My Bastard Husband

My Bastard Husband
episode 51


__ADS_3

Happy reading my beloved readers😘


Drt...


Hani mendapat pesan WA, dia segera membaca pesan itu.


"Siang ini kita balik ke Jakarta, siap siap sekarang!" Pesan Bang Samuel yang tertera pada ponsel Hani.


Hani hanya membaca pesan itu dengan miris. Bukannya minta maaf atas kejadian yang sangat naas tadi malam.


Tapi Bang Samuel malah menyuruhnya siap siap pulang ke Jakarta.


Hani segera menginggalkan taman kota, dia segera menyetop taxi. Hani akan kembali ke hotel bersiap siap untuk pulang ke Jakarta.


Setelah sampai hotel Hani menyusun barang barangnya ke koper, setelah selesai mereka berangkat ke bandara.


Sepanjang perjalanan tidak ada satu patah kata pun, yang keluar dari mulut Bang Samuel.


Hani sebenarnya sangat sedih, dengan sikap suaminya ini. Tapi mau bagaimana pun itu adalah hak suami.


Setelah berjam jam lamanya, mereka sampai di Bandara Soekarno Hatta.


Mereka memesan go car, untuk mengantarnya pulang ke rumah masing masing.


Setelah sampai di apartemennya, Hani membersihkan diri badannya, serta make upnya.


Hani menggunakan micelar water untuk membersihkan make upnya, terlihat banyak sekali kiss mark di lehernya yang di tutupi menggunakan foundation waterprof nya.


Selain di leher, masih banyak lagi kiss mark yang di tinggalkan Bang Samuel pada tubuh gadis itu.


Setelah selesai membersihkan diri, Hani menuju kasurnya, dan berharap semoga hal yang mengganggu pikirannya segera enyah dari dalam pikirannya.


Pagi Hari nya Hani, berangkat ke kantor dengan perasaan tidak semangat.


Karena Hani terlalu lelah semalam, dia terlambat bangun dan terburu buru pergi ke kantor.


Setelah sampai di kantor Hani segera masuk ke dalam ruangannya.


Dia segera duduk, seraya mengerjakan pekerjaannya.


kring.... kring... suara telepon kantor berdering, Hani segera mengangkat telepon itu.


"Buatkan saya kopi!" Perintah Bang Samuel dari sambungan telepon itu.


"Baik pak." Ucap Hani, seraya berjalan ke ruangan dapur kantor. Untuk membuatkan kopi suaminya.


Sesampainya di dapur kantor, Hani segera membuat kopi menggunkan mesin kopi.


"Wah, pelakor udah pulang tu sama bossnya, seru ya jadi pelakor, dasar ****** lo. Udah berapa lama lo jadi jalangnya si boss?" Ucap mawar sinis seraya mendorong bahu Hani.


"Apaan si loh gak jelas banget. Kalau iri bilang aja." Jawab Hani tak kalah berani, seraya meledek Mawar.

__ADS_1


Mawar sangat geram dengan Hani dia segera menampar pipi Hani dengan keras.


Plak...


Hani tidak mau kalau, dia segera menampar Mawar dengan keras pula.


Mawar yang tidak mau kalah, segera memanggil teman temannya dia mengeroyok Hani dengan cara memegangi kedua tangan Hani.


Bang Samuel, sangat kesal karena Hani sangat lama membuatkan kopi untuknya. Karena tidak sabar, Bang Samuel turun kebawah menghampiri Hani di dapur kantor.


Bang Samuel melihat, seorang perempuan jatuh terduduk, dan dua perempuan lainnya sedang mengeroyok perempuan yang terjatuh itu.


Bang Samuel merasa sangat penasaran siapa perempuan yang di keroyok itu. Dia segera berjalan dengan cepat untuk melerai perkelahian itu.


Ternyata perempuan yang sedang di keroyok, adalah Hani, rambut Hani sudah acak acakkan karena di jambak oleh perempuan lain.


"Apa yang kalian lakukan?" Tanya Bang Samuel dengan intonasi keras.


Ketiga perempuan yang mengeroyok Hani segera melarikan diri, dari amukan bossnya.


Sementara Hani, penampilannya sangat kacau.


Bang Samuel segera membantu Hani berdiri, dia juga memapah Hani, sampai ke ruangannya.


Setelah sampai di ruangannya, Bang Samuel segera mendudukkan Hani di sofanya, dia juga mengambil kotak P3K, dia akan mengobati luka luka Hani.


Saat Bang Samuel, akan mengompres luka Hani dengan kapas yang sudah di basahinya dengan alkohol, Hani malah menghindar.


"Kenapa? Saya kan cuma mau obati luka kamu." Ucap Bang Samuel dengan pelan.


Bang Samuel hanya diam saja, dia tidak menjawab Hani.


"Memang betulkan kalau aku itu cuma pelakor, dan cuma pelarian saja, jadi gak usah sok peduli sama aku!" Ucap Hani lagi, seraya pergi dari ruangan itu, dia membanting pintu ruangan itu dengan sangat keras.


Hatinya sangat sakit, karena Bang Samuel tidak mengumumkan status mereka di kantor. Kalau mereka sebenarnya adalah suami istri.


Hani berlari ke ruangannya, dia segera mengunci pintu ruangannya, menutup semua gorden ruangan itu. Setelah itu Hani menangis untuk menumpahkan semua sakit hatinya.


Setelah selesai menumpahkan rasa sedih dan kesalnya, Hani merapikan tampilan make upnya, dia memakai masker untuk menutupi lebam pada pipi dan juga bibirnya, setelah itu Hani pulang ke apartemennya, menggunakan ojek online.


Hani tidak memperdulikan pekerjaannya hari ini, dia akan libur untuk beberapa hari, karena Hani rasa dia butuh waktu untuk istirahat, dan menenangkan dirinya.


Seminggu sudah hani cuti sakit.


Dia hanya mengirimkan surat cuti itu untuk Bang Samuel, lewat emailnya.


Sekarang Hani sedang tertawa riang, karena menonton acara komedi, yang merupakan salah satu acara favorite nya.


Dia tidak memperdulikan panggilan dan pesan yang masuk ke dalam ponselnya, karena Hani sudah menonaktifkan ponselnya.


Hani memutar film di televisinya, yang berada di ruang tamu itu. Karena cemilannya sudah habis Hani memutuskan untuk mengambilnya di kulkas.

__ADS_1


Bruk...


Hani menabrak sesuatu yang keras, dan aroma harum maskulin ini, sepertinya sangat tidak asing bagi indra penciuman Hani.


Hani mendongakkan kepalanya keatas. Dan benar saja ternyata yang di tabraknya adalah Bang Samuel suaminya sendiri.


Hani sangat terkejut sekaligus malu, karena saat ini Hani hanya menggunakan hot pant, dan tanktop tali spageti, dia tidak menyangka Bang Samuel masuk ke dalam apartemennya di malam hari begini.


Bang Samuel terus memperhatikan Hani dari atas sampai bawah, dengan tatapan yang sangat sulit di artikan.


"Mau apa bapak kesini?" Tanya Hani dengan se formal mungkin.


Bang Samuel tidak menjawab pertanyaan Hani, dia sedikit demi sedikit berjalan ke arah Hani.


Hani pun sedikit demi sedikit melangkahkan kakinya ke belakang.


"Mau ngapain bapak kesini?" Tanya Hani seraya berteriak.


"Saya denger kok gak tuli" Jawab Bang Samuel datar.


"Kalau bapak gak tuli, ya jawab dong pertanyaan saya!" Saut Hani, semakin melangkah menjauh dari Bang Samuel.


"Kenapa kamu berjalan menjauhi saya?" Tanya Bang Samuel, seraya menampilkan senyum smirknya.


"Ya saya gak nyaman aja, jangan dekat dekat pak!" Ucap Hani.


"Ngapain canggung, kita kan udah ngelakuin hal lebih, dari ini." Jawab Bang Samuel dengan entengnya.


"Tidak usah membahas itu, kejadian itu hanya sebuah kesalahan." Jawab Hani, tanpa beban.


"Oh oke, kalau gitu. Jangan pernah kamu nuntut saya untuk kejadian itu." Saut Bang Samuel dengan sinis.


"Gak akan." Jawab Hani dengan berani.


Setelah perdebatan yang menguras emosi itu selesai. Bang Samuel pergi dari apartemen Hani.


Hani terduduk di sofa itu dengan lemas, dia merasa sangat bodoh atas jawabannya tadi kepada Bang Samuel. Yah sudahlah, ini semua sudah terjadi, lalu kita hanya bisa menjalaninya, dengan ikhlas. Walaupun sebenarnya hati terasa tidak sesuai dengan perkataan.


_


_


_


_


_


Maaf lama up nya.


Maaf bila ada kesalahan ejaan ataupun penulisan kata.

__ADS_1


Maklumlah saya masih amatiran.


Thanks to read all😘


__ADS_2