My Bastard Husband

My Bastard Husband
episode 41


__ADS_3

Happy reading my beloved readers 😍


Sementara itu Bang Samuel, menggendong Hani ala bridal style.


Dia akan membawa Hani pulang kerumahnya, itulah yang ada dipikirannya, saat ini.


Sesampainya di mobil, Bang Samuel meletakkan Hani di kursi depan, tepatnya di sebelahnya.


Sepanjang perjalanan Hani hanya diam saja, begitu juga Bang Samuel dia hanya diam membisu, sembari fokus mengemudi dan memperhatikan jalanan yang sudah gelap ini.


Beberapa kemudian mereka sudah sampai di rumah Bang Samuel.


Seperti biasa, Bang Samuel menggendong Hani, ala bridal style.


Bang Samuel meletakkan Hani di kasurnya.


Ternyata sedari tadi, Hani sudah terlelap tidur.


Bang Samuel memperhatikan, Hani tidak nyaman dalam tidurnya, karena menggunakan jasnya yang kebesaran.


Melihat hal itu, Bang Samuel menjadi risih sendiri. Lalu dia berjalan ke lemarinya, dia mengambil kemeja putih miliknya.


Dia melepaskan jas yang berada tubuh Hani dengan perlahan, lalu memasangkan kemeja putih itu ke tubuh Hani.


Sebagai laki laki normal, Bang Samuel gugup dan tegang saat, menggantikan baju Hani. Apalagi sudah berbulan bulan dia belum mendapatkan kebutuhan biologisnya dari Kak Alisia.


Tapi Bang Samuel berusaha tetap tenang, dan menahan segala rasa yang berkecamuk dalam hati dan pikirannya.


Setelah selesai memasangkan kemeja itu ke tubuh Hani. Bang Samuel pergi ke kamar mandi, dia akan menyegarkan dirinya dulu.


"Hm.... " Hani mengigau dalam tidurnya.


Hani merasa sangat gerah sekali, dia melepaskan semua bajunya dalam keadaan tidak sadar, alias ngigo.


Bang Samuel sudah selesai berpakaian.


Dia berencana akan tidur di kamar lain, malam ini.


"What...." Bang Samuel terkejut melihat Hani yang hanya memakai bikini.


Segera dia menyelimuti tubuh sintal itu dengan selimutnya.


Saat melihat wajah Hani, dia melihat bekas memar di wajah dan bibir kanan Hani.


Melihat hal itu, amarah Bang Samuel keluar. dia mengambil kotak p3k, dia akan mengobati luka Hani setelah itu dia akan pergi tidur.


"Ay---ah ay---ah, ib---u ibu." Igau Hani dalam tidurnya yang gelisah.


Bang Samuel penasaran, lalu dia menempelkan punggung tangannya di kening Hani.


"Auh... panas." Ucap Bang Samuel terkejut.


Dia mengambil termometer lalu menempelkannya pada mulut Hani.


Dia shock melihat angka pada termometer itu, sekitar 38° celcius, suhu Hani saat ini.


Bang Samuel segera menghubungi dokter pribadi keluarganya.


"Halo dok, maaf mengganggu anda. Bisakah anda kerumah saya sekarang. Saya akan sherlock alamatnya." Ucap Bang Samuel di seberang sana.


Beberapa menit kemudian dokter datang.


Dia memeriksa keadaan Hani.

__ADS_1


"Wanita ini mengalami shock, dehidrasi serta demam tinggi. Saya akan memberi cairan infus kepadanya." Ucap dokter itu, sambil memasang infus di tangan kiri Hani, lalu memberikan suntikan pereda demam.


Bang Samuel Hanya memperhatikan dokter memasang infus pada tangan Hani.


Sebelum dokter datang, Bang Samuel sudah memasangkan dress Kak Alisia di badan Hani.


"Saya sudah selesai, mengobati pasien. Ini obat yang harus dikonsumsinya, diminum setelah makan." Ucap dokter itu.


Bang Samuel sudah menyiapkan uang tunai, dan memberikannya kepada dokter itu.


"Terima kasih dok, maaf menganggu waktu anda." Ucap Bang Samuel, sambil menyerahkan duit itu.


"Tidak masalah anak muda. Saya permisi dulu ya." Jawab dokter paru baya itu santai.


"Ya, silahkan dokter." Jawab Bang Samuel sambil mengantar dokter itu ke luar rumahnya.


Bang Samuel kembali ke kamarnya untuk melihat bagaimana keadaan Hani.


Hani sudah tertidur lelap kembali dengan tenang.


Karena terlalu mengantuk Bang Samuel, tertidur di sebelah Hani di kasur yang sama.


Di pagi hari, Hani terbangun dari tidur lelapnya. Kepala berdenyut dan terasa sangat sakit sekali.


Seketika itu, dia teringat saat Raymond hampir melecehkannya. Setelah itu dia di tolong seseorang, dan dia tidak mengingat apapun.


Dia mengerjapkan matanya perlahan, mencoba menelisik, ruangan siapa ini.


Hani gemetaran, saat melihat laki laki tidur di sebelahnya, dia hanya bisa melihat pundak lebar laki laki, yang berbalut kaos putih polos.


Hani mencoba duduk perlahan. Dia terkejut melihat tangan kirinya yang di pasang infus.


Ternyata pergerakan Hani yang sangat pelan itu, membuat Bang Samuel terbangun dari tidurnya.


"Stop.. jangan di lepas dulu! Biarkan cairannya habis!" Ucap Bang Samuel pada Hani.


Hani tidak menjawab pertanyaan Bang Samuel.


"Terima kasih sudah menyelamatkan saya bang." Ucap Hani pelan.


"Hm.. sama sama." Jawabnya sambil keluar dari kamar itu.


Bang Samuel, membuka aplikasi antar makanan, lalu dia memesan bubur ayam untuk Hani.


3 menit kemudia pesanannya sudah datang.


Dia membuka bubur itu, lalu memindahkannya di dalam piring. Setelah itu dia berjalan ke kamarnya, untuk memberikan sarapan pada Hani.


Hani binggung melihat badannya yang memakai dress mini.


Krek.. Bang Samuel masuk, membawa 1 piring bubur ayam beserta segelas air putih.


"Siapa yang mengganti pakaian ku bang?" Tanya Hani penasaran.


"Raymond.. " Jawabnya asal


"Ya sayalah, siapa lagi." Sautnya cepat.


Hani terdiam, karena dia sangat malu. Dia mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Hm... tas kerja saya dimana bang?" Tanya Hani binggung, karena dia ingin mengecek ponselnya.


"Mungkin dikantor." Jawab Bang Samuel asal.

__ADS_1


Hani bangun dari duduknya.


"Mau kemana kamu?" Tanya Bang Samuel pada Hani.


"Saya mau ke kantor, ambil tas kerja saya." jawab Hani, pada Bang Samuel.


"Kamu itu masih sakit, sekarang makan dulu, setelah itu minum obat. Biar saya yang ambil tas kerja kamu." Ucap Bang Samuel, perhatian.


"Tap---


"Sudah jangan membantah saya." Sela Bang Samuel, dengan cepat. Setelah itu dia keluar dari kamarnya.


Hani merasa sangat aneh pada Bang Samuel, apa yang terjadi pada Bang Samuel. Kenapa dia sangat perhatian padanya? Pikir Hani bertanya tanya dalam hatinya.


Setelah selesai mandi Bang Samuel berangkat ke kantor menggunakan mobilnya.


"Selamat pagi pak." Sapa karyawan wanita sambil tersenyum genit padanya.


Bang Samuel hanya diam saja, sambil berjalan melewati karyawannya.


Hari menunjukkan pukul 08.30 WIB


Hani merasa sangat bosan sendirian di kamar yang sangat luas ini.


Setelah dia selesai makan dan minum obat. Hani melepaskan infusnya, lalu dia pergi mandi. Karena rasa badannya sangat gerah.


Dia memakai baju semalam, karena takut Bang Samuel akan marah, jika Hani memeriksa lemarinya.


Demam Hani sudah turun, tapi kepalanya masih sedikit pusing.


Hani memutuskan untuk mencuci baju kotor yang menumpuk pada keranjang kotor.


Dia juga mencuci piring kotor, bekas makannya.


Setelah selesai mencuci baju itu, Hani menjemur baju baju itu.


Krek....


Pintu ruangan staff accounting di buka oleh Bang Samuel.


Semua orang yang berada di sana terkejut melihat bossnya datang keruangannya.


"Ada yang bisa saya bantu boss?" Tanya Mawar senang, melihat kedatangan boss nya.


"Tidak." Jawab Bang Samuel datar.


_


_


_


_


_


Bersambung…


Maaf bila ada kesalahan ejaan ataupun penulisan kata.


Maklumlah saya masih amatiran.


Thanks to read all🥰

__ADS_1


__ADS_2