
Happy reading my beloved readers🥰
Setelah sampai hotel, Hani membersihkan diri. Lalu dia bergegas tidur.
Keesokan Hari nya, Bang Samuel pergi seorang diri ke cabang perusahaan yang ada di Inggris.
Bang Samuel tidak mengajak Hani, untuk pergi bersamanya. Jadi Hani tinggal seorang diri di kamar hotel ini.
Tidak masalah bagi Hani malahan dia, bisa senang senang menonton drakor favorite nya, sekalian nyemil snack.
Hani, gadis itu menonton drakor sekalian menunggu Bang Samuel pulang. Entah apa yang sedang dia pikirkan hingga dia mau menunggu orang yang berstatus suaminya itu. Jam dinding mulai menunjukkan pukul satu dini hari, terdengar suara ketukan pintu dari luar.
Hani mematikan laptopnya dan menuju ke pintu untuk membukakan pintu.
Bang Samuel berjalan dengan lemas. Langkahnya terlihat sempoyongan membuat Hani mengerutkan keningnya. Bang Samuel sempat hampir jatuh, jika Hani tidak menahan tubuh pria itu.
Hani mencium bau alkohol yang sangat menyengat yang bercampur dengan aroma parfum wanita, dari badan Bang Samuel.
Hani mengkunci pintu, lalu dia membaringkan Bang Samuel dengan lembut ke tempat tidur. Gadis itu juga membantu melepaskan sepatu dan jaket yang digunakan Bang Samuel.
Bang Samuel terus mengigau dan memanggil nama Kak Alisia, Hani tidak mengambil pusing apa yang sedang suaminya ucapkan. Namun, saat Hani ingin meninggalkan Bang Samuel, pria itu malah menahan tangan Hani dan menariknya dalam dekapannya.
“Alisia aku rindu kamu.” Ucap Bang Samuel yang membuat Hani bergidik ngeri karena tingkah berlebihan suaminya itu. Gadis itu melepaskan dirinya dan bersiap membenarkan selimut untuk Bang Samuel, lalu Hani beranjak, namun Bang Samuel bangkit dan memeluknya dari belakang membuat gadis itu terdiam.
Sedetik kemudian dia mencoba melepaskan dirinya dari Bang Samuel, namun pria itu cukup kuat menahan dirinya.
Bang Samuel menarik tubuh Hani dan menjatuhkannya ke tempat tidur. Hani merasa sakit karena Bang Samuel terus memanggilnya Alisia dan pria itu menganggap Hani, adalah Alisia. Istri kesayangannya itu.
Pria itu mendekatkan wajahnya pada Hani, namun gadis itu mencoba menghindar. Sekuat apapun Hani menghindar, Bang Samuel semakin keras juga menahannya.
__ADS_1
“Aku kangen banget sama kamu Alisia, aku cinta sama kamu sayang.” Ucap Bang Samuel mencium Hani dengan penuh paksaan dan tuntutan untuk dibalas. Hani hanya bisa menangis saat Bang Samuel melakukannya.
Semakin dia menolak, semakin Bang Samuel kasar padanya. Hani hanya menahan dirinya sendiri untuk tidak menerima kekasaran lagi dari suaminya, yang sedang berada di alam bawah sadarnya.
Hani sungguh tidak tahu harus melakukan apa? Bang Samuel melakukan apa yang menjadi haknya, namun Hani merasa sangat sakit karena pria itu melakukan apa yang harusnya suami-istri lakukan dengan menyebut nama wanita lain. Wanita yang hingga saat ini memiliki tahta tertinggi di hati Bang Samuel. Malam berlalu dengan tangisan Hani dan ******* Bang Samuel yang menjadi pelengkap malam sunyi ini.
***
Hani membuka matanya dan melihat sebuah tangan yang memeluknya. Selimut yang dia gunakan bersama dengan pria yang saat ini ada di sampingnya. Hani menangis dalam diamnya mengingat apa yang dia terima semalam dari Bang Samuel. Dia menghapus air matanya dan menjauhkan tangan itu cukup kasar.
Hani sama sekali tidak menghiraukan Bang Samuel yang tertidur di sampingnya. Gadis itu menahan rasa sakit di pangkal pahanya setelah melakukan apa yang belum pernah dia lakukan sebelumnya. Gadis itu segera memakai pakaian yang semalam di buka paksa oleh Bang Samuel, walaupun sebenarnya pakaian itu sudah tidak pantas untuk di pakai, tapi Hani tetap memakainya. Gadis itu berjalan tertatih tatih meninggalkan Bang Samuel.
Hani melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Rasa sakit menjalar ke seluruh tubuhnya, bukan hanya hatinya yang saat ini tersakiti, namun seluruh tubuhnya. Hani berdiri di bawah guyuran shower yang membasahi dirinya.
“Kenapa aku mau menunggu kamu yang hanya melihat ke arah Kak Alisia? Kenapa aku harus selalu membohongi diri aku sendiri, Bang? Kenapa, Bang? Kenapa Kak Alisia yang beruntung mendapatkan cinta dan perhatian kamu bang? Kenapa kamu ngasih harapan palsu ke aku? Kenapa? Kenapa hati aku enggak bisa membenci kamu? Kenapa aku jadi seperti orang bodoh yang enggak tahu arah, bang?” Tangis Hani di bawah guyuran shower itu.
Hani menyelesaikan acara menangis dan mengutuk dirinya sendiri. Gadis itu segera menyelesaikan mandinya dan keluar dari dalam kamar mandi, setelah selesai berpakaian rapi, Hani mengambil tasnya, lalu dia keluar dari kamar itu, meninggalkan Bang Samuel yang masih terlelap, seorang diri.
Beberapa menit kemudian Bang Samuel bangun dari tidur lelapnya.
"Akh.." Dia mengerang, sambil memegang kening kepalanya, karena rasa pusing akibat mabuk semalam.
Bang Samuel mendudukkan dirinya di kasur, dia melihat baju yang semalam di pakainya berserakan di lantai kamar.
Bang Samuel terkejut, saat mengetahui bahwa dirinya naked. Bang Samuel mencoba mengingat dengan keras, siapa wanita yang bersamanya tadi malam.
Dia memakai celana boxernya, lalu segera mengecek kamar hotel siapa yang di masukinya. Ternyata ini memanglah kamar hotelnya dengan Hani.
Bang Samuel memanggil Hani, lalu dia membuka pintu kamar mandi. Ternyata Hani tidak ada di mana mana.
__ADS_1
Bang Samuel membuang selimut yang ada di atas kasur hotel itu.
Bang Samuel menemukan bercak darah yang sudah mengering, di atas sprai putih itu.
Bang Samuel menjambak rambutnya kasar, dia merasa sangat bersalah kepada Kak Alisia, karena sudah menyentuh wanita lain, meskipun dia dan Hani sudah berstatus suami istri.
Yang pasti Bang Samuel, tidak dapat mengingat apa yang terjadi tadi malam dengan dirinya dan Hani.
Tanpa rasa bersalah pada Hani, Bang Samuel pergi ke kamar mandi untuk membersikan dirinya. Bahkan Bang Samuel tidak meminta maaf kepada Hani, atas perilakunya tadi malam, walau hanya lewat chat, dia tidak melakukan hal itu.
Setelah membersihkan dirinya, Bang Samuel breakfast di restoran hotel.
Kembali lagi ke Hani, sekarang dia sedang menenangkan dirinya di taman kota, Hani tidak memperdulikan panas yang sangat menyengat ini, dia tetap setia duduk di taman kota, seraya memperhatikan pasangan yang berlalu lalang berjalan bergandengan tangan.
_
_
_
_
_
Bersambung…
Maaf lama up nya
Maaf bila ada kesalahan ejaan ataupun penulisan kata.
__ADS_1
Maklumlah saya masih amatiran.
Thanks to read all🥰