My Bastard Husband

My Bastard Husband
episode 19


__ADS_3

Happy reading my beloved readers🥰


"Uhuk...uhuk" Batuk Kak Alisia, lalu dia lari ke kamar mandi untuk melanjutkan batuknya.


Dia meredam suara batuknya dengan telapak tangannya. Saat dia membuka telapak tangannya, ada darah yang keluar dari hidungnya. Ya Kak Alisia sekarang ini sering sekali mimisan ataupun batuknya yang mengeluarkan darah.


Dia segera membilas darah yang mengalir melalui hidungnya dengan air dari keran wastafel. Lalu dia mengambil obat yang di sembunyikannya di kamar mandi dengan rapi dan tak diketahui oleh Bang Samuel. Kak Alisia segera meminum obatnya tanpa air putih.


Tok...tok...


"Sayang ayo kita sarapan! Aku sudah membuatkan nasi goreng seafood kesukaan mu." Ajak Bang Samuel dari balik pintu.


"Iya sayang, sebentar lagi aku keluar. Aku sedang pop." Jawab Kak Alisia berbohong.


Sebenarnya Kak Alisia sedang mencoba menahan rasa nyeri di kepalanya, sambil duduk di closet duduk.


"Oke sayang, aku tunggu kamu di meja makannya. Nanti langsung aja kesana ya!" Ucap Bang Samuel lagi dari balik pintu.


"Iya sayang. Bentar lagi aku selesai kok." Jawab Kak Alisia lagi sambil memegang kepalanya.


Kak Alisia segera mencuci wajahnya dengan face wash lalu membilasnya dengan air bersih. Dan dia juga memakai liptint sedikit agar bibirnya tidak terlalu pucat.


Setelah selesai, dia pun keluar dari kamar mandi.


Dan segera menuruni tangga menuju meja makan.


Setelah sampai di meja makan


"Ayo sayang, ini sudah aku ambilkan di piring mu." Ucap Bang Samuel sambil menarik kursi untuk Kak Alisia duduk.


"Terima kasih sayang. Atas sarapan pagi ini, aku sangat senang sekali. Oh iya mama mana?" Tanya Kak Alisia heran.


"Iya sama sama sayang, apapun itu akan aku lakukan untukmu karena, aku sangat mencintaimu. My wife. mama tadi sudah makan kok sayang. Sekarang mama sedang jogging keliling komplek, untuk bakar lemak katanya." Jawab Bang Samuel.


"Idih kamu pagi pagi udah gombal aja sih, dasar receh. Emang misalnya kalau aku mati, kamu masih suka sama aku? Atau kamu cari wanita lain?" Tanya Kak Alisia penasaran kepada Bang Samuel.

__ADS_1


"Aku serius sayang cinta sama kamu. Kamu tu kalau kasih pertanyaan gak usah yang aneh aneh deh, bikin aku bad mood aja." Jawab Bang Samuel sambil cemberut yang dibuat buat.


"Oh... Aku kan cuma kasih soal yang pemisalan, bukan beneran. Tinggal di jawab aja kok susah banget!" Saut Nara kesal sambil cemberut pula.


"Bukan gitu sayang, aku kan cuma takut. Lagian jangan sembarangan ngomong deh. Kamu kan tau omongan itu adalah doa. Sekarang aku jawab ya, aku akan tetap mencintai kamu sayang, sampai kapan pun. Forever love." Jawab Bang samuel sambil menatap Kak Alisia dalam.


"Trus si Hani kamu apakan? Apakah kamu tidak bisa mencintainya juga seperti kamu mencintaiku?" Tanya Kak Alisia penasaran dan penuh selidik.


"Duh kenapa harus membahas dia sih sayang? Kita bahas topik yang lain aja ya!" Bujuk Bang Samuel mulai cemas dengan pertanyaan Kak Alisia.


"Kamu tu ya, suka banget mengalihkan pembicaraan kalau kita ngebahas tentang Hani. Kamu tau kan Hani tu adik sepupuku, tapi aku sudah meyayanginya seperti adik kandungku sendiri. Tentu saja aku tak mau kalau kamu hanya menjadikannya pajangan di dalam rumah tangga kita Bang." Saut Kak Alisia dengan tegas.


"Maaf deh sayang. Aku tu kan cuman terpaksa aja nikahi dia sayang. Tapi aku akan berusaha untuk mencintai dia sayang, walau itu semua terasa berat." Jawab Bang Samuel dengan mimik wajah yang tidak yakin.


"Ah... gitu dong seharusnya kamu, kamu tu laki laki, kalau jadi laki tu ya harus bertanggung jawab. Bukannya cuma statusnya doang yang di pake jadi suami. Tapi juga harus bertanggung jawab sama kedua istrinya." Saut Kak Alisia mengebu gebu.


"Iya sayang ku. Yaudag sekarang kita makan ya udah dingin ni nasi goreng seafood buatanku. Gara gara kamu ceramah 7 menit dulu sebelom makan. Kek lagi dengar ustazah aja aku nih." Kata Bang Samuel sambil tertawa jahil.


"Aku kan nasehati kamu sayang. Supaya makin kedepannya kamu menjadi suami dan ayah yang bertanggung jawab untuk anak anakmu kelak." Saut Kak Alisia, lalu dia memasukkan sesendok nasi goreng seafood buatan suaminya itu.


"Iya sayang, aku selalu dengar nasehat kamu kok. Aminnn semoga apa yang kamu inginkan itu terkabul sayang." Jawab Bang Samuel lalu memakan nasi goreng buatannya sendiri.


Setelah selesai makan mereka membereskan piring piring dan selanjutnya mereka mencuci baju bersama dan membersikan rumah bersama sama.


"Sayang, ayo kita belanja bulanan. Stok makanan kita udah banyak yang habis nih." Ajak Kak Alisia pada Bang Samuel.


"Iya sayang. kamu siap siap sana! Aku udah mandi tadi pagi kok." Saut Bang Samuel sambil dudk di ruang tamu lalu meminum kopi nya.


10 menit kemudian.


"Ayo sayang aku udah siap nih." Saut Kak Alisia menghapiri suaminya yang duduk di sofa ruang tamu sambil menonton tv.


"Eh .. iya, ayo. Kamu cantik banget sayang, aku makin cinta sama kamu deh." Ucap Bang Samuel sambil mencuri ciuman di bibir Kak Alisia.


"Ih kamu pagi pagi ngegombal trus. Akukan memang udah cantik sejak lahir. Udah yuk kita berangkat lagi." Ajak Kak Alisia pada Bang samuel.

__ADS_1


Mereka berdua pergi ke mall untuk berbelanja bulanan. Menggunakan mobil Bang Samuel.


30 menit kemudian sampailah mereka di mall.


Bang Samuel memarkirkan mobilnya di lobby mall. Lalu setelah selesai parkir mereka keluar dari lobby dan memasuki mall.


"Hm... aku suka wangi mall ini sayang." Ucap Kak Alisia pada Bang Samuel.


"Iya yah, wangi mall ini sangat unik. Apalagi bagian makanan sana, wanginya seperti toti panggang sayang. Ini adalah salah satu cara marketing pemasaran agar orang orang suka datang ke mall sayang." Jawab Bang Samuel seraya mendorong troli belanjaan.


"Wah... diskon nih, ayo sayang kita beli yang banyak!" Ucap Kak Alisia seraya memasukkan roti kesukaannya ke dalam troli belanjaannya.


"Kamu belanjaa aja yang banyak sayang. Kan aku punya kartu sakti." Saut Bang Samuel sambil mengeluarkan black cardnya dari dalam dompetnya.


"wih... songong amat..." Ucap Kak Alisia menyindir, tapi sebenarnya dia bercanda.


"Iya dong." Jawab Bang Samuel dengan ponggah.


Mereka membeli minyak goreng sawit 4 kg, beras 20 kg, minyak zaitun 1 kg, tepung terigu 1 kg, Tepung beras 1 kg, Kecap 3 botol, Saus sambal extra pedas 3 botol, Saus gocujang 1 botol, Tisu 4 bungkus besar, Roti 3 bantal coklat 3 bungkus, susu 2 kotak, Kopi 3 botol kaca, garam himalaya 10 bungkus, gula aren 1 kotak, nugget 2 bungkus, susu kaleng 10 kaleng, Telur 1 kotak, coklat batang 2, agar agar 1 kotak, daging ayam 2 kg potong beku, daging sapi potong beku1 kg, udang 2kg, buah buahan, santan bubuk dan cair, air mineral 1 dus, dan semua cemilan yang ada di mall yang lagi diskon ataupun kesukaan Kak Alisia dan Hani.


_


_


_


_


_


_


_


Bersambung…

__ADS_1


Maaf bila ada kesalahan ejaan atau kata dalam penulisan. Maklumlah saya masih amatiran.


Thanks to read all😍


__ADS_2