
Happy reading my beloved readersš„°
Hari ini adalah hari kepulangan Hani ke Indonesia.
Sebenarnya dia ingin bekerja saja di Inggris ini, tapi dia kan harus tetap mengawasi bagaimana Bang Samuel mengurus perusahaan ayahnya. Yang notabennya telah di serahkan kepada Bang Samuel, seluruh saham perusahaan itu.
Entah itu bekerja disana, atau magang. Hani mau belajar tentang bagaimana cara mengelola suatu perusahaan dari dasarnya.
Hani sudah memasukkan CV ke perusahaan ayahnya sendiri, kemarin. Melalui e-mail dia mengirimkan CV dan semua berkas berkas yang di butuhkan perusahaan itu.
Dia sadar diri, bahwa dia belum memiliki pengalaman bekerja di perusahaan. Selain dia fresh graduate, dia juga belum mengatahui bagaimana cara mengelola perusahaan secara benar dan efisien.
Dia melihat Bang Samuel, sangat pandai mengelola perusahaan ayahnya itu. Ya, meskipun sekarang seluruh saham perusahaan itu di miliki Bang Samuel. Hani tetap akan belajar di perusahaan ayahnya itu.
Sekitar jam 08.00 pagi, Hani sudah lepas landas. Dia sekarang duduk di pesawat tujuan Indonesia.
Sebenarnya Hani dulu sempat takut naik pesawat, karena banyaknya berita tentang pesawat yang kecelakaan. Entah itu tenggelam di laut, masuk ke dalam palung dan selat,menabrak gunung, meledak di udara, dan lain sebagainya.
Ini yang membuat Hani takut naik pesawat karena banyak kecelakaan pesawat. Tapi sekarang Hani sudah pasrah jika pun dia mati saat naik pesawasat nantinya, kalau seandainya pesawat mengalami kecelakaan.
Karena dia tau bahwa ajal manusia tidak ada yang tau. Kapan dan dimana kita mati itu tidak bisa kita prediksi. Sesungguhnya hanya Sang Pencipta yang mengetahui tentang kematian kita.
Sebelum naik pesawat Hani selalu membaca doa ketika naik pesawat :
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Subhanalladzi sakkhoro lana hadza wa maa kunnaa lahu muqrinin, wa innaa ilaa robbinaa lamunqolibun, allahumma inna nasāaluka fii safarinaa hadzal birro wat taqwa wa minal āamal maa tardho, allahumma hawwin āalaina safarona hadza wa athwi āannaa buādahu, allahumma antas shohibu fis safari wal kholifatu fil ahli, allahumma inni aāudzubika min waātsaais safari wa kaabatil mandzhori wa suuil munqolibi fil maali wal ahli.
Artinya:Ā
"Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Maha suci Allah yang telah menundukkan (pesawat) ini bagi kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kepada Allah-lah kami kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kebaikan dan takwa dalam perjalanan ini, kami mohon perbuatan yang Engkau ridai. Ya Allah, permudahkanlah perjalanan kami ini, dan dekatkanlah jaraknya bagi kami. Ya Allah, Engkaulah pendampingku dalam bepergian dan mengurusi keluarga. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan dan kepulangan yang buruk dalam harta dan keluarga."
Dan untuk menghilangkan semua kecemasannya pada saat naik pesawat, Hani membaca doa :
Allahumma Inni a'udzubika minal hammi wal huzni, wal ajzi, wal kasali, wal bukhli, wal jubni, wal dhola'id daini, wa gholabatir rijali
Artinya:Ā
"Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari rasa sedih serta duka cita ataupun kecemasan, dari rasa lemah serta kelemahan, dari kebakhilan serta sifat pengecut, dan beban hutang serta tekanan orang-orang (jahat)."
Setelah membaca doa hati Hani menjadi lebih tenang dan nyaman. Sekarang di sudah terlelap setelah lunch tadi.
Perjalanan memakan waktu yang sangat panjang lebih kurang 16 jam lamanya.
Untuk mengilangkan rasa bosan Hani membaca novel kesukaannya.
__ADS_1
Tepat pukul 11.00 Wib nara sudah sampai di Indonesia, tepatnya dia masih di Bandara Soekarno Hatta. Dia sekarang sedang menunggu taxi untuk mengantarkannya pulang ke rumah Mama Lina.
Sebenarnya Hani malas kesana, tapi rasanya Hani rindu dengan Mama Lina. Hani datang kesana bukan untuk suaminya yaitu Bang Samuel, tapi untuk Mama Lina.
Lagian Jam segini Bang Samuel lagi di kantor. Jadi Hani sedikit tenang, karena tidak ada yang mengomentarinya.
Setelah mendapatkan taxi Hani segera masuk, dan berangkat menuju rumah Mama Lina.
1 jam kemudian
Ting tong... Bunyi bel pintu Mama Lina, yang di pencet Hani.
Tok... tok... "Assalamualaikum, Mama, Kak Alisia Hani pulang tolong bukain pintu nya dong." Panggil Hani sambil mengetuk pintu.
Hani juga menghubungi nomor Mama Lina dan Kak Alisia. Agar tau kalau Hani sedang berada di depan rumah, minta di bukakan pintu.
Karena tak kunjung menyaut dan pintu rumahnya dikunci, Hani segera membuka pintu rumah Mama Lina dengan kunci cadangan.
Kenapa Hani bisa memiliki kunci cadangan, ini adalah pemberian dari Mama Lina. Mama Lina bilang, kalau Hani berhak juga atas rumah ini, karena kamu adalah anak dan menantu mama. Jadi kamu bebas mau datang kapan aja.
Krek.. Assalammualaikum
"Mah? Kak Alisia Hani pulang. Loh kok sepi banget nih rumah." Ucap Hani saat melihat rumah Mama Lina, dan saat masuk ke dapur, Hani melihat ada makanan yang sudah basi. Sepertinya makanan ini di tinggalkan begitu saja.
Setelah selesai mencuci Hani melihat keranjang baju kotor, yang belum di cuci. Pikir Hani sambil menunggu mama pulang, lebih baik membantu mama mencuci.
Pasti mama sedang belanja atau pergi entah kemana, dan pasti dia akan segera pulang.
30 menit kemudia Hani sudah selesai mencuci baju, dia pun pergi ke halaman belakang untuk menjemur baju.
Bang Samuel memilih pulang kerumah, karena badannya gerah belum mandi, dan juga dia merasa lapar karena belum makan semalam, karena dia terlalu memikirkan istri kesayangannya . Sedangkan istrinya sedang di rawat oleh dokter dan suster dengan intensif.
Dia berencana akan kembali lagi kerumah sakit setelah mandi dan makan, serta dia akan membawa pekerjaan kantornya ke rumah sakit.
Mobil Bang Samuel memasuki perkarangan rumah, dia terkejut melihat pintu depan rumah yang sedikit terbuka.
Dengan cepat Bang Samuel keluar dari mobil, lalu masuk ke dalam rumah dengan hati hati, takutnya ada pencuri yang masuk ke dalam rumahnya.
Hani sudah selesai menjemur baju, dia kembali ke dapur untuk meletak baju kotor.
"Ngapain kamu disini?" Itu adalah suara seseorang yang sangat mengejutkan Hani, sampai keranjang baju itu terjatuh dari tangannya.
"B---ang Samuel, Hani lagi cari mama bang. Mama kemana ya bang kok dari tadi gak ketemu?" Tanya Hani heran.
__ADS_1
"Bagaimana kamu bisa masuk kerumah saya?" Tanya Bang Samuel penuh selidik.
"H-mm saya ada kunci cadangan, yang di kasih mama. Emang kenapa bang? Jawab Hani dengan berani.
"Oh" Saut Bang Samuel cuek.
Ternyata itu tidak sesuai dengan ekspetasi Hani, dia pikir Bang Samuel akan marah besar kepadanya, ternyata Bang Samuel tidak marah.
"Kalau masalah mama dia tidak tinggal disini lagi, saya gak tau mama ada dimana." Kata Bang Samuel acuh tak acuh.
"Loh kok bisa gak tau bang, abang ka anaknya mama. Masa iya abang gak tau mama ada di mana." Ucap Hani jengkel dengan sikap Bang Samuel yang seperti nya santai, dan tidak perduli itu.
"...." Bang Samuel tidak menjawab Hani, dia berlalu saja lalu menaiki tangga dan masuk ke dalam kamarnya.
Hani yang melihat sikap aneh Bang Samuel, dia merasa aneh dan heran.
Dari pada Hani bertanya tidak di jawab, akhirnya Hani menelpon Mama Lina dengan ponselnya.
Nomor yang anda tuju tidak dapat di hubungi cobalah beberapa saat lagi....
Hanya ucapan dari operator yang terdengar di ponsel Hani, setelah Hani mencoba menelpon Mama Lina berkali kali.
Karena lelah, akhirnya Hani memutuskan untuk istirahat di kamar tamu.
30 menit kemudian Bang Samuel memutuskan untuk kembali ke rumah sakit. Sebelum sampai ke rumah sakit Bang Samuel berhenti di restaurant untuk makan siang.
_
_
_
_
_
Bersambungā¦
Mohon maaf bila ada ejaan kata atau penulisan kata yang salah.
Maklumlah saya masih amatiran.
Thanks to read allšš„°
__ADS_1