My Bastard Husband

My Bastard Husband
episode 58


__ADS_3

Happy reading my beloved readers 🥰


Beberapa menit kemudian.


Samuel, sudah sampai di rumahnya. Dia membersihkan dirinya dengan segera, setelah itu dia memakai parfum kesukaannya.


Setelah sarapan, Samuel bergegas kembali kerumah sakit.


Sepanjang perjalan, bahkan setelah sampai di rumah sakit. Samuel tidak berhenti tersenyum, dia merasa sangat senang istrinya telah sadar kembali. Walaupun Hani sangat ketus pada nya, Samuel anggap itu adalah hal biasa. Karena dulu, dia lebih jahat, dari pada itu.


"Assalamualaikum." Ucap Samuel, menyelonong masuk ke dalam ruangan inap Hani.


"Waalaikummussalam." Jawab Mama Lina.


Tampak di sana Mama Lina, baru selesai menyuapi Hani makan bubur ayam, buatan Mama Lina sendiri.


"Hai." Sapa Samuel, seraya melambaikan tangan pada Hani, dengan senyuman yang tak surut dari bibirnya.


"Mah, kok orang gak jelas itu kesini lagi sih?" Tanya Hani kesal.


"Loh jangan bilang gitu sayang, gak baik dia itu suami kamu, loh." Jawab Mama Lina menasehati, gadis itu dengan lemah lembut.


"Hani harus bersikap bagaimana mah? Hani gak kenal sama dia mah?" Saut Hani bingung.


"Sayang, cobalah untuk mengenalnya terlebih dahulu. Jika tak kenal, maka tak sayang." Jawab Mama Lina, seraya mengusap kepala Hani.


"Hmmm... baiklah mah." Saut Hani patuh.


Sementara itu, hati Samuel berbunga bunga, mendengar jawaban Hani.


"Ya sudah kalau begitu. Mamah pulang dulu ya, sayang. Soalnya mama ada urusan penting." Ucap Mama Lina, seraya memasukkan ponselnya ke dalam tasnya. Mama Lina juga mencium ke dua pipi Hani.


"Hati hati ya mah!" Ucap Hani, seraya melambaikan tangannya.


"Iya sayang." Jawab Mama Lina, lalu menutup pintu ruangan itu dengan perlahan.


Tinggallah Hani, dan Samuel yang berada di ruangan itu.


Kecanggungan meliputi mereka berdua.


"Ngapain kamu senyum senyum sendiri, kek orang gila?" Tanya Hani heran, dengan sikap Samuel.


"Iya aku memang udah gila. Karena menatap kecantikan mu." Jawab Samuel, ngegombal.


"Ih receh, aku gak mempan sama buaya kek kamu ya." Saut Hani jutek.


"Aku gak ngegombal kamu kok. Kamu beneran cantik, bahkan putri khayangan aja kalah sama kecantikan kamu." Jawab Samuel, dengan nada santai. Tapi menggoda.


"Ih, apaan sih kamu. Gak jelas banget." Saut Hani, dengan ketus.


Samuel, menatap Hani dengan seksama. Tidak ada yang berubah pada tubuh istrinya itu.


Malah yang dia lihat, Hani semakin cantik saja.


Memang kalau sudah jatuh cinta, kita melihat seseorang yang kita cintai itu sangat sempurna, di mata kita.


Hani, yang terus di tatap pun mulai risih.


"Ngapain nengok in aku terus?" Tanya Hani ketus.

__ADS_1


"Gak papa, aku suka aja sama kamu." Jawab Samuel, dengan jujur.


"What ever." Saut Hani jutek.


"Oke honey, love you too." Jawab Samuel, sambil tersenyum riang.


"Gak jelas." Saut Hani dengan kesal.


"Permisi pak, ini sudah waktunya ibu Hani, untuk minum obat." Ucap suster, masuk ke dalam ruangan Hani.


"Iya, silahkan suster." Jawab Samuel dengan ramah.


Setelah selesai minum obat, suster pun keluar dari ruangan Hani.


Hani, hanya duduk di ranjang pasien itu, sambil menonton drama kesukaannya. Tak lupa pula, gadis itu memakan buah yang di bawakan Mama Lina sebagai cemilan nya.


Karena hari ini weekend, Samuel tidak pergi bekerja ke kantor.


Samuel duduk di sofa, sesekali memperhatikan Hani, yang tertawa riang menonton drama korea itu.


"Cih... entah apa bagusnya drama itu, dasar laki laki aneh." Gerutu Samuel, melihat aktor korea yang di tonton Hani.


Hani, tidak memperdulikan ocehan Samuel. Dia tetap menonton drama itu sampai selesai.


Azan zuhur pun berkumandang, Hani mematikan tv itu.


"Bang.." Panggil Hani pada Samuel.


"Iya, ada apa?" Tanya Samuel, yang sedang menelpon, segera pria itu mematikan sambungan telponnya, lalu menghampiri Hani.


"Tolong antarin aku, ke kamar mandi!" Ucap Hani, dengan lemah lembut.


Hani hanya menyembunyikan kepalanya di dada Samuel, dia sebenarnya sangat malu, atas tindakan pria ini.


Akibat kecelakaan itu, kaki Hani masih bisa berjalan dengan pelan. Oleh karena itu Hani, harus masih di papah untuk berjalan.


Setelah sampai di kamar mandi, Samuel mendudukkan Hani pada closet duduk.


"Loh kok masih di sini? Keluar sana!! Oh iya makasih." Ucap Hani, dengan datar.


"Aku kan mau jagain kamu, takutnya kamu kenapa napa." Jawab Samuel cengengesan.


"Kamu keluar dulu, nanti kalau udah selesai aku panggil." Saut Hani


"Oke." Saut Samuel, setelah berwudhu.


Setelah itu, Samuel keluar dari kamar mandi, tidak lupa pula pria itu menutup pintu dengan pelan.


Beberapa menit kemudian.


"Bang... aku udah selesai ni." Teriak Hani, dari dalam kamar mandi.


Samuel, segera masuk ke dalam kamar mandi, lalu menggendong Hani ala bridal style.


Setelah itu samuel mendudukkan Hani di atas sejadah, pria itu juga memakaikan mukena pada Hani.


Jantung Hani, berdebar dengan kencang, saat jarak mereka sangat dekat.


Setelah siap, memasangkan mukena pada Hani.

__ADS_1


Mereka melaksanakan sholat zuhur berjamaah.


Setelah selesai sholat, Samuel memberikan tangannya pada Hani.


Hani pun secara reflek mengambil tangan Samuel untuk di salaminya.


Samuel mengendong Hani, meletakkannya di atas ranjang rumah sakit.


Setelah itu mereka makan siang bersama, Samuel menyuapi Hani dengan kasih sayang, dan lemah lembut.


"Aku bisa sendiri bang." Ucap Hani kesal, karena di perlakukan seperti anak kecil.


"Gak papa, aku aja yang suapin kamu." Jawab Samuel santai.


"Tap... belum sempat Hani menyelesaikan pembicaraannya, bibir gadis, itu sudah di bungkam oleh Samuel.


Muah..


"Kalau kamu nolak aku terus, aku akan terus cium kamu." Ucap Samuel menyeringai senang.


"Jangan." Jawab Hani shock.


"Ya udah, nurut aja apa kata aku sayang." Saut Samuel, seraya memasukkan nasi ke mulut Hani.


Hani hanya mengangguk saja, dan menerima suapan dari Samuel.


"Gitu dong, pintar." Jawab Samuel, seraya tersenyum manis pada Hani.


Hani sempat terpana melihat senyuman pria di sampingnya ini.


"Sadar, kamu gak tau siapa sebenarnya pria ini. Bagaimama sikapnya selama ini." Batin Hani, dalam pemikirannya sendiri.


Setelah makanan Hani habis, Samuel baru makan siang.


Hani pun tertidur setelah makan siang.


Samuel melihat hal itu, dia membantu meluruskan kepala Hani, dengan perlahan agar istrinya tidak pegal saat bangun tidur nanti.


Samuel yang sudah selesai makan siang pun membersihkan bekas makanannya. Setelah itu, dia naik ke atas ranjang Hani. Beberapa menit kemudian dia sudah memasuki alam mimpi.


***


_


_


_


_


_


Bersambung…


Maaf bila ada kesalahan ejaan ataupun penulisan kata.


Maklumlah saya masih amatiran.


Thanks to read all😘

__ADS_1


__ADS_2