Hei nona.." Panggil pria itu, seraya melambaikan tangannya.


Hani pun menghampiri pria itu, lalu dia duduk berhadapan dengan pria itu.


"Kenalkan saya Jackson." Ucap pria itu, seraya mengajaknya berjabat tangan.


"Maaf, saya Hani." Jawab Hani seraya mengatupkan tangannya, gadis itu tidak ingin bersentuhan dengan yang bukan muhrim nya.


"Oh iya, tidak masalah nona." Ucap pria itu, dengan santai, seraya menarik tangannya kembali.


"Apa benar anda seorang pengacara?" Tanya Hani penasaran.


"Iya nona, saya adalah pengacara." Jawab pria itu, dengan tegas.


"Bisa kah anda menjadi pengacara saya?" Tanya Hani, dengan serius.


"Dengan senang hati nona, kalau boleh tau kasus apa yang sedang nona hadapi?" Tanya pria itu, dengan serius.


"Perceraian." Jawab Hani.


"Baiklah, saya bisa membantu anda dengan sebaik mungkin nona." Saut pria itu senang.


Samuel terkejut, saat melihat istrinya yang sedang duduk bersama seorang pria, mereka tampak akrab membicarakan sesuatu.

__ADS_1


"Ngapain Hani disini, bersama seorang pria?" Tanya Samuel dalam hatinya.


Hari ini Samuel ada acara makan siang bersama koleganya, dan tanpa sengaja ia melihat istrinya duduk berdampingan dengan seorang pria asing. Sungguh dadanya terasa sesak, melihat istrinya bersama dengan pria lain, ingin rasanya pria itu menghampiri Hani dan mengajak nya pulang. Tapi ia takut jika salah dalam tindakan akan membuat Hani semakin membencinya.


Jadi pria itu mengawasi istrinya dari jauh.


Setelah selesai berbicara panjang lebar pada Jackson, Hani dan Jackson pergi meninggalkan cafe itu.


***


Sesampainya di rumah, Samuel bersikap biasa saja.


"kamu tadi ada keluar sayang?" Tanya Samuel pada istrinya.


"H... ng..ngak bang, Hani dari tadi di rumah aja kok." Jawab Hani berbohong pada suaminya.


"Oh... aku kira, kamu jadi pergi jalan jalan keluar." Saut Samuel dengan santai.


"Ngak kok bang. Aku nunggu weekend aja." Ucap Hani, seraya menetralkan detak jantungnya.


"Oh... gitu." Jawab Samuel.


"Awas aja kamu main api di belakang aku. Ngak akan aku biarkan kamu lolos." Batin Samuel seraya menyantap makan malamnya.


Hari demi hari, Samuel selalu memperhatikan gerak gerik Hani, secara sembunyi sembunyi.


Hani bertemu lagi dengan pria itu di suatu cafe, mereka tampak akrab seperti teman yang sudah lama kenal.


"Huh... aku harus memberikan mu pelajaran sayang. Kalau kamu ketawan selingkuh dengan bocah ingusan itu." Ucap Samuel, seraya meninju stir mobilnya.


Setelah Hani pulang, barulah Samuel kembali ke kantornya.


Tok...


Tokk...


"Permisi pak, saya mau mengantarkan paket untuk bapak." Ucap seseorang dari balik pintu ruangan Samuel.


"Ya silahkan masuk!" Jawab Samuel.


"Iya letakan saja disana." Saut Samuel.


"Kalau begitu, saya pamit dulu pak." Ucap Security itu.


"Iya silahkan." Jawab Samuel.


Pria itu masih saja asik mengerjakan pekerjaan kantornya.


Beberapa jam kemudian.


"Oh iya, aku belum membuka paket ini." Ucap pria itu seraya membuka bungkus paket itu.


"Hah isi nya dokumen." Ucap pria itu, seraya membacanya dengan teliti.


Hal: Cerai Gugat


Kepada: Yth Ketua Pengadilan Agama Jakarta Pusat


Jln Mangga No 10 AB


Assalamualaikum wr.wb, saya yang bertanda tangan di bawah ini, yaitu:


Nama: Hanifah Latif


Umur : 23 tahun


Agama: Islam


Pekerjaan: Ibu Rumah Tangga


Pendidikan: S1 Bisnis Manajemen


Alamat: Jl. Pelangi No. 5

__ADS_1


Selanjutnya sebagai Penggugat


Dengan ini mengajukan gugatan perceraian terhadap:


Nama: Samuel


Umur: 36 tahun


Agama: Islam


Pekerjaan: Wiraswasta


Pendidikan: S3


Alamat: Jl. Pelangi No. 5


Selanjutnya sebagai pihak Tergugat


Adapun sebagaimana yang menjadi alasan atau dalil dalam gugatan penggugat tersebut di atas adalah:


Penggugat dan Tergugat adalah suami istri yang sah telah melangsungkan perkawinan secara agama Islam pada tanggal 13 Mei 2019 bertempat sesuai dengan Kutipan Akta Perkawinan Nomor 15 tanggal 30


Perkawinan tergugat tidak pernah harmonis, tergugat selalu mementingkan istri pertama.


Tergugat tidak pernah mencintai penggugat, seperi layaknya istri.


Tergugat selalu menyakiti hati penggugat.


Perkawinan tidak perna harmonis


Berdasarkan uraian-uraian tersebut di atas, Penggugat ajukan permasalahan ini kehadapan Yang Terhormat Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat agar pada hari sidang yang telah ditetapkan, berkenan untuk memanggil kedua belah pihak berperkara guna menghadap di persidangan dan setelah melakukan pemeriksaan dengan cermat dan teliti sudi kiranya menjatuhkan putusan yang amarnya berbunyi sebagai berikut:


Mengabulkan gugatan Penggugat seluruhnya;


Menyatakan hukum bahwa perkawinan antara Penggugat dan Tergugat secara agama Islam pada Minggu 13 Mei 2021 bertempat di Jl. Semangka No 15 sesuai dengan Kutipan Akta Perkawinan Nomor 15 tanggal 30, sah putus karena perceraian dengan segala akibat hukumnya;


Penggugat mohon putusan yang seadil-adinya.


Pihak Penggugat, Pihak yang di gugat


Hani


Hanifah Latif Samuel


...Pengacara...


...Jackson...


...Jackson...


"Sialan." Ucap Samuel seraya meremas kertas itu dengan emosi.


Pria itu pun meninggalkan kantornya, dia bergegas pulang kerumahnya.


***


_


_


_


_


_


Well apa yang akan di lakukan Samuel agar Hani tidak menceraikannya?


Apakah Hani akan tetap menceraikan Samuel?


Bersambung...


Mohon maaf bila ada kesalahan penulisan kata ataupun ejaan.

__ADS_1


Maklumlah saya masih amatiran.


Thanks to read All😍😘


__ADS_2