
Happy reading my beloved readers🥰
Setelah kejadian panas sebulan yang lalu, mereka berdua saling bungkam. Entah itu karna canggung atau hal lainnya.
Hani selalu mendiamkan suaminya, bahkan gadis itu sampai tidur di kamar tamu, entah apa yang ada di pikiran gadis itu. Sepertinya dia ingin memberikan pelajaran kepada Samuel yang sudah mempermainkan pernikahan mereka.
Pagi ini dia melihat suaminya berangkat ke kantor menggunakan mobil. Gadis itu tidak memperdulikan Samuel, seolah pria itu adalah makhluk tak kasat mata.
Beberapa minggu yang lalu
"Hani bisakah kamu membantu ku memilihkan baju kerja ku hari ini?" Tanya Samuel santai.
"Kenapa harus aku? Aku tidak bisa memilihkan sesuai selera mu. Lebih baik kamu pilih saja sendiri." Jawab Hani datar.
"Kenapa begitu?" Tanya Samuel.
"Aku bukan stylis mu, tuan Samuel." Jawab gadis itu berlalu masuk ke dalam kamar nya.
"Huh..." Samuel hanya bisa menghela napas melihat tingkah istri nya itu. Semakin hari gadis itu semakin cuek tidak lagi memperhatikannya.
Memang semua ini adalah kesalahannya di masa lalu. Jadi wajar Hani marah padanya.
Samuel tidak mempermasalahkan hal itu, karena dia akan belajar bagaimana cara bersabar kepada orang yang dia cintai.
Ya, sejak kecalakaan Hani 1 tahun yang lalu. Pria itu baru menyesal dan mengetahui bagaimana rasa nya jatuh cinta. Dia mengakui kalau sekarang dia sudah mencintai istrinya itu.
Dengan lesu, Samuel berangkat ke kantor.
Dia sebenarnya ingin merasakan indahnya pagi penuh cinta dengan istrinya, seperti hari hari nya bersama Alisia dulu, tapi pria itu ingin merasakan bersama istri nya yang sekarang yaitu Hani, hanya Hani seorang.
***
Seminggu kemudian
Hari ini badan Samuel lemas sekali sekali, kepalanya berdenyut nyeri. Pria itu sudah bolak balik ke toilet pribadinya yang berada di dalam ruang kerjanya untuk memuntahkan isi perutnya.
"Bos apakah anda baik baik saja?" Tanya sekretarisnya yang melihat Samuel dengan tampang pucat.
"Yah, aku sedang tidak enak badan saja. Hmm Ken, bisakah aku minta tolong?" Ucap Samuel lemas.
"Ya boss dengan senang hati, apa yang bisa saya bantu?" Tanya Ken.
"Belikan saya soto medan dan es krim rasa vanila sekarang!" Ucap pria itu, seraya memberikan dua lembar duit bewarna merah, kepada sekretarisnya itu.
"Baik boss." Jawab pria itu, lalu segera pergi mencari apa yang di inginkan pria itu.
20 menit kemudian
Ken datang membawa pesanan Samuel
Pria itu menyajikan makanan yang di bawanya kepada boss nya.
"Ini kembaliannya boss." Ucap Ken.
"Ambil saja untuk mu." Jawab Samuel.
__ADS_1
Cacing di perut Samuel, saling bersautan saat kuah soto yang harum semerbak merasuki indra penciuman pria itu.
Apalagi perut pria itu sudah terkuras habis, karena dia terus memuntahkan isi perutnya, tadi pagi.
"Wah lezat sekali sepertinya, terima kasih Ken." Ucap pria itu.
"Ya dengan senang hati bos, kalau begitu saya permisi dulu." Ucap Ken, lalu pergi dari ruangan boss nya.
Tanpa babibu lagi, pria itu segera menyantap makanan itu dengan lahap dan semangat, bahkan pria itu sesekali memasukan es krim vanila ke dalam mulutnya, sungguh sangat aneh bukan.
Setelah selesai makan, Samuel membersihkan tempat makannya.
Rasanya energi nya yang terkuras habis karena muntah tadi, sudah terisi penuh terbukti dengan pria itu yang kembali bekerja dengan semangat.
Tok tok... seseorang mengetuk pintu ruangannya.
Krek... lalu masuk ke ruangannya.
Samuel seketika memberhentikan pekerjaannya, dia melirik siapa yang masuk ke ruangannya tanpa izinnya.
Di sana sudah berdiri seorang wanita dengan hijab peach yang sampai menutupi dadanya.
Pria itu terpana melihat pemandangan indah di depannya.
"Boleh Hani masuk?" Tanya gadis itu gerogi.
"Ya silahkan." Jawab pria itu, seraya menghilangkan gugup sekaligus kagum pada pemandangan yang ada di depan pintu ruangannya.
"Hmmm ini Hani, membawakan abang makan siang." Ucap gadis itu, seraya meletakkan di atas meja.
"Ya terima kasih." Jawab Samuel datar.
"Ya silahkan." Balas Samuel, yang terkesan cuek.
"Jadi masalah gugatan ce...
Belum selesai Hani berbicara Samuel sudah menyela pembicaraannya.
"Oh jadi kamu kesini cuma mau kasih tau kalau kamu mau cerai dari aku?" Tanya Samuel dengan nada kesal.
"Bu...
"Bahkan kamu gak kasih aku kesempatan sedikit pun untuk aku? Aku tau kesalahan ku di masa lalu sangatlah fatal, aku tau aku brengsek, aku tau kamu marah, benci sama suami brengsek mu ini. Tapi kamu gak kasih aku kesempatan sedikit pun untuk ku? Kenapa Hani? Kenapa? Hukum aku, diam kan aku, maki aku, pukul aku sesuka mu! Tapi tolong berikan aku kesempatan. Aku pikir kamu akan menghilangkan kata cerai itu, ternyata aku salah. Jawab Samuel dengan mata yang sudah berkaca kaca.
"Bukan begitu ba....."
"Bahkan setelah apa yang kita lakukan berdua tidak ada artinya bagimu, aku tau aku salah, aku brengsek. Tapi aku benar benar mencintai mu sekarang Hani. Maaf kan aku, maaf kan aku, sudah membawa ku ke masalah pelik ini. Baiklah jika itu yang kamu inginkan pengacara ku akan mengurus perceraian kita besok." Ucap Samuel seraya berdiri dari duduknya.
"Abang bukan itu yang Hani ingin bicarakan, dengarkan penjelasan Hani dulu." Ucap gadis itu seraya terisak dan terus membujuk dan mengejar suami nya.
Drama kejar kejaran pun tak terlelakkan lagi.
Para karyawan menatap heran kepada sepasang anak manusia yang sedang berjalan dengan cepat itu.
Pria itu meninggalkan Hani di parkiran kantor sendiri, setelah masuk ke dalam mobil pria itu langsung melaju dengan kencang meninggalkan Hani, tanpa mendengarkan penjelasan gadis itu terlebih dahulu.
__ADS_1
Hani hanya bisa terisak, seraya berjongkok menangis melihat kepergian suaminya itu.
***
Hani sampai di rumah pukul 19.00 malam.
Dia melihat Samuel yang belum juga pulang kerumah, perasaan kecewa kembali merasum ke dalam hati gadis itu.
Setelah sholat isya Hani menunggu Samuel di sofa ruang tamu, dia berharap suaminya akan pulang sebenatar lagi.
Beberapa jam kemudian
Sudah jam 23.00, suami nya belum juga pulang, perasaan cemas merasuk ke dalam hati dan juga pikiran gadis itu. Berkali kali dia menghubungi suaminya, tapi hanya operator yang menjawabnya.
Karena terlalu lelah, akhirnya gadis itu tertidur di sofa ruang tamu.
Jam 05.00 gadis itu tersentak lalu terbangun. Dia segera melaksanakan sholat subuh.
Setelah sholat subuh gadis itu kembali mengecek kamar suami nya, ternyata tidak ada siapa pun di sana.
"Bahkan Bang Samuel tidak pulang kerumah, bagaimana ini?" Ucap gadis itu gelisah, sambil terus menelpon suami nya.
Jam 07.00 pagi
Sebuah panggilan tidak di ketahui menghubungi Hani, dengan segera gadis itu menekan tombol hijau.
"Ya Waalaikummussalam, ada yang bisa saya bantu?" Tanya Hani
"Saya sekretaris nya Bapak Samuel, apakah benar ini istrinya?" Tanya seorang laki laki dari sebrang telpon itu.
"Ya benar, ada masalah apa ya?" Tanya Hani penasaran.
"Begini bu, Bapak Samuel sekarang berada di rumah sakit Royal, karena mengalami kecelakaan." Jawab Ken dari sambungan telepon.
"Apa kecelakaan?" Teriak Hani histeris, tanpa mendengar penjelasan dari si penelepon, Hani segera bersiap pergi ke rumah sakit.
Gadis itu segera memasuki mobil tesla milik suaminya itu, gadis itu melajukan mobil dengan cepat.
Apa yang terjadi dengan Samuel?
Apakah pria itu baik baik saja?
Nantikan kelanjutannya yang tak tau kapan😅
Sorry guys aku gak up up, itu karena pekerjaan aku yang banyak dan gak sempat.
_
_
_
_
Bersambung...
__ADS_1
Maaf bila ada kesalahan ejaan ataupun penulisan kata, maklum lah saya masih amatiran.
Thanks to read all 😍