
Happy reading my beloved readers😘
Sudah seminggu Hani menjadi sekretaris pribadi Bang Samuel, yaitu suaminya sendiri.
Hani selalu mengurus keperluan bossnya itu, seperti membuat laporan kegiatan, jadwal rapat, jadwal perjalanan dinas, dan lain lain.
Hani sangat enjoy, bersama terus dengan suaminya. Sepertinya Hani, memang sudah jatuh cinta dengan suaminya sendiri.
Memang mereka tidak tinggal bersama, tapi saat di kantor mereka selalu berdua. Hal itu yang membuat Hani, setiap hari semakin mencintai suaminya sendiri.
Dan sikap Bang Samuel, tidak terlalu arogan, seperti dulu kepada Hani. Bang Samuel lebih banyak diam. Dia juga tidak terlalu cerewet sekarang.
Entah apa yang terjadi dengan diri suaminya itu. Hani tidak tau, hanya Bang Samuel sendirilah yang tau, kenapa dia bersikap seperti itu.
Sedangkan Kak Alisia, masih seperti biasa. Dia belum terbangun dari tidur panjangnya, entah kapan dia akan terbangun dari komanya, tidak ada orang yang tau. Atau mungkin pun dia lebih memilih bangun di surga, siapa yang tau?
"Hani, hari ini kita akan pergi ke Inggris, untuk pertemuan kolega. Persiapkan dirimu nanti malam, kita akan berangkat!" Ucap Bang Samuel, yang sedang mengecek laporan dari laptopnya.
"Baik pak." Jawab Hani, seraya menyusun jadwal kegiatan bossnya itu. Hani sebagai istri yang baik, tentunya harus patuh terhadap perintah suaminya.
Apalagi suaminya akan pergi ke Inggris, tentu saja dia ikut, secara suaminya kan tampan, bisa saja, wanita di luar sana menggoda suaminya itu kan?
Setelah jam kantor selesai Hani dab Bang Samuel pulang kerumah.
Ini lah, kegiatan mereka selama seminggu ini. Selalu pulang bersama, meskipun tidak tinggal serumah, tapi Bang Samuel selalu mengantarkan Hani pulang ke apartemennya.
Karyawan sangat iri, terhadap Hani. Mereka sangat iri saat melihat Hani selalu bersama dengan bossnya itu.
Tapi Hani, bersikap acuh tak acuh. Dan kadang, dia semakin memanas manasi ke karyawan songgong yang melihat Hani berduaan dengan bossnya.
Setelah sampai di parkiran, apartemen. Hani, segera turun dari mobil suaminya.
"Terima kasih pak." Ucap Hani, seraya menutup pintu mobil, sambil menampilkan senyum manisnya itu, kepada suaminya.
Bang Samuel, hanya bersikap acuh tak acuh saja, dan tetap dingin seperti frezer😅
"Jangan lupa jam 07.00, sudah siap! Nanti kita bertemu saja di bandara. Jangan sampai terlambat!" Perintah Bang Samuel, lalu dia melajukan mobilnya ke rumahnya.
Hani segera masuk, setelah itu dia memasukan baju, dan barang barang yang dia perlukan, untuk beberapa hari.
Bang Samuel, tidak bilang, akan berapa lama mereka di Inggris, tapi Hani tetap membawa, beberapa baju kerja, dan baju vacationnya.
Anggap saja ini liburan mereka ke Inggris berdua🥰
Setelah sholat, Hani berangkat ke bandara. Butuh waktu 60 menit, untuk sampai ke bandara.
Hani menggunakan jasa, taxi online.
Setelah 60 menit, Hani sudah sampai di bandara, dia masuk kedalam. Dan melihat Bang Samuel, sedang duduk di bangku keberangkatan.
"Maaf pak, sudah lama nunggu saya?" Tanya Hani, dengan seformal mungkin.
"Tidak, saya juga baru datang." Jawab Bang Samuel seraya mengambil tiket itu, lalu dia memberikannya ke Hani.
Hani mengambil tiket itu, lalu dia duduk, di samping Bang Samuel.
__ADS_1
Setelah jam keberangkatan sudah tepat, mereka masuk ke dalam pesawat.
Sepanjang perjalanan, tidak ada sepatah kata pun, yang keluar dari mulut Bang Samuel.
Dan berhubung, Hani sudah mulai mengantuk, dia memutuskan untuk tidur saja, selama perjalanan berlangsung.
Setelah berjam jam lamanya, mereka sudah sampai di Bandara di Inggris.
Mereka menggunakan taxi, untuk sampai ke hotel terdekat.
Kemarin di karenakan hotelnya penuh, jadi Bang Samuel, akan memesan secara offline saja.
Sesampainya di hotel, Bang Samuel memesan kamar hotel.
Ternyata kamar hotel sudah penuh semua, yang tersedia hanya 1 kamar. Karena tidak ada pilihan lain, Bang Samuel memesan kamar hotel itu.
Sesampainya di dalam kamar hotel, Hani langsung duduk di sofa itu, rasanya badannya pegal. Karena terlalu banyak duduk.
Sedangkan Bang Samuel masuk ke kamar mandi, untuk membersihkan badannya.
Sebagai istri yang baik, Hani menyusun barang, dan pakaian Bang Samuel dari koper, ke dalam lemari.
Dia juga menyusun pakaiannya ke dalam lemari.
Hani juga menyiapkan baju Bang Samuel.
Setelah Bang Samuel keluar dari kamar mandi, Hani bergegas masuk ke dalam kamar mandi karena dia juga terasa sangat gerah.
Setelah berpakaian Bang Samuel mengecek berkasnya, yang akan di bawanya, untuk bertemu dengan koleganya nanti malam.
Hani keluar dari kamar mandi, dia sudah mengenakan pakaian lengkap. Dia mengambil bantal dari kasur Bang Samuel, Hani akan tidur siang dulu. Karena kepalanya terasa sedikit pusing.
Bang Samuel melirik Hani yang sudah terlelap di sofa itu, sambil mengecek laptopnya.
Di malam hari
Bang Samuel dan Hani, sudah siap bertemu dengan kolega mereka.
Hani tampak cantik, menggunakan long dress bewarna gold itu, terlihat sangat elegan.
Sedangkan Bang Samuel, terlihat gagah menggunakan setelan jas hitam, dengan sepatu pantofel yang mengkilat itu.
Mereka berangkat menggunakan taxi saja.
Setelah sampai di gedung acara, mereka berjalan masuk ke gedung itu beriringan.
Banyak mata wanita nakal, yang menatap Bang Samuel, dengan minat. Hani sangat kesal melihat hal itu.
Tapi dia tetap menahan diri, agar tidak terlihat sedang cemburu.
Mereka duduk di bangku yang bersebelahan. Bang Samuel berbincang bincang dengan koleganya.
Karena bosan, Hani memainkan ponselnya. Mereka juga di suguhkan makanan pembuka, utama dan penutup.
Karena Hani, merasa kebelet pipis, dia memutuskan untuk pergi ke kamar mandi.
__ADS_1
Dia meninggalkan suaminya yang sepertinya, sangat asyik membicarakan bisnis itu.
Hani mencari toilet, seraya bertanya kepada waiters di sana.
Akhirnya Hani sampai juga di toilet.
Setelah selesai dengan urusannya yang agak lama itu, Hani keluar dari kamar mandi.
Sementara itu, Bang Samuel kebingungan mencari istrinya itu, Karena Hani tadi tidak pamit mau pergi kemana padanya.
Bang Samuel memutuskan pergi ke toilet, siapa tau Hani, ada di sana.
Trek...
"Ah..." Hani terkejut saat tangannya di tarik seseorang.
"Let me go." Ucap Hani, kepada pria itu, seraya memberontak.
Pria misterius itu malah menahan Hani, agar tidak bisa lari.
Hani, dapat mencium bau alkohol, yang sangat menyengat dari mulut pria ini.
"Let me go! Please!" Ucap Hani seraya terus mencoba melepas diri dari pria itu.
Bang Samuel, melihat kejadian itu. Segera dia membogem pria itu sampai terjatuh ke lantai. Bang Samuel meninju pria itu terlalu keras, sehingga mengakibatkan giginya patah.
"You shameless, she is my wife how dare you touch her." Ucap Bang Samuel, dengan intomasi keras.
Akibat suara kerasnya, para tamu dan karyawan melihat asal suara itu dari mana.
Mereka menonton perlakuan Bang Samuel yang terus memaki maki pria asing itu.
Pria itu di bantu oleh asisten prianya.
"Sorry sir." Ucap asistennya itu, seraya memapah tuannya.
"Shame on you." Jawab Bang Samuel, seraya membawa Hani pulang ke hotel.
Hani merasa sangat senang, karena Bang Samuel mengkhawatirnya.
_
_
_
_
_
Bersambung…
Maaf up nya lama😅😍
Maaf bila ada kesalahan ejaan atau penulisan kata.
__ADS_1
Harap maklum saya masih amatiran.
Thanks to read all😅😍