
Happy reading my beloved readersđ„°
10 menit berlalu
Aku sudah sampai di kampus. Aku mengambil ponsel di dalam tas, lalu menchat Julia.
"Julia kamu dimana, masuk bareng yuk!" Ajakku dalam chat.
"Kamu dimana, biar aku samperin kamu." Balasnya.
"Aku di depan perpustakaan." Balasku.
"Ok aku kesana." Balas Julia sambil otw menuju perpustakaan.
Aku sibuk membuka instagram, menonton video lucu yang membuat hati ku senang. Karena hari ini aku belajar dengan dossen killer. Makanya aku agak cemas dan nervous.
"Hei..." Teriak Julia sambil memegang pundakku dari belakang.
"Astaughfirulloh, kaget aku." Sautku sambil memegang dadaku yang rasanya seperti mau copot.
"Hahah.... gitu aja kaget kamu, Hani." Ucapnya Julia mengejekku sambil tertawa ngakak.
Karena dia tertawa agak keras. Orang orang yang lalu lalang pada ngelihatin ke kami.
"Woi.... bisa diam gak lo, ini kan perpustakaan tenang dong. Gak bisa baca lu pada, tu tulisan disana Please Keep Silent." Ucap petugas perpustakaan yang sedang berjaga disana, sambil menunjuk papan yang tertera disampingnya.
"Kamu sih, Jul. Berisik banget jadi orang." Kataku pada Julia sambil menyenggol bahunya.
"Maaf buk." Ucap kami bersama. Lalu kami segera pergi masuk ke dalam kelas.
Sesampai di kelas kami langsung masuk, lalu duduk di bangku yang biasa kami duduki.
Kalau Jack beda kelas dengan kami. Dia berada di kelas sebelah. Kelas anak anak sultan sih, kalau menurutku. Soalnya barang barang mereka branded semua dan Jangan lupakan mobilnya wah banget lagi. Terakhir ini, seperti ajang pansos atau pamer pameran.
Napa lu, iri bilang bos. Kalau dia bisa jawab authorđ
Good morning everyone
Dosen killer yang ku bilang tadi sudah masuk guys. Apalagi kira kira yang membuat kami semua akan shock jantung ya?
Kalau minggu kemarin, dosen itu marah marah kepada seorang mahasiswa yang tidak beres dan bermasalah mengerjakan tugasnya.
Sebelum belajar dosen mengabsen kami satu persatu. Dan juga kami mengumpulkan tugas tugas minggu kemarin yang diberikan dosen ini.
Sekarang kami belajar tentang
Perencanaan Sumber Daya Manusia yang Strategis
Dosen menjelaskan tentang poin poin penting nya saja, dia juga menjelaskan pelajaran menggunakan power point. dosen itu membuat power poin dengan sangat menarik sehingga memudahkan kami untuk memahaminya, dan juga enak dipandang.
Tok...tok...
"Sorry sir I'am late" Ucap seorang mahasiswa sambil mengetuk pintu.
"Kamu sudah membaca peraturan kalau belajar di jam saya kan?" Tanya dosen itu intens.
__ADS_1
"Yes, sir." Ucap mahasiswa itu menunduk.
"Lalu kenapa kamu masih melanggar peraturan saya?" Ucapnya garang.
"Tadi saya me... belum sempat seorang mahasiswa itu menjawab pertanyaan dosen itu, dosen killer itu sudah memotong pembicaraannya.
"Saya tidak menerima apapun alasanmu! Sejak awal kita semua sudah menyepakati peraturan yang saya buat , di jam pelajaran saya. Silahkan anda keluar, kalau anda tetap mau masuk kelas saya anda tetap saya buat absen." Sela dosen itu emosi.
"Baiklah kalau begitu saya keluar saja hari ini." Jawab mahasiswa itu.
"Good choice boy." Ucap dosen itu tersenyum seraya melanjutkan pembelajaran tadi yang sempat tertunda beberapa menit, karena mahasiswa tadi.
Sementara mahawasiswa itu melangkah keluar , dia tidak mengikuti pembelajaran dosen dikarenakan terlambat masuk .
Sudah sering mahasiswa yang selalu kena usir oleh dosen ini, saat datang terlambat. Tapi banyak mahasiswa yang tidak jera juga walaupun sudah
diusir dari kelas karena datang terlambat. Mereka selalu mengulangi kesalahan yang sama.
Ada empat cara untuk mengidentifikasi kebutuhan SDM untuk pelatihan, keempat cara untuk mengembangkan sumber daya manusia sebagai berikut:
Mengamati SDM
Mendengarkan SDM
Menanyakan atasan langsung mengenai yang dibutuhkan SDM
Menguji masalah yang dihadapi SDM
Untuk sekarang silahkan buat kelompok belajar kalian, dan kerjakan menggunakan power point yang semenarik mungkin.
Aku memperhatikan dosen itu dengan seksama saat menjelaskan pelajaran.
Meski umur dosen ini sudah 50 tahun, tapi dosen ini tetap fit, tampan dan dia juga memiliki body yang bagus đ mungkin karena dia rajin olahraga ya guysđ€Łđ
Tidak, aku tidak memperhatikan karisma dosen ini dari tadi ko. Cuma sekali sekali saja.
Aku fokus kepelajaran tiba tiba kring.....kring....
Aduh ponsel siapa lagi tuh, yang bunyi. Kataku dalam hati, setauku itu bukan nada dering ponsel ku, dan aku tadi sebelum masuk kelas sudah mensilentkan ponselku.
Kring....kring....
Dosen pun memberhentikan menerangkan pelajaran.
"Ponsel siapa itu yang bunyi?" Tanya nya dengan penuh selidik.
"Saya, pak." Saut seorang perempuan yang duduk di depanku.
"Kamu tau kan ponsel berdering saat jam saya itu sangat menganggu?" Tanya dosen itu lagi.
"Saya tau pak, saya lupa mematikan ponsel saya." Ucapnya takut, nampak sesekali tangannya gemetar waktu menjawab. Perempuan itu menyembunyikan tangannya di laci meja. Sambil berusaha untuk menonaktifkan ponselnya.
__ADS_1
"Kamu saya kasih minus, karena sudah menganggu konsentrasi saya. " Ucap dosen itu sambil memegang pulpennya.
Perempuan itu nampak diam saja sambil mencoba menarik napas pelan, mungkin perasaannya sekarang sedang campur aduk antara marah, kesal, sedih . Aku pernah merasakan hal itu ketika duduk dibangku SMA dulu.
Ya ini sih salah perempuan itu juga udah jelas jelas peraturan dosen ini ketat masih juga dilanggar. Emang ni kampus punya kakek lu apa, lu bisa melanggar semua peraturan yang dibuat dosen atau pihak kampus mu.
setelah 2 jam pelajaran akhir jam dosen ini habis, walaupun agak telat 15 menit sih, ya lumayan suntuk juga kan.
Aku ada tips ni untuk menghadapi dosen killer.
dosen killer biasanya pelit sama nilai dan memiliki cara mengajar dengan sesuka hati. Soal waktu, dosen killer juga tidak memiliki toleransi terhadap keterlambatan yang biasanya dilakukan oleh dosen-dosen lain.
"Kalau mengajar sesuka hati. Menerangkan apa yang dia mau dan jawaban yang dimau, harus jawaban sesuai dengan dia. Kalau terlambat disiplinnya sangat tidak ada toleransi, nilai tidak akan berubah."
Untuk mengatasi dosen killer seperti itu, Aku biasanya sering melakukan diskusi sehingga dengan begitu kita akan mengetahui cara pandang dari dosen tersebut.
Selain itu, mahasiswa juga harus menunjukkan kemampuan dan pemahaman pembelajaran dan yang paling penting, adalah ikuti semua konsep yang diinginkan oleh dosen tersebut.
âYang paling penting ikutin konsep yang dia miliki. Dekat dan rajin diskusi dan kenal dan juga kamu harus memahami pemahaman yang sesuai mata pelajarannya Membangun perkenalan secara personal walaupun pasti objektif secara penilaian."
Dosen yang killer adalah dosen yang tepat waktu dan selalu memberikan tugas tidak biasa atau berbeda dengan dosen lain. âBiasanya kalau ngasih tugas lebih ke analisis. Juga pasti kita dikasih bacaan wajib. Berbeda dengan dosen lain. Harus menjawab pertanyaan. Biasanya datang dan pulang tepat waktu.
Selain itu, dosen killer lebih kaku dalam penilaian dan cara mengajar. Keharusan untuk aktif dan juga harus menjaga perilaku. Dan biasanya, dosen killer mensyaratkan minimum kehadiran 80 persen. Kalau (kehadiran) kurang maka final test akan dikeluarkan, akan mendapatkan nilai E.
Mereka tidak ada remedial dan penambahan. Itu adalah nilai pasti dan tak akan diubah. Nggak bisa lobi.
Pada saat awal kuliah dosen biasanya memberikan tata tertib atau peraturan juga apa saja yang akan dipelajari selama satu semester. Hal tersebut yang menjadi pegangan mahasiswa agar mendapatkan nilai bagus walaupun dosennya killer.
Apa maunya dan apa yang disuka atau tidak disukai. Dosen killer memberikan penilaian lebih kepada sesuai dengan permintaannya, sesuai dengan pasal. Lebih tradisional. Datang ontime itu sangat diperlukan. Banyak-banyak belajar kalau mau besok. Kuliah perdana kan udah dikasih tau SAP (Satuan Ajar Pendidikan) sehingga harus dipersiapkan.
Dosen killer itu lebih berkonotasi dengan dosen yang serius ditambah kalau ujian soalnya menantang. Tetapi ada juga yang ngajarnya santai, ujiannya susah, tapi hasilnya tidak sesuai harapan. Namun diajar oleh dosen killer juga memberikan efek positif untuk mahasiswa, karena mahasiswa dituntut untuk lebih rajin menyiapkan diri sebelum kelas dimulai.
Misteri memang. Atau ada juga dosen yang di kelas suka uji bertanya di kelas. Kalau nggak bisa jawab, habis lah itu mahasiswa. Menurutku, biar "selamat" ketika dapat dosen killer, ya mau nggak harus banyak belajar sebelum kelas. Ada positifnya sih kalau sama dosen killer. Kita jadi dipacu buat belajar. Nggak hanya ngejar nilai. Tapi kalau dapat dosen yang terkenal enak, ujian gampang, tapi pelit nilai, ya berdoa saja.
_
_
_
_
_
_
_
_
Bersambung...
Typo bertebaran sorry ya guysđ
Maaf kalau ada ejaan atau penulisan yang salah maklumlah saya masih amatiran.
__ADS_1
Thanks for read.