
Happy reading my beloved readers🥰
Cukup! Ucap seseorang dengan nada keras, saya sudah selesai.
Suara keras itu mampu, membuat terkejut semua peserta rapat yang berada di sana.
Bang Samuel berdiri dari duduknya.
Nyali Hani seketika ciut melihat tampang Bang Samuel yang sangat tidak bersahabat itu.
Terlihat jelas dari sorot matanya yang tajam dan dingin, melebihi kulkas itu.
"Dasar tidak becus, bagaimana kau bisa menghilangkan file rapat sepenting ini? Kalian semua Yang berada di staff accounting, kalian turun satu pangkat lebih rendah." Saut Bang Samuel marah.
Semua karyawan staff accounting, terkejut mendengar penuturan bosnya. Setau mereka bosnya itu sangatlah pendiam, jarang marah. Ternyata karena masalah ini bosnya marah besar.
Mereka tidak tau apa yang terjadi pada bosnya, bosnya sangat tertekan melihat istri yang dia cintai koma, dan sekarang dia kesal melihat Hani, yang menghilangkan file rapat penting.
Lalu mereka menatap Hani dengan kesal.
"Maaf pak, saya yang bersalah disini, tolong hukum saja saya. Jangan libatkan teman teman saya, pak. Saya akan membuat file rapat nanti pak, setelah selesai rapat." Ucap Hani memelas kepada Bang Samuel.
"Kenapa kau memohon? Justru karena kebodohanmu itu teman temanmu kena getahnya. Dasar dungu, untuk apa kau membuat file rapat, jika kita semua sudah selesai rapat. Hah..?" Jawab Bang Samuel marah, dan dia berbicara dengan intonasi tinggi.
Setelah mengucapkan kata kata kasar itu, Bang Samuel pergi dari ruangan rapat itu. Di ikuti oleh sekretarisnya.
Lalu semua orang yang ada di ruangan rapat, pergi meninggalkan ruangan rapat.
Hani, masih terpaku berdiri sendiri di ruang rapat itu, gara gara kecerobohannya. Semua temannya menderita.
Bang Samuel masuk ke dalam ruangannya, Lalu duduk di kursi kekuasaannya, sambil memegang kepalanya yang rasanya mulai pusing.
Sekretarisnya datang, memberikan notes book untuk rapat milik Bang Samuel, yang tadi tertinggal di meja rapat. Dia meletakkan notes book itu di atas meja Bang Samuel.
Sekretarisnya, memandang Bang Samuel dengan iba, karena melihat Bang Samuel yang sepertinya sedang sakit kepala. Tampak Bang Samuel mengurut pelan pelipisnya.
"Ngapain kamu masih disini?" Tanya Bang Samuel heran.
"Ah.. iya maaf pak, apa ada yang bisa saya bantu pak?" Tanya sekretarisnya antusias.
"Tidak, silahkan kamu kembali bekerja!" Jawab Bang Samuel dingin.
"Baik pak." Ucap sekretaris wanita itu kecewa.
"Huf.. seharusnya bapak minta sesuatu ke aku gitu, aku mau kok pijat kepala bapak, biar pusingnya cepat hilang." Batin sekretaris tak tau malu itu.
Sesudah sampai di ruangannya.
__ADS_1
Hani merasa seperti orang bodoh sekarang, setelah beberapa menit dia meratapi kesalahannya.
Tidak mungkin kan dia merayu Bang Samuel, agar tidak memberikan hukuman kepada rekan kerjanya, melihatnya marah saja Hani sudah takut. Apalagi harus keruangan Bang Samuel seorang diri, dan memohom mohon seperti orang bodoh, yang ada, sikapnya itu akan membuat Bang Samuel semakin marah kepadanya.
Sekarang Hani merasa malu untuk menunjukkan wajahnya di depan teman teman satu ruangannya.
Akhirnya dengan langkah pelan, Hani memasuki ruangan itu, orang orang sedang sibuk mengerjakan pekerjaanny masing masing.
"Hm... maaf ya teman teman semua, gara gara saya kalian jadi menderita." Kata Hani meminta maaf kepada seluruh rekan kerja yang berada di ruangan itu.
"Kamu tu lain kali ngomong! Kalau gak bisa buat power point, biar yang lain yang mengerjakan. Jadi orang jangan sok hebat." Jawab Mawar dengan kesal.
"Maaf mbak, lain kali saya akan lebih teliti lagi." Ucap Hani pelan.
"Percuma kamu minta maaf, jabatan kita gak akan naik juga. Semua itu karena kebodohan kamu." Jawab Mawar semakin nyolot.
"Sudah sudah, nasi sudah menjadi bubur. Untuk apa di bicarakan lagi? Hani lain kali tolong periksa pekerjaan kamu dengan baik dan teliti lagi! Agar tidak merugikan semua orang. Sekarang silahkan duduk dengan tenang, dan kerjakan pekerjaan kalian masing masing!" Ucap Pak Ben bijaksana
"Iya pak." Saut Hani pada Pak Ben.
Hari ini pekerjaan Hani sangatlah banyak, ada banyak berkas keuangan yang harus di revisinya satu persatu.
Jam makan siang tiba, seperti biasa Hani tidak akan keluar dari ruangannya, karena dia membewa bekal makan siang, tentu saja dia akan makan di ruangannya.
"Hani aku juga bawa bekal, makan bareng yok!" Ajak Mira kepada Hani.
Mira pun mengambil kursinya, lalu duduk di sebelah Hani.
"Tumben bawa bekal mbak?" Tanya Hani.
"Iya nih, tadi mamaku yang suruh, kata mama sih biar hemat uang." Jawab Mira sambil cengengesan.
"Oh gitu. Tapi memang bagusnya gitu loh mbak, bawa bekal dari rumah" Saut Hani.
"Iya betul kamu Hani. Kamu masak sendiri? Han?" Tanya Mira pada nya
"Iya mbak, soalnya aku tinggal sendiri." Ucap Hani, lalu menyuapkan nasi kemulutnya.
"Kamu merantau ke Jakarta?" Tanya Mira pada Hani.
"Gak mbak, aku asli orang jakarta kok." Jawab Hani setelah selesai mengunyah makananannya.
"Oh gitu, terus ibu bapak mu dimana? Kok kamu tinggal sendirian?" Tanya Mira pensaran.
"Mereka telah berpulang lebih dulu." Jawab Hani dengan enteng.
"Eh.. maaf ya Hani, aku gak bermaksud membahas tentang orang tuamu." Saut Mira cepat.
__ADS_1
"Santai aja kali mbak, gak papa ko, aku udah terbiasa sendiri." Jawab Hani enteng.
Mereka memakan bekal makan siangnya, dengan canda tawa. Karena saat makan mereka menceritakan drama korea kesukaan mereka berdua.
Ternyata Mira adalah, salah satu penikmat drama korea, Dia senang berteman dengan Hani. Selain baik, dia juga orang yang tidak sombong.
Setelah selesai makan siang mereka kembali melanjutkan pekerjaan masing masing.
Hani merasa sangat bosan, saat mengerjakan pekerjaan yang masih menumpuk ini.
Lalu dia mengambil airpods dari dalam tasnya, dia juga mengambil ponselnya. Setelah itu dia mendengarkan Lagu di dalam ponselnya melalui airpodsnya.
Setidaknya, setelaah mendengar lagu kesukaannya, Hani menjadi semakin semangat mengerjakan pekerjaannya.
Beberapa jam berlalu.
Sekarang waktunya pulang, tepat pukul 16.00 sore.
Hani membereskan meja kerjanya, dia sudah menyimpan semua berkas yang di buatnya tadi menggunakan flash disknya, dia juga menyimpan dalam komputer itu.
Hani takut, ada seseorang yang iri atas pekerjaannya, lalu orang itu merusak pekerjaan Hani.
Dari pada Hani kerja dua kali, lebih baik dia menyimpan file yang dikerjakannya di flash disknya. Untuk jaga jaga, dari hal yang tidak di inginkan.
Mawar sudah keluar lebih dulu, lalu dia melihat mobil yang di pakai Hani saat pergi kekantor tadi pagi. Seketika muncul ide jahatnya, untuk mengempeskan ban mobil Hani.
"Inikan mobil si ****** kecil itu. Aku harus melakukan sesuatu, biar tau rasa dia." Batinnya lalu membungkuk mengempeskan Ban mobil Hani. dengan cara melepaskan penutup angin pada ban mobil Hani.
"Rasain kamu." Ucap Mawar, lalu dia melangakah pergi dengan tergesa gesa.
_
_
_
_
_
Bersambung...
Maaf bila ada kesalahan ejaan ataupun penulisan kata.
Maklumlah saya masih amatiran.
Thanks to read all🥰😘
__ADS_1