
Happy reading my beloved readers ๐
"Maaf pak, saya sudah menyelesaikan laporan keuangannya, silahkan diperiksa pak! Apakah yang saya buat sudah betul, atau perlu di revisi lagi?" Tanya Hani pada Pak Ben.
Pak Ben pun berjalan mendekat kemeja kerja Hani, untuk melihat tugas yang diberikan nya kepada Hani. Dia memeriksa satu persatu lembar kerja Hani pada komputer itu, dengan teliti.
Pak Ben terkejut, karena Hani mampu membuat laporan kas keuangan perusahaan dengan betul. Padahal dia hanya menyuruh Hani belajar sendiri, pada berkas yang dia berikan pada Hani.
"Wah Hani ternyata selain teliti kamu juga pintar ya." Kata Pak Ben memuji Hani.
"Terima kasih pak." Jawab Hani tersenyum
"Laporan keuangan yang ini semuanya sudah betul. Sekarang silahkan kamu print ini, lalu tolong antarkan ke ruangan CEO!" Perintah Pak Ben pada Hani.
"Baik pak." Jawab Hani patuh.
Hani pun menekan tombol ctrl p pada file laporan kas keuangan perusahaan itu.
Beberapa menit kemudian laporannya sudah selesai di cetak.
Setelah selesai semuanya Hani mengambil penjepit kertas besar, lalu dia menjepit laporan kas keuangan itu dengan penjepit kertas, lalu Hani berdiri dari kursinya, dia akan mengantarkan laporan keuangan itu ke ruangan CEO.
Sebelum Hani membuka pintu Pak Ben memanggilnya.
"Hani apa kamu tau dimana ruangan CEO? Nanti kamu naik ke lantai empat terus jalan lurus, disana nanti ada tulisan CEO. Pintunya besar dilengkapi dengan ukiran kayu yang mewah." Ucap Pak Ben, memberikan instruksi kepada Hani.
"Siap pak, saya akan kesana mengantar laporan ini." Jawab Hani.
"Baik, silahkan." Ucap Pak Ben, setelah itu dia fokus menatap monitornya.
Hani keluar dari ruangannya, dia berjalan masuk ke dalam lift. Lalu dia memencet angka 4.
Setelah sampai di lantai 4 Hani keluar dari lift. Lalu dia berjalan lurus ke depan, dia melihat ruangan seperti yang dideskripsikan Pak Ben padanya. Itu ruangan besar, dengan pintu berukiran kayu yang mewah.
Hani sebenarnya sedikit canggung, untuk bertemu CEOnya.
Dengan memberanikan diri yang Hani mengetuk pintu ruangan itu.
Tok tok tok
"Assalamualaikum permisi pak, saya mau mengantar laporan keuangan perusahaan." Ucap Hani, yang berusaha menutupi rasa gugupnya.
"Ya silahkan masuk!" Saut seseorang dari dalam ruangan.
Hani membuka pintu itu perlahan dan krek
Hani melihat suaminya sedang duduk di kursi kepemimpinan itu.
Pencahayaan yang terang ke arah wajah suaminya, membuat Hani terkesima dengan pemandangan indah yang ada di depannya. Wajah tampan suaminya, rahang yang tegas, serta tangan berurat yang sedang mengetik sesuatu pada keyboard laptopnya.
Hani segera mengenyahkan pikiran aneh itu dari kepalanya, sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
"Permisi pak, saya mau mengantar laporan keuangan perusahaan." Ucap Hani pada Bang Samuel.
"Iya letakkan disini saja!" Ucap Bang Samuel seraya menuju arah meja kerjanya.
__ADS_1
Dia berbicara kepada Hani tanpa melihat Hani, dia terlalu fokus pada laptopnya.
Hani segera melangkah ke meja CEO, lalu meletakkan laporan keuangan itu dengan pelan.
"Kalau begitu saya permisi dulu pak, terima kasih." Ucap Hani kaku.
Setelah itu Hani menutup pintu ruangan CEO dengan pelan.
Saking terlalu fokusnya Bang samuel pada layar laptopnya. Dia tidak menyadari bahwa itu adalah Hani.
Beberapa menit setelah Hani keluar dari ruangan Bang Samuel.
Bang samuel membuka laporan keuangan dan membacanya dengan teliti
Dia mengecek laporan keuangan itu, dengan laporan keuangan yang ada di file laptopnya dan hasilnya sama tidak ada yang salah.
Hani sudah sampai di ruangannya, sekarang Hani duduk kembali ke meja kerjanya.
"Apakah tadi ada CEO di ruangannya, Hani?" Tanya Pak Ben pada Hani.
"Iya ada pak, CEO tadi ada di ruangannya." Jawab Hani.
"Owh oke, terima kasih ya." Kata Pak Ben pada Hani.
"Sama sama pak." Jawab Hani.
"Hani tolong, kalkulasikan pembelian alat-alat tulis perusahaan ini! nanti kalau sudah selesai print dan kamu simpan filenya ya." Perintah Pak Ben pada Hani, sambil memberikan struk pembelanjaan Alat tulis Kantor pada Hani.
"Baik pak." Ucap Hani, lalu dia mengambil berkas yang diberikan Pak Ben kepadanya.
Beberapa jam kemudian
Tak terasa waktu istirahat sudah tiba, para karyawan di dalam ruangan dan yang berbeda ruangan keluar ruangannya untuk istirahat makan siang.
Hani tetap saja fokus pada pekerjaannya.
"Hai Hani, perkenalkan aku Mira." Ucap seorang wanita yang menghampiri Hani, sambil mengajaknya untuk berjabat tangan.
"Oke, kalau aku Hani. Senang bertemu denganmu. Jawab Hani sambil bersalaman dengan Mira.
"Iya, senang berkenalan denganmu juga." Saut Mira.
"Ayo kita makan siang di luar! Di depan sana ada warung nasi yang enak lo, menu makanannya." Ajak Mira pada Hani
"Oh... begitu, maaf, aku makan di ruangan saja, soalnya aku membawa bekal makan siang." Jawab Hani, menolak ajakan Mira.
"kamu memang hebat ya, selain cantik, kamu juga bisa hidup sehat dengan membawa bekal makan siang. Aku saja tidak sempat makan pagi, tadi cuma minum susu doang." Ucap Mira sambil, curhat kepada Hani.
"Kenapa gak sempat sarapan?" Tanya Hani.
"Pekerjaan rumah dan kantor numpuk jadi aku nggak sempat sarapan." Jawab Mira sambil tersenyum.
"Oh begitu." Saut Hani
"Okelah kalau gitu, aku pergi duluan ya ke sana, kapan-kapan kita bisalah makan disana?" Tanya Mira pada Hani.
__ADS_1
"Iya mbak, In sya Allah." Jawab Hani sambil tersenyum.
Mira pun pergi seorang diri, untuk makan siang ke warung makan yang dibicarakan nya.
Sementara karyawan di ruangan Hani sudah keluar semua.
Hani membuka tasnya dan mengeluarkan makan siangnya.
Hani memakan makan siangnya dengan pelan sambil mengerjakan pekerjaannya yang belum selesai.
"Hm.. enak." Ucap Hani memuji masakannya sendiri.
Setelah selesai makan Hani memasukkan kotak makan siangnya ke dalam tas.
Lalu dia mengambil air minum dari tasnya, membuka tutup botol, lalu meminum airnya.
Karena rasanya Hani sangat haus sekali, Hani menghabiskan semua air yang ada di botol minumnya.
Tanpa menutup botol air minumnya, Hani melanjutkan menyelesaikan pekerjaannya.
1 jam kemudian, Hani mau rasanya ingin pergi ke toilet.
Trek.. tanpa sengaja tangan Hani menjatuhkan tutup botol air minumnya.
Tutup botol itu mengelinding sampai Hani merunduk untuk mengambil tutup botol itu.
Tutup botol itu mengelinding sangat cepat, Hani mengejar tutup botolnya dengan cepat.
"Yes I got it." Ucap Hani bersorak senang.
Bruk...
Tanpa dia sadari dia menabrak sesuatu yang sangat keras.
Tapi Hani rasa itu bukan tembok, karena sepertinya itu adalah dada seseorang.
Dengan perlahan Hani mendongakkan kepalanya, untuk melihat dada siapa yang di tabraknya.
_
_
_
_
_
Bersambung...
Maaf bila ada kesalahan dalam ejaan maupun penulisan kata.
Maklumlah saya masih amatiran.
Thanks for read all๐คฃ๐ ๐คฉ
__ADS_1